Senin, 31 Oktober 2011

Bone dalam Genggaman Kultural Mengerikan

Pada dasarnya sistem budaya yang mengikat Kabupaten Bone sebagai sebuah wasiat kearifan lokal (culture value) harus diterjemahkan dalam konteks kekinian. Wasiat kebudayaan jangan justru dikendalikan sesuai dengan hasrat kepentingan dan kekuasaan, apalagi menggunakan simbol-simbol kekuasaan dalam memenjarakan partisipasi aktif masyarakat Bone.

Kabupaten Bone dikenal sebagai daerah yang sarat dengan potensi alam yang berlimpah. Iklim geografisnya sangat memungkinkan multi sektorial, terutama sektor pertanian menjadi produktifitas yang signifikan.
Begitupun jika menilik kekayaan laut yang senantiasa menjadi pusat sirkulasi perdagangan. Secara tekstual mustahil jika dikatakan Kabupaten Bone tertinggal oleh kabupaten lain di Sulawesi Selatan.
Bukan hanya itu. Pusat sejarah dan kebudayaan Kabupaten Bone rupanya menjadi patronasi historis dalam membentuk sistem nilai dan pranata sosial yang biasa dikenal dengan sistem pangngadeereng.

Sistem Pangngadereng
Mattulada dalam Latoa mengisyaratkan tentang pranata sosial masyarakat Sulawesi Selatan yang disebut dengan panggadereng (bahasa Bugis) dan pangngaadakkang (bahasa Makassar). Pranata sosial dalam pangngadereng yang dimaksud meliputi; adak (adat kebiasaan), rapang (persamaan hukum), bicara (undang-undang), wari (pelapisan dan status sosial), dan sarak (syariat). Sebagaimana halnya struktur pemerintahan kerajaan, maka unsur-unsur pangadakkang pun yang telah ada sebelumnya tetap berlanjut setelah Islam diterima sebagai agama negara. Islam hanya memperkaya dengan menambahkan satu unsur yang disebut sarak (syariat).
Sebagai pranata Islam, sarak diakui sebagai salah satu unsur penyempurnaan struktur pemerintahan Kabupaten Bone pada masa lampau. Penerimaan Islam sebagai agama resmi kerajaan merupakan babak baru dalam peradaban di kebudayaan di Kabupaten Bone, setelah beberapa periode pemerintahan tidak ditemukan perubahan yang mendasar.
Sayangnya, kompleksitas kebudayaan yang mengikat lima sistem sosial tersebut di atas seolah-olah telah ditinggalkan oleh peradaban kebudayaan kekinian. Padahal jika ditelusuri berdasarkan falsafah kebudayaan, panggadereng merupakan sistem nilai dan norma-norma masyarakat dalam menjalankan hubungan kolektivitas.
Sebuah hubungan interaksi sosial-budaya yang membentuk harmonisasi, yaitu serangkaian khasanah kebudayaan lokal yang senantiasa menekankan aspek kesantunan, etika politik, penegakan maupun kesamaan hukum dan penanaman nilai spiritualitas masyarakat. Sistem panggadereng merupakan sebuah kompleksitas kekayaan dan kearifan budaya yang tidak hadir begitu saja, tapi terbentuk setelah mampu memecah kebuntuan transformasi sosial (hierarki historia).
Olehnya, bangunan wasiat panggadereng senantiasa menjadi sebuah energi bagi masyarakat apabila kesadaran micro cosmos (manusia) terefleksikan melalui pesan-pesan macro cosmos (alam). Bahwasanya ada ketentuan-ketentuan alam dan spritualitas yang membangun etika dan moralitas masyarakat, termasuk hadirnya falsafah keseimbangan (balancing) dalam sistem kehidupan masa lampau.
Falsafah keseimbangan inilah yang senantiasa hilang dalam generasi keilmuan saat ini. Jika di China dikenal dengan konsep Ying Yang sebagai suatu kompleksitas kehidupan, maka di Kabupaten Bone dikenal dengan konsep sulapa appa'. Sebuah wujud kesempurnaan manusia dalam mengungkap rahasia-rahasia alam dan kehidupan.

Pergeseran Nilai
Pada dasarnya sistem budaya yang mengikat Kabupaten Bone sebagai sebuah wasiat kearifan lokal (culture value) harus diterjemahkan dalam konteks kekinian. Wasiat kebudayaan jangan justru dikendalikan sesuai dengan hasrat kepentingan dan kekuasaan, apalagi menggunakan simbol-simbol kekuasaan dalam memenjarakan partisipasi aktif masyarakat Bone.
Karena harus dipahami bahwa langkah-langkah partisipasi masyarakat dalam setiap aspek sektorial, justru merupakan sebuah aset mesin tatakelola yang sangat signifikan dalam mewujudkan progres pembangunan yang ideal. Namun jika tidak, maka masyarakat akan berusaha membentuk perubahannya sendiri ketika jenuh memperoleh hidangan kebijakan yang monoton dan terbatas.
Meningkatnya perkembangan ekonomi industri di Sulawesi Selatan semakin memberikan peluang bagi masyarakat dalam memasuki era-kompetitif. Nilai yang senantiasa mengilhami setiap keinginan untuk memperoleh pencitraan daerah saat ini begitu tinggi.
Bagi sebagian besar masyarakat mengasumsikan bahwa pada dasarnya prilaku partisipatif sangat susah dilakukan karena hampir dalam setiap interaksi sosial, mereka diikat oleh sistem yang menakutkan dengan beberapa instrumen kebijakan yang sistemik. Di sisi lain masyarakat Bone justru terseret pada partisipasi ekonomi-kapital; mengapa tidak, narasi ekonomi saat ini justru menawarkan hidangan industri yang begitu stimulatif.
Sebagian dari mereka menganggapnya sebagai konsekuensi modernisme, bagi yang tidak berpartisipasi dianggap kurang modern atau kolot. Perilaku massif tersebut menggiring masyarakat untuk memasuki konteks peradaban baru. Dari sinilah peran nilai budaya lokal harus di-interpretasikan secara kontekstual.
Dari simplifikasi di atas, yang harus dipahami bahwa wasiat kebudayaan Bone bukan merupakan pedoman strategi pemenjaraan potensi masyarakat Bone. Tidak membatasi ruang partisipasi masyarakat dalam mewujudkan progres pembangunan sektorial.
Yang harus dipahami bahwa wasiat kebudayaan kearifan Bone harus diletakkan sebagai suatu tujuan kolektifitas-partisipatif (collective consciousness). Kita harus memahami bahwa salah satu spirit perubahan masa lampau yang telah berhasil memerdekakan dan melepaskan sistem perbudakan masyarakat Bone adalah buah hasil dari perjuangan Arung Palakka i Latenritatta.
Artinya, Arung Palakka sebagai bagian dari perjalanan sejarah kepemimpinan Bone-pun melihat bahwa Kerajaan Bone harus diselamatkan dalam kungkungan otoritasi perbudakan dan membuka jalan perubahan melalui partisipasi kolektif yang lebih besar. Perjuangan yang melepaskan sistem feodalistik menuju perubahan yang demokratis. Jangan lagi wasiat kebudayaan mengalami pengusangan secara priodik, sehingga wasiat kultural masyarakat Bone sebagai landasan prinsip-prinsip pangngadereng hilang bersamaan dengan hadirnya tuntutan hasrat kekuatan dan kekuasaan yang salah tafsir.
Jika ditelusuri secara holistik, maka paradigma historia kultural Bone harus diterjemahkan dalam konsep ontologis. Yaitu bagaimana aset kebudayaan histories dapat diterjemahkan melalui pendekatan kekinian, sehingga kebudayaan Bone akan mampu menjadi spirit pembangunan yang berkarakter, sarat dengan ke-khasan dan identitas yang kokoh. Jika tidak, maka pesona sejarah hanya mampu menghisapi ruang-ruang fantasi kita, tanpa menyadari bahwa kita telah larut dalam genggaman kultur yang begitu mengerikan.***

Oleh: Imran Tenritatta Amin Syam
Anggota DPRD Kota Makassar

Minggu, 30 Oktober 2011

Jakarta Miliki Jumlah Mall Terbanyak di Dunia!!

Jakarta dinilai sebagai kota megapolitan yang mempunyai jumlah mal terbanyak di dunia, yaitu mencapai 130 mal.

Yayat Supriatna, Planolog Universitas Trisakti yang juga sekjen ikatan ahli perencanaan (IAP), mengatakan jumlah pusat belanja di sejumlah kota besar lain di dunia tidak mencapai 100 mal.

Menurut Yayat, Jakarta sudah tumbuh di luar kendali sehingga banyak kawasan yang semula tidak direncanakan menjadi kawasan bisnis justru beralih fungsi menjadi kawasan komersial.

"Jakarta memiliki (jumlah) mal terbesar di dunia, mencapai 130 mal. Tetapi hanya punya empat taman kota, ini memprihatinkan," ujarnya hari ini.

Dia mengatakan ada invasi dan penetrasi kawasan yang semula untuk hunian menjadi kawasan komersial akibat ketidaktegasan penengakan rencana tata ruang wilayah (RTRW) DKI Jakarta.

Beberapa daerah yang menjadi kawasan pusat belanja dengan skala besar adalah kawasan Tomang, Mangga Dua, Kelapa Gading, Bundaran Hotel Indonesia, Blok M, dan Senayan.

Kawasan TB Simatupang yang saat ini menjadi kawasan bisnis baru juga sudah melenceng dari rencana awal, karena daerah tersebut merupakan kawasan konservasi dan resapan air.

Yayat mengatakan Pemprov DKI harus membuat RTRW 2010--2030 lebih tegas terhadap arah pembangunan. Menurut dia, di dalamnya harus mencantumkan target keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30% dalam aturan baru.


BERIKUT INI DAFTAR MALL YANG PALING SERING DIKUNJUNGI DI JAKARTA :
Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat
Glodok Plaza, Jakarta Pusat
Harco Glodok, Jakarta Pusat
Hayam Wuruk Lindeteves, Jakarta Pusat
ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat
Menteng Plaza, Jakarta Pusat
Pancoran, Jakarta Selatan
Plaza Indonesia, Jakarta Pusat
EX Plaza Indonesia, Selatan
Pusat Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat
Sarinah Plaza, Jakarta Pusat
Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat
Plaza Atrium, Jakarta Pusat
Dusit Mangga Dua, Jakarta Utara
Harco Mas Mangga Dua, Jakarta Utara
ITC Mangga Dua, Jakarta Utara
Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara
Mall Mangga Dua, Jakarta Utara
Mall Sunter, Jakarta Utara
Pluit Village/Megamal Pluit, Jakarta Utara
Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta utara
WTC Mangga Dua, Jakarta Utara
Mangga Dua Square, Jakarta Utara
Harco Manggua Dua , Jakarta Utara
Mall Artha Gading, Jakarta Utara
Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara
Kelapa Gading Trade Center, Jakarta Utara
Mall of Indonesia, Jakarta Utara
Emporium Pluit Mall,Jakarta Utara
Kramat Jati Indah, Jakarta Timur
Cibubur Junction, Jakarta Timur
Pusat Grosir Celilitan, Jakarta Timur
Tamini Square, Jakarta Timur
Pulogadung Trade Center, Jakarta Timur
Mal Cijantung, Jakarta Timur
Lindeteves Trade Center (LTC-Glodok), Jakarta Barat
ITC Permata Hijau, Jakarta Barat
ITC Roxy Mas, Jakarta Barat
Lokasari Plaza, Jakarta Barat
Mall Ciputra (d/h Citraland Mall), Jakarta Barat
Mall Daan Mogot, Jakarta Barat
Mall Puri Indah, Jakarta Barat
Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat
Roxy Mas Square, Jakarta Barat
Slipi Jaya Plaza, Jakarta Barat
Kalibata Plaza, Jakarta Selatan
Cilandak Town Square, Jakarta Selatan
Mal Cilandak, Jakarta Selatan
Blok M Plaza, Jakarta Selatan
ITC Fatmawati, Jakarta Selatan
ITC Kuningan, Jakarta Selatan
Mal Ambassador, Jakarta Selatan
Mall Blok M, Jakarta Selatan
Mall Pondok Indah I & II, Jakarta Selatan
Melawai Plaza, Jakarta Selatan
Pasar Raya Dept. Store, Jakarta Selatan
Pasar Bata Putih
Pacific Place, Jakarta Selatan
Plaza Semanggi, Jakarta Selatan
Setiabudi One, Jakarta Selatan
Senayan City, Jakarta Selatan
Lifestyle X'nter, Jakarta Selatan

Sabtu, 29 Oktober 2011

DPR Sahkan UU BPJS, Badan Hukum BPJS 2014, Pelaksanaan 2015

Rancangan Undang Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akhirnya disepakati menjadi Undangan Undang dalam sidang paripurna DPR RI pukul 20.27 WIB malam ini.

Ketua Pansus RUU BPJS, Ahmad Nizar Shihab, menyampaikan bahwa pembicaraan tingkat I dengan pemerintah telah tercapai kesepakatan.

Nizar melaporkan kepada sidang paripurna bahwa berdasarkan pendapat akhir yang disampaikan oleh fraksi-fraksi dan pemerintah, seluruh fraksi dan pemerintah menyatakan persetujuan terhadap naskah RUU tentang BPJS. Selanjutkan dilakukan pembicaraan tingkat II atau pengambilan keputusan pada rapat paripurna DPR hari ini.

Beberapa hal substantif yang diatur dalam RUU BPJS antara lain kelembagaan, yaitu BPJS Kesehatan menyelenggarakan program jaminan kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

"Selain itu disepakati pula mengenai pelaksanaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan tersebut," ujar Nizar dalam laporan pada sidang paripurna, DPR RI, Jakarta, Jumat 28 Oktober 2011.
BPJS kesehatan mulai beroperasi 1 Januari 2014, transformasi BPJS ketenagakerjaan juga dilaksanakan 1 Januari 2014 tetapi mulai beroperasi paling lambat 1 juli 2015.

UU itu mengatur pelaksaaan BPJS seperti fungsi organisasi dan mekanisme kerja BPJS dalam mengelola dana amanat, pendaftaran dan pengelolaan data peserta, dan pengumpulan iuran. Hal lainnya, pembayaran manfaat, pemberian informasi program kepada masyarakat, hak dan kewajiban BPJS, pengembangan aset dan pemberian informasi tentang kinerja dan kondisi keuangan BPJS.
UU itu juga berisi hak dan kewajiban peserta, pelaporan penyelenggaraan kepada presiden, pembentukan cadangan teknis dan menjamin pemberian manfaat kepada peserta, wewenang BPJS, pengenaan sanksi dan pembuatan kesepakatan dengan asosiasi sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Dengan disahkannya RUU BPJS ini menjadi UU diharapkan akan memberikan kepastian hukum dalam penyelenggaraan jaminan sosial sebagaimana diamanahkan dalam UU nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang efektif, efisien, dan terarah.

Atas laporan ketua Pansus RUU BPJS tersebut, Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, menawarkan kepada sidang paripurna untuk mengesahkan RUU BPJS menjadi UU tentang BPJS.

"Apakah RUU BPJS ini dapat disahkan menjadi UU dan disetujui dalam rapat paripurna?," kata Pramono.
Seluruh peserta rapat paripurna serentak menjawab, "Setuju."

Lobi dua kubu berseberangan di Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati pembentukan badan hukum Badan Penyelenggara Jaminan Sosial II pada Januari 2014. Kemudian pelaksanaannya paling lambat Juli 2015.
"Tadi semua fraksi setuju seperti itu," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Marwan Ja'far, usai lobi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 28 Oktober 2011.
Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin membenarkan ada kesepakatan ini. Rapat paripurna DPR kemudian berlanjut lagi dengan pengambilan keputusan tingkat 1 antara Panitia Khusus Rancangan Undang-undang BPJS dengan pemerintah
Sebelumnya, PKB dan Demokrat berkukuh pelaksanaan BPJS baru 2016. Sikap ini berbeda dengan tujuh fraksi lain yang mendesak Januari 2014, BPJS sudah berjalan.
BPJS II khusus menjangkau soal tunjangan hari tua, kematian dan kecelakaan kerja. Draf RUU BPJS mengatur peleburan sejumlah lembaga jaminan sosial plat merah seperti Jaminan Sosial Tenaga Kerja dilebur ke dalam BPJS II ini.

Rakyat Yunani Marah, Jerman Dibuat Parodi

Peran Jerman membantu mengentaskan Yunani dari krisis finansial rupanya memicu kemarahan warga Yunani. Mereka menilai permintaan Jerman agar Yunani mengencangkan ikat pinggang sudah kelewat batas. Mereka lantas menyamakan pemerintahan Jerman era modern dengan era Nazi, dan menuangkannya dalam bentuk parodi.

Seperti yang dilansir dari harian Daily Mail pada Jumat 28 Oktober 2011, di jalanan tertempel poster foto kanselir Angela Merkel yang telah disunting. Dalam foto tersebut, Merkel tampak berpose menggunakan seragam Nazi lengkap dengan ban tangan berlambang Swastika di tangan kiri, dan tangan kanannya memegang bunga mawar.

Yang menarik, lambang Nazi (swastika) tersebut dikelilingi gambar yang menyerupai lambang Uni Eropa. Di sisi kanan foto, terdapat tulisan 'Gangguan Masyarakat' dalam bahasa Yunani berwarna merah mencolok.

Warga Yunani berang atas kesepakatan negara mereka dengan Jerman, walaupun kesepakatan tersebut dapat memangkas lima puluh persen utang negara. Perdana Menteri George Papandreou bahkan menyebut langkah ini dapat menghindarkan Yunani dari krisis nasional.

Hal ini tak pelak kembali membangkitkan kebencian lama Yunani terhadap Jerman pada 65 tahun lalu. Warga bahkan bersikap tak ramah pada turis asal Jerman yang berwisata ke negara mereka.

Sindiran-sindiran yang dituangkan dalam bentuk karikatur juga banyak bermunculan. Pejabat pemerintah Yunani yang setuju dengan gerakan kencangkan ikat pinggang yang diajukan Jerman digambarkan memberi penghormatan 'Sieg Heil' khas Nazi.

Menteri Keuangan Yunani, Evangelos Venizelos, menjadi salah satu target yang sering digambarkan memberi penghormatan ala Nazi dalam harian kaum liberal.

Papua dan "Pasar Kekerasan"

Oleh Manuel Kaisiepo, Anggota DPR dari Fraksi PDI-P Rangkaian konflik disertai tindak kekerasan yang terus bereskalasi di Papua seakan melanggengkan label Papua sebagai ”zona konflik”. Zona ini memberlakukan hukum ”pasar kekerasan” di mana kekerasan menjadi komoditas yang ”diperjualbelikan” untuk berbagai kepentingan yang tidak jelas.

Konflik dan rangkaian kekerasan yang terus terjadi—apa pun motif dan tujuannya, terjadi begitu saja atau by design—mengindikasikan ketidakmampuan pemerintah (pusat dan daerah) dalam menangani masalah Papua secara konsisten, komprehensif, adil, dan bermartabat.

Sungguh ironis, konflik berlarut-larut disertai tindak kekerasan di Papua itu terjadi justru setelah Papua dideklarasikan sebagai ”Tanah Damai”.

Ironis, sebab konflik disertai kekerasan itu terus terjadi setelah lebih dari satu dekade diberlakukannya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua (UU Otsus Papua). UU ini lahir sebagai suatu konsensus politik sekaligus upaya win-win solution guna mengakhiri konflik politik dan kekerasan selama 30 tahun pemerintahan Orde Baru serta untuk meningkatkan kesejahteraan, harkat, dan martabat rakyat Papua.

Melalui UU Otsus Papua, pemerintah mendelegasikan kewenangan yang besar kepada pemerintah daerah disertai kucuran dana yang juga sangat besar. Dana puluhan triliun rupiah ini di luar dana lain seperti APBD dan dekonsentrasi.

Pemerintah juga baru saja mencanangkan kebijakan khusus untuk Papua melalui dua peraturan presiden (perpres) yang ditandatangani 20 September 2011. Pertama, Perpres Nomor 65 Tahun 2011 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat. Kedua, Perpres Nomor 66 Tahun 2011 tentang Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat. Perpres itu dilengkapi dokumen rinci berjudul Rencana Aksi yang Bersifat Cepat Terwujud Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat Tahun 2011-2012.

Mengapa komitmen pemerintah terhadap proses pembangunan di Papua melalui UU Otsus Papua, dua perpres, rangkaian kebijakan lainnya, dan disertai kucuran dana triliunan rupiah belum mampu meningkatkan kualitas hidup serta harkat dan martabat rakyat asli Papua?

Jumat, 28 Oktober 2011

Wawancara Dengan Pembunuh Khadafi

Sanad Sadegh al-Aribi, pemuda yang menembak mati ditator Libya, Muammar Qaddafi, kepada Fars News memaparkan bagaimana ia memutuskan untuk membunuh Qaddafi.

Berikut ini perincian wawancara Fars News dengan al-Aribi:

Gaddafi Memalukan Bangsa Libya

Fars: Perkenalkan diri Anda.

Al-Aribi: Sanad Sadegh Al-Aribi, kelahiran Benghazi tahun 1989 di wilayah Hay al-Majuri, sekarang saya tinggal di kota ini. Saya belajar sampai kelas tiga SMP, dan setelah itu, karena ayah saya sudah tua dan keluarga saya yang miskin, saya terpaksa bekerja dan meninggalkan sekolah.

Fars: Sejak kapan Anda bergabung dengan pasukan revolusioner dan apa motivasi Anda?

Al-Aribi: Saya hidup di kota Benghazi dan seperti yang Anda tahu, percikan pertama revolusi berasal dari kota itu. Oleh karena sedemikian besar kebencian saya kepada Qaddafi dan keluarganya, pada hari-hari pertama saya bergabung dengan para pemuda revolusioner dan mengangkat senjata melawan Qaddafi.

Fars: Apa alasan kebencian Anda kepada Qaddafi dan keluarganya?

Al-Aribi: Anda harus menjadi orang Libya agar dapat memahami kebencian kami. Sudah selama 42 tahun dia berkuasa di negeri ini dan telah melakukan tekanan politik dan agama terburuk kepada bangsa ini. Pada masa kepemimpinan Qaddafi, Libya telah menjadi tertawaan dunia. Karena dia (Gaddafi) gila dan membuat malu bangsa dengan melontarkan pernyataan dan bertingkah memalukan. Dia adalah seorang diktator tulen yang selama 42 tahun telah membunuh ribuan warganya sendiri.

Fars: Itu alasan Anda membenci Qaddafi, bagaimana dengan keluarganya?

Al-Aribi: Keluarga dan anak-anaknya, lebih buruk dari Qaddafi. Mereka dengan seenaknya membunuh siapa saja yang mereka tidak sukai, jutaan uang rakyat yang menderita ini mereka hamburkan untuk berfoya-foya di bar-bar Eropa. Seif al-Islam misalnya, membayar lima juta dolar kepada seorang penyanyi Amerika untuk tampil semalam. Apakah orang seperti ini tidak berhak untuk dibenci?

Fars: Anda sekarang disebut sebagai pahlawan di Libya, mengapa?

Al-Aribi: Karena saya yang membunuh Qaddafi.

Qaddafi Ditinggal Sendirian

Fars: Dapat Anda ceritakan kembali perinciannya?

Al-Aribi: Kota Sirte telah jatuh (ke tangan pasukan revolusi). Saya anggota Brigade Benghazi. Bersama dengan beberapa teman, kami memisahkan diri dari brigade dan mulai mencari para pendukung Qaddafi dari rumah-ke rumah. Kami tidak menemukan apapun. Saya usulkan kepada teman-teman untuk pergi ke wilayah al-Hadra. Ketika kami sampai di sana, kami melihat Qaddafi. Saya mengenalnya dari rambut belakangnya yang acak-acakan. Dia bersama dengan beberapa orang sedang melarikan diri. Saya langsung berlari mengejar. Orang yang bersama Qaddafi langsung melarikan diri ketika melihat saya bersama teman-teman saya sedang mengejar. Mereka meninggalkan Qaddafi sendirian. Saya menarik rambut Qaddafi dan menamparnya keras sekali.

Fars: Apa yang dikatakan Qaddafi kepada Anda?

Al-Aribi: Qaddafi mengatakan bahwa saya adalah putranya. Lalu saya kembali menamparnya. Qaddafi kembali mengatakan dirinya seperti ayah saya, mengapa saya memukulinya. Saya sedemikian gugup waktu itu sehingga saya tidak sanggup berbicara. Oleh karena itu saya memaksanya berbaring di atas tanah dan saya mengikatnya kemudian memasukkannya ke dalam kendaraan. Saya ingin membawanya ke kota Benghazi.

Fars: Berarti Anda menangkap Qaddafi dalam keadaan hidup?

Al-Aribi: Iya, dia masih hidup.

Fars: Apakah Anda menembak ketika menangkapnya?

Al-Aribi: Tidak, kami hanya menembak ke udara, dan setelah itu seperti yang saya bilang, saya hanya menarik rambutnya dari belakang.

Fars: Setelah Anda naikkan Qaddafi ke dalam mobil, apa yang terjadi?

Al-Aribi: Saya dan teman-teman saya ingin membawanya ke Benghazi. Qaddafi saya letakkan di atas kap mobil. Akan tetapi teman-teman saya berteriak bahwa kami telah menangkap Qaddafi. Sebab itu , semua orang tahu bahwa mobil kami mengangkut Qaddafi. Brigade revolusoner lainnya menyetop mobil kami. Mereka menyeret turun Qaddafi dari mobil dan memukulinya. Saat itu, masing-masing dari mereka berupaya membawa Qaddafi ke kota mereka masing-masing. Namun saya mengatakan bahwa saya yang menangkapnya dan dia harus dibawa ke Benghazi. Akan tetapi pasukan dari brigade lain tidak terima. Mereka ingin membawa Qaddafi ke Misratah. Saya marah lalu saya menarik pistol saya dan membunuhnya.

Fars: Bagaimana Anda membunuhnya?

Al-Aribi: Dengan pistol saya, saya tembakkan dua peluru ke perut dan dadanya dan di situ saya mengatakan bahwa Qaddafi mati di sini atau pergi ke Benghazi dengan saya.

Fars: Apakah saat itu juga dia meninggal?

Al-Aribi: Tidak, setelah itu kami memasukkannya ke dalam ambulans, akan tetapi dia mati dalam perjalanan.

Fars: Dalam banyak foto kami melihat bahwa Qaddafi bersembunyi di sebuah lubang kecil dan tewas di sana?

Al-Aribi: Berita itu tidak benar, Qaddafi tidak bersembunyi di dalam lorong itu. Tetapi sebelumnya dia menggunakan lubang tersebut untuk bersembunyi. Meski lubang itu tidak jauh dari tempat saya menangkap Gaddafi, tapi dia tidak dalam lubang itu saat saya tangkap.

Fars: Baju apa yang dikenakan Qaddafi dan apa saja yang dibawanya?

Al-Aribi: Ketika saya tangkap dia mengenakan baju militer berwarna cokelat dan membawa sebuah pistol emas yang nantinya pistol itu dibawa oleh Brigade Misrata. Juga membawa dua cincin emas yang salah satunya terukir nama istrinya. Baju dan cincin Qaddafi itu saat ini ada di tangan saya dan insya Allah beberapa hari lagi saya akan menyerahkannya kepada museum Tripoli.

Fars: Apakah Anda pernah membayangkan bahwa suatu hari Gaddafi akan tewas di tangan Anda?

Al-Aribi: Saya yakin bahwa Qaddafi akan tewas dan kami akan menang, tapi tidak, saya tidak pernah membayangkan bisa membunuh Qaddafi.

Fars: Apakah tidak lebih baik Qaddafi diadili?

Al-Aribi: Pengadilannya memang baik dalam beberapa hal, tapi pada akhirnya saya membunuhnya, mungkin ini lebih baik bagi rakyat Libya.

Fars: Mengapa Anda berpedapat kematian Qaddafi lebih baik bagi rakyat Libya?

Al-Aribi: karena jika dia tertangkap dan dipenjara, maka para pendukungnya akan terus berharap dapat membebaskannya dan kami akan kembali berperang. Negara kami akan tidak aman. Akan tetapi setelah kematiannya, maka mereka sudah tidak memiliki harapan lagi.

Fars: Sebagian pihak berpendapat bahwa kematian Qaddafi adalah keinginan Barat sehingga dia tidak diadili, bagaimana menurut Anda?

Al-Aribi: Saya tidak tahu apakah itu kemauan Barat atau tidak, akan tetapi saya secara kebetulan membunuhnya. Seperti yang saya katakan, saya hanya ingin membawanya ke kota Benghazi, mereka mencegah saya maka saya langsung membunuhnya.

Fars: Jika seandainya Anda bertemu Qaddafi untuk kedua kalinya, apakah Anda tetap akan membunuhanya?

Al-Aribi: 100 % akan tetapi mungkin kali ini saya hanya akan menembakkan satu peluru saja. Satu peluru saja dan itu di kepalanya.

Fars: NATO mengklaim bahwa Qaddafi tewas karena bombardir udaranya, bagaimana menurut Anda?

Al-Aribi: Bohong!

Qaddafi Membunuh Paman Saya

Fars: Ketika Anda menembak Qaddafi, apa yang terlintas dalam benak Anda?

Al-Aribi: Semua kejahatan dan kezalimannya selama 42 tahun. Qaddafi menghukum mati salah satu paman saya tanpa sebab. Ketika saya menembaknya, saat itu saya merasa paman saya tersenyum.

Fars: Jika Anda melihat Hosni Mubarak atau diktator lainnya, apakah Anda juga akan membunuh mereka?

Al-Aribi: Tidak, karena saya percaya bahwa setiap diktator harus mati di tangan rakyatnya. Saya ingin Mubarak mati di tangan rakyatnya dan Ali Abdullah Saleh mati di tangan rakyat Yaman.

Fars: Apakah Anda tidak khawatir NATO akan berkuasa di negara ini menggantikan Qaddafi?

Al-Aribi: Saya meyakini tekad bapak Abdul Jalil (Ketua Dewan Transisi Nasional NTC) dan saya yakin dia tidak akan menerima pemerintahan boneka.

Kemenangan Rakyat Libya Bukan Karena NATO

Fars: Apakah kemenangan revolusioner Libya berkat NATO?

Al-Aribi: Sebagian operasi anti-Qaddafi memang mereka yang melakukan, tetapi kemenangan Libya berkat perjuangan rakyatnya.

Fars: Beberapa waktu terungkap dokumen bahwa sebuah perusahaan Inggris telah menandatangani kontrak dengan Libya di sektor minyak.

Al-Aribi: Seperti yang telah saya katakan, saya meyakini tekad Abdul Jalil, dan bahwa dia tidak akan menerima pengkhianatan terhadap Libya.

Fars: Apa harapan Anda sebagai seorang revolusioner?

Al-Aribi: Sebuah negara yang bebas dan demokratis di mana hak seluruh rakyatnya terjaga.

Fars: Sebelumnya bapak Abdul Jalil mengumumkan bahwa Dewan Transisi Nasional (NTC) akan memberi hadiah jutaan dolar kepada orang yang mambunuh Qaddafi. Apakah Anda sudah menerima hadiah itu?

Al-Aribi: Belum, jika saya terima, akan saya kembalikan kepada negara.

Senin, 24 Oktober 2011

Prophetic Leadership Vs Krisis Kepemimpinan

Saat ini di zaman ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan, banyak pemimpin yang terlahir dari proses instan. Masyarakat seakan terhipnotis dengan janji-janji dan ada pula yang menggunakan money politik pada saat pemilihan umum.

Bergantinya rezim pemerintahan dari masa ke masa seolah hanya menjadi sebuah rutinitas sakral dan ajang pertunjukan kekuasaan. Kesejahteraan masyarakat yang menjadi cita-cita utama perubahan hanya menjadi simbol jualan pasar menuju kekuasaan. Belum hadirnya sosok pemimpin yang mampu menopang bangunan yang bernama kesejahteraan itu saat ini masih bersembunyi di perputaran roda waktu. Jika berbicara kepemimpinan, maka kita tengah membicarakan salah satu aspek utama dalam kehidupan.
Fitrah seorang manusia untuk senantiasa membentuk sebuah kelompok. Dan dalam sebuah kelompok akan selalu dibutuhkan seorang pemimpin. Pemimpin adalah orang yang bisa dijadikan rujukan ketika kelompok tersebut mulai menjalankan program-program kerjanya. Kehadiran seorang pemimpin akan memberikan visi dan misi. Jika tidak ada sosok yang mampu mengarahkan sebuah kelompok, maka akan terjadi pembuburan atau kekacauan. Dan sejarah teori kepemimpinan menjelaskan bahwa kepemimpinan yang dicontohkan islam adalah model terbaik. Model kepemimpina yang disebut sebagai Prophetic leadership yang contoh nyatanya adalah orang teragung sepanjang sejarah kemanusiaan Rasullullah SAW.
Saat ini di zaman ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan, banyak pemimpin yang terlahir dari proses instan. Masyarakat seakan terhipnotis dengan janji-janji dan ada pula yang menggunakan money politik pada saat pemilihan umum. Money politic adalah penggunaan uang untuk mendapatkan posisi atau perolehan dukungan dalam mencapai kekuasaan, dan ini bisa berupa uang untuk khidmah kepada masyarakat, agar suatu saat akan memihak kepadanya jika ada pengambilan keputusan.
Jika hal tersebut kemudian dilestarikan makan tentu wajah bangsa ini akan semakin buruk di mata dunia. Di masa depan, semoga saja masyarakat mampu cerdas dalam memilih pemimpin yang benar-benar ikhlas dalam memimpin.

Krisis Kepimpinan
Pakar kepemimpinan John Gardner mengungkapkan bahwa ketika Amerika didirikan, ia memiliki sekitar tiga juta penduduk. Dari jumlah tersebut, muncul enam pemimpin kelas dunia - George Washington, John Adams, Thomas Jefferson, Benjamin Franklin, James Madison, dan Alexander Hamilton. Pada tahun 1987 dengan populasi lebih dari 240 juta penduduk, Amerika seharusnya memiliki 480 pemimpin kelas dunia. Namun dimanakah mereka?
Pertanyaan yang sama bukan saja berlaku di Amerika. Krisis kepemimpinan terjadi di berbagai negara, termasuk tentunya Indonesia. Pertanyaan yang sama juga bukan saja berlaku dalam organisasi dan domain politik, tetapi juga bisnis, pendidikan, sosial, dan religius.
Kofi Annan, dalam Human Development Report (2002:14) yang dirilis United Nations Development Programme (UNDP) mencantumkan sebuah kalimat penting yang menggaris bawahi realita kebangkrutan pemimpin formal di level internasional: Obstacles to democracy have little to do with culture or religion, and much more to do with the desire of those in power to maintain their position at any cost.
Hal ini terlihat misalnya dalam konteks Indonesia. Perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa menuju negara yang demokratis terus tertatih-tatih karena kelangkaan elite politik yang mampu memimpin dengan integritas moral dan kapabilitas kepemimpinan yang profesional. Ketika pejabat pemerintah di berbagai tingkat haus kuasa dan terus ingin berkuasa, maka orientasi melayani rakyat semakin sirna sementara ambisi untuk berkuasa semakin mengental. Sejatinya pemimpin adalah pelayan masyarakat.
Karena itu, seorang pemimpin yang baik selalu berpikir bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakatnya. bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi pemimpin yang baik jika tidak memiliki jiwa sebagai pelayan atau malah selama ini dia dilayani oleh masyarakat. Dia dielu-elukan masyarakat karena popularitasnya, kepiawiannya menyanyi, kecantikan dan kemolekan tubuhnya dan sebagainya.
Yang tidak kalah pentingnya adalah pemimpin harus senantiasa berorientasi pada kebaikan rakyat yang dipimpinnya. Setiap langkahnya harus bermuara pada kebaikan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi rakyatnya.
Menurut Al Quran, seorang pemimpin bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki ideologi agama yang kuat dan memberi contoh perilaku Islami kepada rakyatnya. Sebab, nilai-nilai agama yang dianut seorang pemimpin akan membentuk cara dan paradigma berpikirnya serta setiap keputusan yang akan diambil.

Prophetic Leadership
Dalam waktu singkat, 23 tahun kurang lebih, risalah Rasulullah telah menembus batas-batas akal manusia. Barisan-barisan inti yang kokoh siap melanjutkan risalah yang di bawanya. Pengikut ajarannya pun semakin bertambah banyak. Dalam waktu sekejap sejarah mencatat bahwa ajaran islam yang dibawanya telah meluas dari jazirah kecil tak ternama menjadi sepertiga dunia yang makmur dan digdaya.
Bagaimana Rasulullah menjadi dapat menjadi pemimpin yang demikian hebatnya? Jawabannya hanya satu, karena Rasulullah memimpin dengan kekuatan spiritualitasnya, bukan karena posisi, jabatan, atau sesuatu yang dibeli dengan uang dan kekuasaan. Yang ditaklukan oleh Rasulullah bukan posisi atau jabatan tetapi hati para pengikutnya. Dalam teori kepemimpinan modern, model pemimpin seperti ini dimanakan level 5th leader.
Level 5th leader adalah level pemimpin yang telah melewati level-level sebelumnya. Pada tahap ini seorang menjadi pemimpin karena kekuatan personalnya dan visi serta cita-citanya. Bandingkan dengan orang yang memimpin dengan mengandalkan posisi dan jabatannya atau ia menjadi pemimpin karena membeli kepemimpinan itu dengan harga yang mahal.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, mampukah kita menjadi pemimpin dengan kelas Prophetic leader? Hal pertama yang harus kita sadari bahwa kepemimpinan lahir karena dibentuk. Ia tidak dilahirkan dalam satu malam atau dari rahim istri pemimpin besar. Ia lahir dari perjuangan dan penempaan yang tiada henti. Seperti Rasulullah yang ditempa langsung oleh Allah. Kemudian, sadarilah menjadi pemimpin adalah sebuah pilihan. Transformation in our world never be initiated by many people, itÆs always originated by few selected people. Orang-orang pilihanlah yang akhirnya mampu membuat perubahan besar. Dan pilihan selalu mengandung konsekuensi.
Menjadi pemimpin berarti bersiap untuk menjadi pembelajar. Mungkin kita harus belajar memimpin dengan menggunakan posisi atau jabatan tertentu. Tidak masalah, teruslah belajar dan jadilah pemimpin yang dapat merangkul semua elemen kerja. Buktikanlah hasil dari kepemimpinan kita dan pupuk selalu kredibiltas pribadi hingga akhirnya orang mengikuti kita karena raihan atau prestasi bagus yang telah kita capai.
Kemudian, teruslah belajar, masukkanlah nilai-nilai spiritual dalam kepemimpinan kita, dan akhirnya buatlah orang lain menjadikanmu pemimpin mereka karena semua kualitas pribadi kita dan daya pikat spiritulitas kita pada mereka. Itulah Prophetic Leader yang bukan hanya memenangkan posisi sebagai pemimpin, tetapi juga memenangkan hati para pengikutnya.
Mungkin kita tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin sekaliber Rasulullah. Tetapi, bukankah meneladani beliau adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim? Terakhir, jika kita ditanya mengapa kita harus dan wajib menjadi seorang pemimpin, jawablah dengan Karena sesungguhnya seorang pemimpin yang adil adalah orang yang paling bermanfaat bagi sekitarnya, dan sebaik-baiknya muslim adalah muslim yang paling bermanfaat bagi sekitarnya, tidakkah kita ingin menjadi yang terbaik?!

Oleh:
Wawan Kurniawan
Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM

Menggugat Ketidakadilan PBB

Dewasa ini yang menjadi masalah mendasar dari PBB adalah demokratisasi, restrukturisasi, dan reformasi. Gagasan reformasi PBB yang sudah bergulir lebih dari satu dekade, tetapi pada kenyataannya perubahan yang diinginkan tersebut sampai saat ini masih jauh dari harapan.

Janganlah bertindak sebagai tangan kanan yang buta dari kolonialisme. Jika tuan bertindak demikian, maka tuan pasti akan membunuh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa ini, dan dengan begitu tuan akan membunuh harapan dari berjuta-juta manusia, yang tiada terhitung itu dan mungkin tuan akan menyebabkan hari depan mati dalam kandungan.
Ungkapan yang diucapkan lantang oleh Presiden Sukarno, saat berpidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tanggal 30 September 1960 di New York, Amerika Serikat (AS), merupakan kritikan yang sangat pedas menelanjangi peran PBB sebagai kaki-tangan Barat, terutama AS dalam menanamkan hegomoni politiknya di fora internasional.
Keberanian Sukarno dalam memberikan kritikan bukan tanpa alasan, tata dunia yang dibangun berdasarkan semangat multilateral dalam menjaga perdamaianan dan keamanan internasional untuk kesejahteraan umat manusia di dunia sebagaimana yang tercantum dalam Piagam PBB, telah mengalami penjimpangan. Negara-negara great power yang diberi amanah melalui keistimewaan hak veto yang dimilikinya hanya memperjuangkan kepentingan nasionalnya masing-masing.
PBB sebagai organisasi multilateral yang lahir sebagai product pasca Peran Dunia II, realitasnya hanya mengakomodasi pada negara-negara yang menang perang dalam konteks politik internasional. Ironisnya, kritikan yang disuarakan Sukarno 51 tahun yang lalu terhadap peran yang dimaikan PBB dalam menjaga perdamaian dan keamananan dunia sampai di hari jadinya yang ke-66 (24 Oktober) masih terus mewarnai organisasi ini karena dianggap tidak mencerminkan aspirasi dari anggotanya dalam membuat keputusan.
Sehingga, wacana untuk melakukan reformasi di tubuh PBB agar lebih adil bagi anggota-anggotanya terus bergulir dan menjadi perdebatanan sejak digulirkan pertamakali tahun 1990-an. Salah satu kasus yang paling menonjol dan selalu menjadi kritikan masyarakat internasional menyangkut penyelesaian masalah Palestina, PBB dianggap mandul dalam menyelesaikannya akibat dari intervensi AS yang memveto setiap resolusi yang dianggap merugikan kepentinganan Israel.

Agent Reliable
Perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) telah menjadi isu yang mengemuka dalam kajian Studi Ilmu Hubungan Internasional Pasca Perang Dingin. Negara-negara Barat terutama AS memandang bahwa penegakan HAM dapat dilakukan dengan cara pemaksaan (kekerasan) terhadap negara-negara yang dianggap melangarnya.
Dasar pemikiran inilah yang digunakan untuk menghukum rezim Khadafi yang dianggap tidak memiliki political will untuk menerapkan prinsip responsibility to protect guna melindungi warga negaranya yang dianggap melangar norma yang berlaku dalam masyarakat internasional. Prinsip ini berdasarkan Resolusi Majelis Umum dalam forum The UN World Summit in 2005, sebagai landasan bagi anggota PBB untuk memberikan perlindungan terhadap warga sipil.
Atas dasar itulah, Dewan Keamanan (DK) PBB kemudian mengeluarkan Resolusi No 1970, tanggal 26 Pebuari 2011 yang berisi himbauan kepada seluruh anggota PBB untuk melakukan langkah-langkah kolektif untuk menghukum rezim Khadafi. Dalam perkembangannya karena Resolusi No 1970, masih dianggap tidak cukup efektif dalam pelaksanaannya, maka DK PBB kemudian mengeluarkan Resolusi No 1973, tanggal 17 Maret 2011 yang menerapakan zona larangan terbang guna melindungi masyarakat sipil dari serangan pasukan Muamar Khadafi.
Lahirnya resolusi tersebut merupakan menerapkan prinsip responsibility to protect yang menjadi dasar bagi PBB dalam mengambil tindakan tegas terhadap Libya. Prinsip ini juga menjadi basis legitimasi yang digunakan Perancis, Inggris, dan AS (NATO) untuk melakukan intervensi ke Libya.
Dengan alasan demokrasi dan kemanusiaan sebagai bagian dari prinsip responsibility to protect, PBB telah merestui tindakan NATO. Ironisnya, operasi militer tersebut telah membunuh warga sipil tidak berdosa di Libya. Disamping itu, pada saat bersamaan PBB malah menutup mata, ketika Arab Saudi negara paling monarkhis dan anti-demokrasi di dunia, mengirim tank dan pasukan militer untuk menindas demonstran pro-demokrasi di Bahrain.
PBB pun menutup mata saat pesawat tempur dan militer Israel kembali menggempur warga sipil yang tidak berdosa di Jalur Gaza, Palestina. PBB juga telah melakukan pembiaran terhadap warga sipil Somalia dan menjadikannya sebagai negara gagal tanpa adanya tindakan kongret dari PBB. Dengan demikian, prinsip responsibility to protect terkesan hanya dijadikan alasan pembenaran bagi AS yang menggunakan PBB sebagai alat untuk menanamkan hegomoni politik internasionalnya dengan pendekatan ekonomi politik. Sehingga, PBB sebagai agent reliable international dipertanyakan.

Reformasi PBB
Dewasa ini yang menjadi masalah mendasar dari PBB adalah demokratisasi, restrukturisasi, dan reformasi. Gagasan reformasi PBB yang sudah bergulir lebih dari satu dekade, tetapi pada kenyataannya perubahan yang diinginkan tersebut sampai saat ini masih jauh dari harapan.
Komposisi dalam tubuh DK PBB sudah tidak lagi mencerminkan komposisi negara-negara di dunia. Dimana, reformasi keanggotaan perlu ditinjau bukan lagi dari perspektif sonsiliasi pasca Perang Dingin. Dengan demikian, selama struktur dan komposisi DK termasuk hak veto hanya dimiliki oleh lima anggota tetap tidak diubah, maka tidak akan ada keadilan dalam menangani barbagai masalah global yang di hadapi dunia saat ini.
Setidaknya, bila penghapusan hak veto sulit dilakukan kareana akan merubah Piagam PBB, maka setidaknya perlu adanya pembatasan penggunaan hak veto melalui komitmen dari anggota tetap (great power), dimana hak veto tidak digunakan ke arah tindakan yang dimaksudkan untuk pelaksanaan resolusi yang sudah diadopsi DK PBB agar terjadi prinsip keadilan bagi setiap anggotanya.
Selama ini problematika hak veto selalu membayangi legitimasi DK PBB. Dengan hak veto anggota tetap setiap saat dapat mempengaruhi terjadinya perubahan subtansi secara besar-besaran dari suatu resolusi. Bahkan, hak veto mampu mengancam terbitnya resolusi yang dianggap tidak menguntungkan negara pemilik hak veto maupun sekutunya.
Sebagaimana ancaman AS yang akan melakukan veto atas keingginan Palestina menjadi anggota penuh PBB. Di sisi lain, di antara anggota tetap selalu mengancam untuk menggunakan hak vetonya dalam suatu forum konsultasi tertutup agar kepentingan mereka masing-masing dapat terpenuhi tanpa samasekali memperdulikan subtansi permasalahan.
Peran DK sebagai pemegang otoritas penjaga perdamaian dan keamanan internasional praktis tidak optimal akibat adanya pertentanagn kepetingan masing-masing ke-5 anggota tetap sebagai pemegang veto power.
Ada dua tujuan utama yang hendak dicapai dalam reformasi DK PBB. Pertama, untuk menciptakan struktur PBB yang mewakili konstelasi politik dunia dewasa ini, termasuk keterwakilan negara-negara berkembang karena struktur keanggotaan saat ini tidak mencerminkan peta politik dunia kontemporer.
Kedua, meningkatkan peran dan kapasitas PBB dalam mengatasi persoalan-persoalan soft politics yang dihadapi anggota-anggotanya pasca Perang Dingin-seperti; kemiskinan, energi, pangan, terorisme, dan lingkungan hidup. Sehingga, diperlukan kesadaran dan partisipasi seluruh anggotanya dengan PBB sebagai sentralnya.

Oleh;
Aspiannor Masrie
Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fisip Unhas

Minggu, 23 Oktober 2011

Empat Permasalahan Pemicu Gejolak Papua

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut ada empat permasalahan mendasar yang memicu gejolak di Papua. Menurutnya, gejolak itu telah diprediksi sejak beberapa tahun lalu, namun pemerintah terkesan abai menanganinya.

"Ada empat permasalahan mendasar di Papua," kata Hasauddin di Jakarta, Minggu (22/10/2011) malam. Pertama, masih adanya perbedaan persepsi masalah integrasi Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, pemerintah menganggap masalah Papua telah final sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Kedua, adanya marjinalisasi terhadap penduduk asli Papua. Sayangnya, Hasanuddin tidak merinci bentuk marjinalisasi tersebut. Ketiga, masih adanya pelanggaran HAM yang terus terjadi kendati memasuki era reformasi.

Keempat, masalah otonomi khusus (Otsus) yang dianggap masyarakat Papua tak jalan. Hasanuddin berpendapat semua masalah tersebut tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

"Sementara itu pemerintah pusat lamban menanganinya bahkan cenderung menyalahkan pemerintah daerah," ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Anggota Komisi I DPR Max Sopacua menilai munculnya Kongres Rakyat Papua III yang berlangsung di Padang Bulan, Abepura, Jayapura beberapa hari lalu, akibat kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah setempat.

Dari kunjungan kerja Komisi I ke Papua, kata Max, diperoleh fakta perlunya sistem kerja terpadu antara gubernur, bupati, wali kota serta kepala suku untuk mensosialisasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sistem informasi atau sosialisasi mengenai Indonesia, itu harus merata dilakukan semua pihak di sana," ujar Max di Gedung DPR Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Menurut politikus Partai Demokrat ini, sosialisasi tidak hanya dibebankan kepada pemerintah pusat melainkan pemerintah daerah setempat. Hal itu karena persoalan kultur yang berbeda.

"Persoalannya adalah masalah kultur. Ketika kita bicara mengenai kultur, harus ada sinergi dengan orang daerah. Tidak bisa orang pusat melakukan semua sosialisasi yang tidak mengerti masalah kultur di sana," paparnya.

Jika hal itu dilakukan pemerintah tidak perlu meragukan tingkat kesetiaan masyarakat Papua terhadap NKRI. Max menambahkan, saat terjadi Kongres Rakyat Papua III kemarin, ada kelompok yang tidak setuju antara lain, Operasi Papua Merdeka (OPM), Gerakan Merah Putih, dan Gerakan Mahasiswa Indonesia Papua.

"Karena mereka tetap berprinsip bahwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1999 sudah final. Jadi, Papua merupakan bagian integral NKRI," tandasnya. Selain kurangnya sosialisasi, masalah ekonomi juga dinilai menjadi pemicu munculnya gerakan separatis di Papua.

"Masalah ekonomi pembagian lahan yang menyangkut hak hidup. Di sana ada Freeport yang sebagian besar dilihat masyarakat tidak mencerminkan keberadaan lahan hasil bangsa dan negara untuk rakyat. Itu perlu kita sadari sejak awal," ucapnya.

Kotor, UNESCO Ancam Coret Candi Borobudur dari Daftar Warisan Budaya Dunia

Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Alasannya candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kotor dan tidak terawat.

Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO usai pemugaran 1973-1983 silam tersebut kini terlihat kusam dan kotor. Sampah pengunjung terlihat di sana sini. Bahkan di beberapa sudut bau kencing sangat menyengat.

Kepala unit Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno mengatakan sehubungan dengan adanya ancaman PBB tersebut, pihak pengelola segera melakukan beberapa langkah pembenahan. Salah satunya adalah membenahi masalah kebersihan di lingkungan candi. Namun untuk menjaga kebersihan kompleks candi yang begitu luas, diperlukan peran serta kesadaran masyarakat pengunjung candi.

Sangat disayangkan dan memalukan jika ancaman pencabutan status dari UNESCO tersebut sampai terlaksana hanya karena kita tak mampu merawat. Tapi semuanya itu kembali tergantung pada kesadaran masyarakat Indonesia sendiri.

Presiden Chavez Terjungkal "Umur"

Ihwal Presiden Venezuela Hugo Chavez mengidap penyakit kanker ternyata berbuntut panjang. Awalnya, kala itu, dokter pribadi Presiden Chavez, Salvador Navarette pernah mengatakan umur presiden tinggal dua tahun lagi. Waktu itu, seakan tak ada harapan bagi Presiden Chavez.

Kendati demikian, usai melewati tahapan-tahapan pengobatan di Kuba, Presiden Chavez malahan mengklaim dirinya sudah sembuh. "saya sudah sembuh," kata Chavez.

Boleh jadi, sebagaimana warta AP dan AFP pada Sabtu (22/10/2011), gara-gara ucapannya itulah, Navarette memilih meninggalkan Venezuela. Mantan dokter pribadi Presiden Chavez itu, kini, ditengarai cemas akan keselamatannya andai masih tetap bercokol di Venezuela.

Dalam pernyataan yang dirilis pekan lalu itu, Navarette menyatakan Presiden Chavez mengidap kanker yang sangat berbahaya. Namun, akibat pernyataan ini, polisi sempat mendatangi tempat kerjanya dan memeriksa semua data yang ada di dalam komputernya.

Melalui surat terbuka yang dimuat surat kabar setempat, Navarette menambahkan aparat keamanan memaksa dia dan keluarganya pergi dari Venezuela ke tempat yang dirahasiakan.

Dalam sebuah wawancara dangan majalah Milenio terbitan Meksiko, Navarette mengatakan dia mendapat informasi dari keluarga presiden soal kanker ganas yang menyerang tulang pinggul Chavez. "Saya khawatir presiden dan orang dekatnya tidak memahami betapa berbahayanya penyakit itu sehingga pengobatan dilakukan dengan penuh rahasia," kata Navarette yang menjadi dokter pribadi Chavez sekitar 10 tahun lalu.

Pulih

Pada Kamis (20/10/2011), Presiden Chavez -sekembalinya dari pemeriksaan rutin di Kuba- menyatakan penyakit kanker yang dideritanya sudah sama sekali pulih.

Sejatinya, kondisi kesehatan Hugo Chavez menjadi spekulasi semenjak diagnosa soal penyakit kanker dipublikasikan Juni lalu. Chavez, memang, mengumumkan detail kecil soal penyakitnya itu. Alhasil, ucapannya itu hanya menambah spekulasi bahwa penyakit sang presiden lebih parah dari yang diumumkan kepada publik.

Meski sakit, Chavez berambisi untuk kembali ikut dalam pemilihan presiden pada 2012. Kalau ia menang, Chavez menduduki jabatan presiden untuk enam tahun berikutnya.

Empat bulan lalu Chavez berangkat ke Kuba untuk menjalani pembedahan dan dia mengatakan sejak saat itu sudah melakukan empat kali kemoterapi. "Semua berjalan lancar. Saya memperoleh nilai tertinggi, 20," kata Chavez kepada wartawan sekembalinya dari Kuba.

Bulan lalu, Chavez membantah pemberitaan yang dilansir berbagai media Amerika Serikat yang mengabarkan dia harus dilarikan ke rumah sakit karena gagal ginjal akibat operasi kankernya.

Para dokter memperingatkan secara umum pasien harus menunggu sekitar dua tahun sebelum benar-benar dinyatakan terbebas dari bahaya penyakit kanker.

Steve Jobs: Android adalah Produk Curian

Steve Jobs dan Android memiliki sejarah hubungan yang tidak baik. Bahkan dalam sebuah wawancara beberapa waktu sebelum dia meninggal dunia, Steve mengatakan bahwa Android adalah produk curian.

Hal itu disampaikan Steve Jobs dalam sesi wawancara untuk kepentingan biografi Steve Jobs. "Saya akan menghancurkan Android, karena ia adalah barang curian," demikian ujar Steve pada Walter Isaacson, sang penulis buku "Steve Jobs".

Hubungan Apple-Google memanas tatkala mantan CEO Google Eric Schmidt mengundurkan diri dari posisinya di dewan direksi Apple terkait peluncuran Android. Diberitakan, Steve Jobs merasa dikhianati atas aksi Schmidt.

"Saya akan meluncurkan perang termonuklir atas ini," tegas Steve dalam biografinya seperti yang dikutip detikINET dari Cnet, Jumat (21/10/2011).

Pernyataan Steve tersebut tentu berhubungan dengan tuntutan hukum yang berkali-kali diajukan oleh Apple pada para partner Android. Misalnya Samsung dan HTC serta vendor lainnya.

Dilaporkan, kini Android besutan Google posisinya makin kuat di pasar. Menurut biro riset ComScore, sistem operasi Android dipakai di 43,7% smartphone di Amerika Serikat, lebih unggul dari Apple yang memiliki persentase 27,3%.

Virus Komputer Dompleng Kematian Kadhafi

Tewasnya Muammar Khadafi begitu populer di dunia maya. Hal inilah yang dimanfaatkan para penjahat cyber untuk melancarkan aksinya.

Hal tersebut dilaporkan salah satu lembaga keamanan internet yang menemukan email palsu mengatasnamakan Agence France-Presse (AFP), portal berita asal Perancis. Dalam email tersebut, calon korban diiming-imingi konten foto penangkapan Khadafi yang berlumuran darah.

Dikutip detikINET dari AFP, Sabtu (22/10/2011), di dalam email tersebut terselip sederet baris kode jahat yang dirancang untuk menyerang komputer berbasis Windows.

"Hacker menyebarkan email palsu berisikan foto pembunuhan Khadafi yang didapat dari AFP. Hal ini dilakukan untuk menipu calon korban agar percaya dan meneruskan email tersebut ke pengguna lain," pungkas Graham Cluley, konsultan keamanan komputer dari Sophos.

AFP sendiri mengaku telah memposting sejumlah foto penangkapan Khadafi, tapi tidak disebarkan melalui email. Seperti yang dilakukan para peretas tersebut.

Hingga kini belum ada catatan resmi tentang korban yang tertipu, namun yang jelas program jahat itu dirancang untuk mencuri informasi serta mampu menggendalikan komputer korbannya.

Tersangka Kongres Papua III Dikenai Pasal Makar

Enam tersangka Kongres Rakyat Papua III di Abepura, Jayapura, dikenai pasal perbuatan makar. Mereka adalah Forkorus Yaboisembut, Edison Waromi, August M Sananay Kraar, Dominikus Sorabut, Gat Wenda, dan Selfius Bobii
"Pelaku diduga melanggar hukum, dugaan makar, Pasal 106 KUHP makar dengan maksud supaya seluruh atau sebagian wilayah negara jatuh ke tangan musuh atau memisahkan bagian negara dengan yang lain dan ini diancam dengan pidana penjara ya," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (22/10/2011).
Polisi menyita kartu peserta kongres, surat pemberitahuan kepada media untuk meliput acara, surat administrasi untuk merekrut peserta kongres, dan peralatan yang digunakan dalam kongres.
Boy menegaskan, polisi tidak mungkin diam terhadap segala perbuatan makar yang dilakukan sekelompok orang. "Kita menyadari bahwa Provinsi Papua merupakan wilayah NKRI. Oleh karena itu, jika ada warga melakukan upaya-upaya melalui kegiatan yang mengarah pada upaya memisahkan diri dari NKRI tentu aparat harus bertindak menegakkannya hukum," jelasnya.
Ia mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk membangun situasi yang kondusif di Jayapura. Tokoh agama dan tokoh masyarakat, katanya, agar berdiskusi dan membangun rasa damai dan melindungi wilayah-wilayah Indonesia agar tidak dipisahkan begitu saja.
Seperti diberitakan, Polisi membubarkan Kongres Rakyat Papua III, Senin (17/10/2011) di Abepura, Papua. Acara yang dihadiri sekitar 5.000 peserta itu digelar di Lapangan Zakheus, Abepura. Otoritas Nasional Papua Barat (West Papua National Autority/WPNA) merekomendasikan Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yaboisembut sebagai Presiden Republik Demokratik Papua Barat.
Rekomendasi itu mereka sampaikan dalam pandangan politik yang dibacakan oleh Frans Kapisa di tengah-tengah kongres. Selain itu, mereka juga merekomendasikan Presiden ONPB Edison Waromi sebagai Perdana Menteri.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Buat Apa Kekayaan Khadafi 800 Triliun?

Kekayaan memang tidak selamanya menjamin hidup bahagia. Kekayaan tidak sepenuhnya adalah jaminan kebahagiaan. Tidak semua orang kaya bahagia. Tidak semua orang yang kaya raya juga bisa hidup tenang dan bahagia. Kekayaan dan kekuasaan mungkin adalah dua hal yang paling dicari dalam sejarah peradaban umat manusia di seluruh dunia. Tapi dua hal itu jugalah yang seringkali merusak dan menghancurkan peradaban manusia.

Kekayaan yang diperoleh dengan jalan yang keliru, dan juga tidak dimanfaatkan dengan benar akan berujung pada kesia-siaan. Seorang filsuf terkenal bernama Aristoteles pernah mengatakan bahwa setiap warga negara harus diperkenankan untuk memiliki harta dan kekayaan pribadi. Tapi yang dipersoalkan Aristoteles adalah dengan cara bagaimanakah kekayaan itu diperoleh? Apakah upaya untuk memperoleh kekayaan itu sesuatu yang alami atau tidak? Apakah upaya memperolehnya sesuai dengan kodrat atau tidak? Lalu pertanyaan selanjutnya kita munculkan, apakah kekayaan yang diperoleh sudah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin?

Di dunia ini banyak sekali orang kaya. Orang kaya sudah berganti-ganti sepanjang sejarah umat manusia. Tapi faktanya juga adalah bahwa orang miskin masih sangat jauh lebih banyak dibanding mereka yang kaya. Dari sejak dulu manusia-manusia paling kaya di dunia sudah bermunculan. Lalu siapa manusia paling kaya yang pernah hidup dan kekayaannya tercatat? Mungkin ada yang bilang tentu saja Raja Salomo atau Raja Daud, tapi menurut beberapa catatan bahwa Rameses II, yang sekarang rangka dan patungnya menjadi tontonan di Museum Kairo dan pernah dipajang di iklan rokok, adalah pernah menjadi manusia terkaya yang dijuluki “miliuner sepuluh kali lipat.” Ford, Rockefeller, Croesus tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan “kegemilangan matahari terbenam dari dinasti kerajaan di Mesir” ini.

Firaun yang paling terkenal ini menaklukkan seluruh raja dari Nubia hingga Suriah dan mengambil upeti yang besar dari mereka. Ia mengeksploitasi tambang emas Nubia demi kantungnya atau orang Manado bilang popoji-nya sendiri selama kurun waktu 67 tahun.

Lalu siapa manusia berpendapatan terbanyak pertahun? Upah terbanyak yang pernah diterima oleh siapa pun adalah upah almarhum Franz Joseph I, seorang Kaisar Austria. Jumlahnya mencapai $4.412.000 atau 22.060.000 Kronen per tahunnya. Itu barulah upahnya, belum termasuk pendapatan-pendapatan dari sumber lain. Seumur hidupnya, Franz Josef berhasil menarik $274.600.000 dari negara Austria. Jumlah tersebut adalah lebih banyak 25 kali lipat daripada upah gabungan seluruh Presiden Amerika Serikat yang pernah ada.

Nah, kalau masa kini kira-kira siapakah orang paling kaya? Memang benar ada Carlos Slim, Bill Gates, dan Warren Buffet. Tapi pernahkah terpikir tentang seorang bernama Muammar Khadafi? Seseorang yang telah memunculkan ‘citra’ baru di negara yang dipimpinnya. Bahwa Khadafi adalah Libya, tapi Libya juga adalah Khadafi. Negara itu seakan-akan adalah miliknya. Tidak boleh ada seorang pun yang menentangnya atau berbicara tentang demokrasi di negaranya itu.

Seperti apa sesungguhnya kekayaan Khadafi ini? Memang ada banyak versi tentang kekayaan Khadafi. Mari kita lihat beberapa di antaranya. Koran Belanda De Volkskrant dengan Rp.729,4 triliun. Serta 40 Miliar USD atau sekitar Rp. 352,7 triliun kekayaan tersebut ada di bumi Libya.
Khadafi mempunyai sejumlah saham di Belanda, diantaranya adalah di perusahaan minyak Tamoil. Perusahaan ini memiliki 160 SPBU yang tersebar di kota-kota di negara Belanda. Tamoil meraih laba bersih 26 Juta Euro di tahun 2009 lalu.


The Guardian menyebutkan bahwa kekayaan Khadafi mencapai 61,8 Miliar Poundsterling atau setara dengan Rp.876,6 triliun dalam bentuk asset yang tersebar di seluruh dunia. Sementara WikiLeaks menulis bahwa Khadafi mengontrol asset likuid, artinya bisa dipergunakan kapan saja ia mau senilai 32 miliar USD (200-an triluan lebih). Khadafi itu luar biasa kaya. Hasil yang diperoleh selama menjadi diktator di Libya, dalam kurun waktu 42 tahun.


Tidak hanya itu, menurut catatan juga adalah bahwa khadafi ternyata memiliki saham di bank terbesar di Italy yaitu Unicredit. Ia juga punya saham di pabrik peralatan perang Finmeccanica. Masih belum cukup, keluarga Khadafi ternyata juga memiliki saham di salah satu klub sepakbola raksasa di Italy, Juventus. Cakarnya menggurita kemana-mana dan kekayaannya terus menumpuk.Bisa jadi, ia orang paling kaya di dunia ketika masih di tampuk kekuasaannya.

Pertanyaan yang kembali muncul, apa gunanya kekayaannya itu ketika ia sendiri akhirnya tidak merasakannya dan menikmatinya secara normal, wajar, dan langgeng? Ia yang begitu kaya akhirnya harus “menikmati” peperangan demi peperangan yang berupaya menggulingkan kekuasaannya. Ia kemudian kalah dan terusir. Di tengah-tengah kegemilangan kekayaannya yang menumpuk—bayangkan saja ratusan triliun!— tapi harus lari ke sana-sini demi menyelamatkan diri. Hidup di goa dan gorong-gorong bawah tanah supaya tidak tertangkap.

Hidup seperti hewan tanah yang bersembunyi di lobang-lobang bawah tanah. Kebahagiaan apalagi yang mau dikecap kalau sudah begitu keadaannya? Merana di tengah harta yang melimpah. Kaya tapi miskin. Kaya harta miskin kebebasan. Tidak lagi ada freedom to live.Saya tidak ingin membahasnya dari segi politik, tapi dari sudut pandang yang lain. Bahwa ada pelajaran berharga bagi semua kita yang berprinsip menimbun kekayaan sebanyak-banyaknya. Apalagi kalau itu diperoleh dengan jalan yang tidak benar. Ingatlah bahwa itu semua hanya sementara. Tidaklah kekal dan abadi.

Puncaknya adalah ia harus mati terbunuh. Kekayaannya tidak mungkin lagi ia bawa mati. Triliunan hartanya boleh saja membuat kuburannya menjadi yang termegah di dunia. Terbuat dari emas, intan, dan permata. Tapi semuanya sia-sia, ia tidak bisa lagi menikmatinya. Itu pun kalau harta melimpahnya tidak diambil alih oleh negara. Kita jadi kembali teringat apa yang dikatakan Aristoteles tentang bagaimanakah cara harta kekayaan itu diperoleh? Lalu kita bertanya apa yang sudah dilakukan dengan harta kekayaan yang diperoleh itu? Ketika Tuhan menitipkan kekayaan melimpah kepada kita, tentu IA juga meminta pertanggungjawaban kita atas titipannya itu. Yang pasti, kalau kekayaan itu diperoleh dengan jalan tidak benar, itu tentu bukan titipan Allah, tapi kita merampok, mencuri, mengorupsinya.

Libya dan Ketergantungan Minyak Eropa

Libya tercatat sebagai salah satu pemasok minyak penting bagi Eropa. Gangguan keamanan akibat munculnya pemberontak Libya sebelum meninggalnya pemimpin Libya, membuat sejumlah fasilitas minyak terhenti dan berdampak pada melonjaknya harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu.

Kini, meninggalnya Muammar Khadafi diharapkan bisa mengakhiri semua ketidakpastian di negeri yang sarat minyak tersebut. Para ahli menilai, tewasnya Khadafi akan memiliki dampak langsung yang sedikit terhadap harga minyak, namun bisa menghapuskan ancaman harga minyak kedepan yang sudah lama menggantung.

"Ini sebenarnya berarti sedikit untuk pergerakan harga minyak mentah hari ini, namun telah menghapuskan satu dari serangkaian faktor risiko ke berlanjutnya produksi minyak Libya," ujar Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/10/2011).

Reaksi pasar terhadap meninggalnya Khadafi seperti diprediksi tidak terlalu besar. Pada perdagangan Kamis (20/10/2011), minyak WTI pengiriman November turun 81 sen menjadi US$ 85,30 per barel. Minyak Breng pengiriman Desember naik 1,38 dolar menjadi US$ 109,76.

Belajar dari kasus di Irak yang kisru setelah perang, pasar justru khawatir tewasnya Khadafi akan membuat konflik berkepanjangan yang bisa membekukan produksi minyak di Libya.

"Kerusakan ekonomi dari isu keamanan kronis yang sangat beragam di beberapa produsen telah mengganggu pasar minyak dalam beberapa waktu terakhir," jelas Eagles.

"Produksi di Irak setelah perang kedua, di Nigeria dan Kolombia, diantara mereka, semuanya telah diganggu oleh aktivitas pemberontak, sehingga pemusnahan kaum protagonis itu telah memberikan kenaikan keamanan yang tinggi," imbuhnya.

Sebelum revolusi yang dimulai pada Februari tahun ini, produksi minyak mentah di Libya tercatat sebesar 1,4-1,6 juta barel per hari untuk jenis light sweet. Namun jenis minyak di Libya kualitasnya cukup bagus dan jarang ditemui. Sekitar 85% produksi minyak Libya diekspor ke Eropa, dan berkurangnya ekspor akibat gangguan pemberontakan tersebut telah membuat harga minyak Brent melonjak tajam dibandingkan jenis WTI.

Sementara fasilitas di hulu sudah berada di tangan National Transitional Council dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah ladang minyak yang tersebar di seluruh gurun sangat banyak dan tidak terkontrol.

"Dengan kepergian Khadafi, kaum loyalis kemungkinan menjadi tidak bermoral dan mengabaikan akibatnya. Hal ini sebaliknya, bisa membuat perusahaan minyak internasional lebih mudah untuk kembali ke area yang sudah dipandang secara khusus bergejolak karena kehadiran pasukan pro-Khadafi,"ujar analis dari Barclays.

Namun ada peringatan dari bank yang berbasis di London tersebut. "Kami percaya bahwa tantangan keamanan yang serius hadir di Libya yang dapat mengganggu upaya memulihkan produksi minyak di Libya secara penuh," tegas mereka.

Pejabat Perdana Menteri Libya Mahmud Jibril sebelumnya meyakini produksi minyak mentah negara tersebut bisa dipertahankan antara 500.000-600.000 barel perhari hingga akhir tahun, dan meningkat lagi pada kuartal I tahun 2012.

Libya, dengan produksi rata-rata sebesar 1,3 juta barel per hari, merupakan pemasok 2% dari total minyak di dunia. Namun hanya beberapa negara yang bisa menyuplai minyak setara dengan tingkatan jenis light sweet, yang banyak digunakan untuk sebagian besar kilang di dunia.

ENI (Italia), BP (Inggris), Total (Prancis), Repsol YPF (Spanyol) dan OMV (Austria) sebelumnya merupakan produsen minyak terbesar di Libya, hingga pemberontakan terjadi. Sejumlah perusahaan Amerika seperti Hess, ConocoPhillips dan Marathon juga membuat kesepakatan dengan rezim Khadafi. Menurut NY Times, Libya hanya memasok kurang dari 1% kebutuhan impor minyak AS.

Italia dalam beberapa tahun terakhir tergantung dari Libya, dengan 10% impor berasal dari negara tersebut. Prancis, Swiss, Irlandia dan Austria juga tergantung pada Libya, dengan impor mencapai 15% dari kebutuhannya sebelum konflik melanda Libya.

Pentingnya Libya bagi Prancis ditunjukkan saat Presiden Nicholas Sarkozy mengundang pempimpin pemberontak dari national transitional council, Mustafa Abdel-Jalil ke Paris untuk konsultasi beberapa bulan lalu.

Sementara meski ketergantungan AS terhadap minyak dari Libya sangat sedikit, namun pengurangan produksi minyak dengan kualitas tinggi di pasar dunia telah mendongkrak harga minyak dan bensin di AS.

PetroChina Temukan Cadangan Gas Besar di Papua

Ladang gas baru ditemukan di Sorong, Papua oleh perusahaan migas PetroChina International. Jumlah cadangan gas mencapai 5,867 juta kaki kubik per hari.

Dalam keterangan perseroan yang dikutip, Jumat (21/10/2011), selain gas ladang tersebut juga menghasilkan kondensat sebesar 137 BCPD (barel kondensat per hari). Sumur tersebut dibor Juni 2011 dan diselesaikan September 2011.

Penemuan cadangan baru tersebut akan menambah jumlah produksi gas yang dihasilkan PetroChina dari Blok Kepala Burung PSC, yang saat ini besarnya sekitar 7 ribu setara barel minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD).

Penemuan ini akan menambah jumlah produksi gas dan minyak nasional, terutama menambah pasokan atas kebutuhan gas regional yang kian meningkat.

Temuan lapangan North Klalin ini berada pada lokasi berdekatan dengan lapangan produksi lainnya, sehingga dapat diharapkan terjadi percepatan produksi dan pengembangan lapangan ini. Diharapkan lapangan ini mulai berproduksi awal tahun depan.

Kronologi Penangkapan dan Penembakan Khadafi

Setelah melakukan pelarian selama berbulan-bulan, Muammar Khadafi akhirnya berhasil ditangkap dalam keadaan tewas. Khadafi harus mengakhiri hidup setelah diserang pasukan revolusioner di Sirte, yang merupakan tempat kelahirannya.

Berikut ini adalah kronologi kejadian penangkapan dan penembakan Khadafi, menurut Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, seperti dilansir CNN, Jumat (21/10/2011).

- Setelah mengambil alih kota Bani Walid pada awal pekan ini, pasukan Dewan Transisi Nasional Libya mengalihkan perhatian mereka ke kota Sirte.

- Jet tempur Prancis dan sebuah pesawat tak berawak menembakkan rudal Hellfire. Namun seorang pejabat mengatakan bahwa Khadafi selamat dari serangan.

- Sekitar tengah hari pada Kamis, pejabat Dewan Transisi Libya mengumumkan bahwa para pejuang mereka telah menguasai Sirte.

- Pada siang harinya, Khadafi ditangkap hidup-hidup dan dalam kondisi sehat di Sirte. Dia tidak melalukan perlawanan ketika ditangkap.

- Pada saat ditangkap, Khadafi mengenakan kaos dan celana panjang sambil membawa pistol.

- Ketik hendak dibawa dipindahkan ke dalam kendaraan yang akan membawanya ke Misrata, Khadafi ditembak di lengan kanan.

- Pasukan Dewan Nasional Transisi memasukkan Khadafi ke dalam kendaraan. Terjadi baku termbak antara pasukan dewan dan pasukan loyalis Khadafi.

- Terperangkap dalam baku tembak tersebut, Khadafi ditembak di kepala. Khadafi meninggal beberapa saat sebelum tiba di rumah sakit.

- Di rumah sakit, diambil sampel DNA yaitu darah dan air liur. Kemudian dinyatakan bahwa orang yang tewas tersebut adalah Khadafi.

- Dewan perwakilan Libya memberitahukan kabar tersebut kepada Mahkamah Pidana Internasional, yang mendakwa kejahatan perang Khadafi. Setelah mengirim foto dan laporan dari seorang ahli forensik, pengadilan memberikan izin kepada pihak berwenang di Libya untuk menguburkan Khadafi.

- Setelah pasukan istirahat pada Kamis sore, kerumunan orang di seluruh Libya bersorak-sorak dan larut dalam perayaan kematian Khadafi.

Setelah Libya, Giliran Iran Jadi Target NATO & AS

Tewasnya Muammar Khadafi mengakhiri pemerintahan Libya yang anti Amerika Serikat dan negara-negara barat. Krisis Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut. AS dan negara-negara barat lain diperkirakan mengincar Iran yang juga anti Amerika.

"Secara umum dinamika Timur Tengah mengalami perubahan besar dengan tumbangnya satu per satu rezim. Saat ini masih terbatas di Timur Tengah yang di bagian utara Afrika, seperti Libya, Mesir dan Tunisia. Selanjutnya menyebar ke wilayah yang disebut bulan sabit subur seperti Iran dan Syria. Baru selanjutnya ke Semenanjung Arab," ujar Pengamat Timur Tengah dari UI, Yon Mahmudi kepada detikcom, Sabtu (22/10/2011).

Diperkirakan pihak barat tidak akan mengerahkan pasukan sevulgar di Irak dan Libya untuk menjatuhkan Ahmadinejad di Iran. AS dan sekutunya akan mencoba menggoyang negeri itu dari dalam.

"Mereka akan coba memperkuat oposisi, aktivis wanita, dan media. Media akan terus mengkritisi HAM dan demokratisasi," tambahnya.

Namun, Yon menilai posisi Ahmadinejad saat ini masih belum bisa digoyang. Memang oposisi mulai tumbuh, tetapi Ahmadinejad masih didukung sebagian besar warga Iran. Terutama dukungan dari pemimpin revolusi Iran, Ayatullah Khomaeni membuat posisi Ajmadinejad masih kuat.

"Saat ini posisi Ahmadinejad masih kuat," jelas Yon.

Kamis, 20 Oktober 2011

Freeport Tak Punya Baik

Anggota DPR asal Papua, Diaz Gwijangge, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegosiasi ulang Kontrak Karya PT Freeport Indonesia dengan manajemen induk, Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.

"Kehadiran Freeport di Tembagapura, Mimika, Papua, belum memberi manfaat luar biasa, terutama masyarakat pemangku ulayat," ujar Diaz kepada para wartawan seusai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Menurut Diaz, perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu sudah hadir 44 tahun di Papua. Dalam kontrak karya I yang ditandatangani 7 April 1967, tidak ada kewajiban perusahaan membayar royalti emas, namun hanya mengatur royalti tembaga.

"Dalam perjalanan selanjutnya, dalam kontrak karya II yang diteken tahun 1991, Freeport diwajibkan membayar royalti emas sebesar 1 persen. Sebagai wakil rakyat saya nilai ini sangat tidak adil. Mestinya Freeport membayar royalti emas minimal 5-10 persen," tutur legislator Partai Demokrat itu.

Diaz menyebutkan, jumlah kontribusi riil Freeport Indonesia bagi masyarakat Papua, terutama pemilik ulayat, masih misterius. Kemiskinan di tingkat masyarakat tampak telanjang di mana-mana. Padahal, selama ini sudah banyak hasil tambang, terutama emas, tembaga, dan ikutan lainnya, yang diambil PT Freeport dari perut bumi Papua.

"Keuntungan yang selama ini digembar-gemborkan perusahaan untuk masyarakat asli masih jauh memenuhi rasa keadilan. Bisa dibayangkan berapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan sementara dana 1 persen diberikan bagi masyarakat. Itu pun sepertinya masih misterius bagi penduduk lokal karena diperebutkan banyak pihak," tuturnya.

Ia juga mengeritik sikap manajemen yang menyebut unjuk rasa karyawan sebagai aksi ilegal dan tindakan kriminal. Pasalnya, dalam unjuk rasa itu tentu ada juga masyarakat lokal dan pemilik ulayat tempat perusahaan beroperasi.

LNG DONGGI SENORO, Jepang dan Kepentingan Nasional

DPRD Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, menolak produksi gas Donggi Senoro diperuntukan memenuhi kebutuhan domestik, karena akan kehilangan penerimaan sekitar Rp5 triliun dari selisih harga beli gas PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) yang akan membangun kilang LNG (liquefied natural gas) untuk tujuan ekspor ke Jepang.

Sekretaris Komisi C/Keuangan DPRD Banggai Muhammad Nurwahid mengatakan Kabupaten Banggai akan menerima pemasukan untuk PAD sebanyak Rp7,7 triliun selama 15 tahun prakiraan produksi gas Donggi Senoro, jika pemerintah pusat menyetujui ekspor gas dalam bentuk LNG.

Sementara jika produksi gas Donggi Senoro diperuntukkan bagi industri pupuk yang harganya jauh lebih rendah, Banggai hanya menerima sekitar Rp3 triliun. “Kehilangan penerimaan hampir Rp5 triliun menjadi alasan utama Dewan Banggai menolak peruntukan gas Donggi Senoro diserap pasar domestik,” kata Nurwahid kepada media ini via telpon dari Banggai, kemarin.
Penjualan gas dalam Gas Sales Agreement (GSA) pada Japan Crude Cocktail USD 45 per barel sebesar USD 3,77. Akan tetapi harga GSA ini terlalu rendah sehingga kemudian formulanya direvisi menjadi USD 3,77 + 0,31. Sementara penjualan gas ke Petrokimia sebesar USD 2,5 pada JCC di bawah USD 60 per barel. Sedangkan harga gas yang siap dikapalkan (FOB – Freight on Board) seharga USD 7,2.

Kata dia, enam fraksi di DPRD Banggai secara prinsip mendukung produksi gas Donggi Senoro yang memiliki cadangan pasti sebesar 2,05 triliun kaki kubik (TCF – trillion cubic feed), untuk memenuhi pasar ekspor. Dalam waktu dekat sikap fraksi ini akan dibawa ke sidang paripurna untuk ditetapkan menjadi sikap resmi DPRD Banggai.

Ia menjelaskan, saat ini APBD Banggai tahun 2010 hanya Rp615 miliar dengan PAD murni Rp18 miliar. Sebanyak Rp420 miliar atau sekitar 70% dari total anggaran telah terserap untuk belanja aparatur, sebanyak Rp395 miliar sisanya untuk belanja pembangunan.

Dengan struktur APBD seperti ini, Banggai mengalami kesulitan untuk menggenjot pembangunan dan keluar dari status daerah tertinggal yang disematkan pemerintah pusat saat ini.“Kami bukan bermaksud mengabaikan kepentingan nasional, tapi sebagai wakil rakyat dituntut untuk memajukan daerah kami,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Gubernur HB Paliudju. Ia mengatakan ekspor gas lebih siap beroperasi sebab telah sampai pada tahap Perjanjian Jual Beli Gas (Gas Sales Agreement/GSA) yang ditandatangani 22 Januari 2009. Pendanaan proyek untuk ekspor gas juga siap ditalangi Jepang dan tinggal menunggu persetujuan pemerintah pusat. Sementara kesiapan pembeli domestik justru masih diragukan dan harga jual gasnya kurang ekonomis, serta belum jelas kesiapan pendanaannya.

“Kredibilitas Indonesia, khususnya Sulteng dimata investor akan negatif jika perjanjian ekspor dibatalkan,” katanya.

Nurwahid menilai sikap pemerintah pusat meributkan produksi gas Donggi Senoro tidak proporsional mengingat cadangan gas lapangan Senoro yang memiliki Blok Matindok dan Blok Senoro hanya 2,05 triliun kaki kubik. Cadangan ini sangat kecil dibanding ladang gas Arun sebesar 17,1 triliun kaki kubik.

Selain itu, kebutuhan gas dalam negeri masih bisa dipasok oleh proyek Blok Cepu, Natuna Blok A, Blok SSE, Kuala Langsa dan Lematang seperti yang pernah disampaikan oleh Direktur Pertamina Karen Agustin.

“Kami khawatir jika pembeli domestik dipaksakan, maka proyek ini akan mundur dan semua tahapan proyek harus dimulai lagi dari awal,” kata Sekretaris DPD Partai Patriot Pancasila ini.
Mengenai kewajiban memasok gas minimal 25 persen untuk domestik berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, Nurwahid mengatakan Undang-Undang tersebut tidak wajib dberlakukan kepada Pertamina dan Medco di Donggi Senoro karena Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Matindok dan Blok Senoro telah diteken pada 1997 sebelum undang-undang tersebut diberlakukan.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi III/Pembangunan DPRD Sulteng Nawawi Kilat meminta pemerintah pusat melibatkan pemerintah dan DPRD daerah penghasil dalam pengambilan keputusan terkait produksi gas Donggi Senoro diperuntukan ekspor atau domestik.

“Ini penting agar kepentingan nasional dan kepentingan daerah tidak ada yang dikorbankan,” ujarnya.

Ladang gas Senoro terdiri dari dua blok, yakni Blok Matindok dan Blok Senoro. Sejak tahun 1980, kedua blok dibawah pengelolaan Union Texas, akan tetapi tidak ada kemajuan dalam eksploitasi sehingga kemudian Blok Matindok diambil alih oleh Pertamina EP sejak 1996. Sedangkan Blok Senoro diambilalih Medco dan Pertamina sejak tahun 2000.

Untuk mengeskploitasi ladang Senoro, Pertamina, Medco dan Mitsubishi membentu PT Donggi Senoro LNG. Pasokan gas akan diambil dari lapangan Donggi sebesar 50 mmscfd (million standar cubic feet – juta standar kubik kaki), Matindok 20 mmscfd serta lapangan Maleoraja dan Minahaki sebesar 15 mmscfd. Cadangan pasti gas Senoro sebesar 2,05 triliun kaki kubik (TCF – trillion cubic feed).


Semula gas alam dari Senoro akan dijual ke Jepang. Akan tetapi rencana itu ditentang oleh Jusuf Kalla yang menghendaki gas dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Diposkan oleh WALHI SULTENG

Selasa, 11 Oktober 2011

Misteri Kursi Bernomor 13 di Pesawat Batavia Air

Tahukah Anda, konon tidak ada kursi penumpang di pesawat terbang yang bernomor 13 di dunia ini? Meski banyak yang tidak percaya, namun tahyul di jagad raya ini mempercayai angka 13, dikaitkan dengan kejadian sial atau mengerikan.
Namun di Indonesia, pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan YG - 561 dari Jakarta tujuan Pekanbaru, hari Minggu ((25/11/2011) petang, memberikan tiket penumpang bernomor 13A dan 13B kepada Nyonya Mardiana dan suaminya. Mulanya, Mardiana merasa heran, sebab setelah puluhan kali naik pesawat, baru kali ini dia mendapat kursi bernomor 13. Namun dia mendiamkan saja.
Keanehan mulai terjadi saat Mardiana dan suaminya naik ke pesawat. Ternyata kursi bernomor 13 memang tidak ada. Setelah kursi nomor 12, yang ada di deretan selanjutnya adalah kursi bernomor 14. Ketika disampaikan perihal nomor tiket itu kepada pramugari yang bernama Ira Maei, dia langsung terheran-heran.
"Tidak ada nomor 13 di pesawat ini, ada kesalahan, namun ibu dan bapak dapat duduk di kursi nomor 14A dan 14B ini saja dahulu," kata Ira menenangkan.
Tidak lama kemudian, muncul seorang pria tinggi besar yang menyebutkan dia memiliki tiket bernomor 14 A dan seorang penumpang lain yang belakangan diketahui bernama Rizal, pegawai Kantor Bea dan Cukai Riau yang memegang tiket bernomor 14B.
Masalah mulai muncul, dan pramugari Hindri Astutik dan Juni Cahyati mulai terlihat kasak kusuk memanggil petugas darat untuk membantu menyelesaikan persoalan. Setelah beberapa lama, seluruh penumpang telah naik ke pesawat. Ternyata, ada tersisa dua kursi yang belum diduduki penumpang. Akhirnya pramugari mengarahkan Rizal untuk duduk di kursi bernomor 2B dan pria bertubuh tinggi besar di kursi 11E yang kosong. Pesawat berkapasitas 168 orang itu penuh total. Tidak ada lagi kursi tersisa.
Namun akibat insiden kursi bernomor 13A dan 13B, jadwal pesawat yang semestinya tebang pukul 16.50, pintu pesawat baru dapat ditutup pada pukul 17.10 dan terbang pukul 17.30. Tidak ada kejadian apapun sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru, cuaca cukup bagus.
Hanya saja sesaat sebelum mendarat, tubuh pesawat bergoyang, oleng ke kiri dan ke kanan, tidak stabil, sehingga membuat penumpang cukup cemas. Untungnya, Kapten Pilot Hendra Sutrisno mampu mendaratkan pesawat dengan baik. Ketika mendarat, bahkan ada penumpang yang bertepuk tangan.
Sebelum turun dari pesawat, Mardiana dan suaminya masih penasaran, mengapa mereka diberi nomor kursi 13 A dan 13B. Pramugari Juni Cahyati mengatakan, masalah itu disebabkan petugas darat Batavia, mungkin tidak mengecek bahwa pesawat Batavia yang satu ini, tidak memiliki kursi bernomor 13.
"Memangnya ada pesawat yang bernomor kursi 13?" tanya suami Ny Mardiana. Juni mengungkapkan, ada satu pesawat Batavia di Indonesia, yang memiliki nomor kursi 13. Kalau pernyataan Juni diasumsikan benar, mengapa hanya Ny Mardiana dan suaminya yang mendapat nomor kursi 13?
Bukankah kalau penumpang penuh, semestinya, ada empat penumpang lain yang memegang tiket bernomor 13C, 13D, 13E dan 13F? Belum ada jawaban misteri kursi bernomor 13A dan 13B itu, kecuali pihak Batavia mau jujur membukanya kepada publik.
Atau, jangan-jangan petugas darat Batavia Air memang tidak profesional. Contoh ketidakprofesional lainnya, sebelum masuk ke pesawat, penumpang Batavia yang berada di ruang tunggu C7 tujuan Pekanbaru harus masuk ke pesawat melewati pintu C5, sementara pada saat bersamaan, penumpang yang berada di ruang tunggu C5 tujuan Batam dipindahkan ke jalur C7.
Koridor bandara akhirnya kacau penuh sesak, penumpang dari dua arah berlawanan bersinggungan karena hendak bergegas naik ke pesawat.

Malaysia Kembali Caplok Wilayah RI di Kalbar

Malaysia kembali mengganggu wilayah kesatuan Indonesia dengan mencaplok Camar Bulan, daerah di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, Senin (10/10/2011).
Hal tersebut membuat heran Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdattul Ulama (PBNU), Said Aqil setelah menghadiri halal bihalal dan rapim muslimat NU di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.
"Saya heran kenapa Malaysia suka sekali mengganggu negara kita. Satu rumpun dua negara selalu saja bertikai," ujar Said Aqil kepada wartawan.
Said Aqil beranggapan bahwa, Malaysia menggunakan berbagai cara dengan membiayai pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sekitar dan mencoba mengambil daerah Indonesia sedikit demi sedikit.
"Inilah arogansi yang ditunjukkan Malaysia. Mereka (Malaysia) merasa mampu, dengan menyejahterakan masyarakat sekitar dan mengambil daerah kita," ungkap Said.

Pembangunan Kereta Api Sulsel Jadi Prioritas

Pembangunan infrastruktur kereta api di Sulawesi Selatan menjadi prioritas tahap pertama dalam masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI).

Upaya percepatan pembangunan infrastruktur kereta api dari Makassar-Parepare sepanjang kurang lebih 200 kilometer masuk dalam prioritas pertama bersamaan dengan Manado-Bitung sejauh 40 kilometer.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan kehadiran moda transportasi kereta api akan memperkuat posisi Sulsel sebagai basis koridor empat wilayah Sulawesi.

Kebutuhan untuk menghadirkan sarana transportasi tersebut di Sulsel diakuinya memakan biaya yang cukup besar. Pemprov berencana melibatkan semua kalangan untuk terlibat termasuk siap melakukan pembicaraan dengan pihak Rusia serta beberapa sektor swasta lainnya.

"Wacana kereta api di Sulsel sudah ada sejak 1986, jadi kajiannya dari segala sektor sudah sangat matang," kata Syahrul di rujab Gubernur Sulsel, Senin (10/10/2011).

Biaya yang dibutuhkan diakuinya cukup tinggi. Untuk pembangunan infrastruktur rel kereta api saja dibutuhkan anggaran Rp 20 miliar per
kilometer.

Jarak Kota Makassar-Kota Parepare sekitar 200 kilometer. Selain itu, Syahrul berharap pembebasan lahan tidak jadi masalah yang akan menghambat laju pembangunan infrastruktur kereta api yang rencananya akan mulai di bangun 2012 mendatang.

"Sesuai undang-undang masalah pembebasan lahan menjadi tanggungjawab bupati setempat. Saya harap bupati dapat ikut berperan untuk memperlancar proses pembebasan lahan," kata Syahrul.

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta pembangunan infrastruktur transportasi massal Kereta Api (KA) di wilayah Sulawesi dipercepat.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Jumat, melalui telepon genggamnya, menyatakan, Provinsi Sulsel sangat siap mendukung percepatan pembangunan perkeretaapian di wilayah Sulawesi.

Hal tersebut ia nyatakan pada rapat pematangan rencana pembangunan perkeretaapian wilayah Sulawesi di kantor Kementerian Perhubungan yang dipimpin Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan dan diikuti perwakilan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Sulsel yang daerahnya masuk dalam perencanaan pembangunan yakni Maros, Pangkep, Gowa, Takalar dan Makassar.

Gubernur mengatakan, kereta api adalah masa depan transportasi Indonesia dan ini akan menjadi sejarah bagi Sulawesi khususnya Sulsel.

Dalam rapat disepakati, kereta api yang akan dibangun di Provinsi Sulsel merupakan kereta api umum penumpang dan kereta api khusus barang dan perdagangan.

Prioritas utama pembangunan rel adalah rute Kota Makassar- Kota Parepare sepanjang 128 kilometer dengan perkiraan anggaran senilai 258 juta dolar Amerika.

Dirjen Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengatakan jaringan kereta api di Sulawesi diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Sulawesi khususnya Sulsel sebagai gerbang utama kawasan timur Indonesia.

Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel juga melakukan rapat bersama gubernur se-Sulawesi dan tiga menteri yaitu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan Menteri Koperasi dan UMKM Syarif Hasan melakukan pembahasan awal implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) 2011-2025 di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian.

Pembahasan implementasi awal pembangunan ekonomi di Sulawesi sebagai koridor pembangunan ekonomi di bidang pertanian, minyak dan gas serta tambang terkait regulasi, aplikasi program, infrastruktur pendukung seperti jalan, irigasi dan energi listrik.

Termasuk konektivitas seluruh sumber daya alam, infrastuktur distribusi seperti pelabuhan, bandar udara serta lainnya terkait industri yang diharapkan menjadi sebuah konsepsi bersama seluruh provinsi di Sulawesi.