Sabtu, 31 Juli 2010

Proyek Naturalisasi Sepak Bola PSSI ; Frustrasi Mencari 11 Pemain Dari 238 Juta Penduduk Indonesia

Menyusul hasil buruk yang diraih timnas senior dan U-23, PSSI mulai membuka pintu kepada pemain di luar Indonesia untuk membela negara leluhurnya di masa mendatang. Nurdin Halid, ketua umum PSSI, mengatakan, pemain yang dibidik untuk menjadi pemain naturalisasi masih berusia di bawah 21 tahun. Pemain ini dibidik untuk masuk timnas U-23 yang akan diturunkan di SEA Games 2011 mendatang guna memenuhi target meraih medali emas.

“Kami telah menyiapkan tim untuk memantau dan menyeleksi pemain. Banyak sekali pemain yang berpotensi. naturalisasi pemain merupakan salah satu opsi meningkatkan kemampuan timnas selain memaksimalkan pembinaan,” ujar Nurdin di Sekretariat PSSI. Ditambahkan, berdasar hasil pengumpulan data semantara, saat ini pemain yang mempunyai darah Indonesia tercatat lima orang di Australia dan belasan lainnya di Eropa, sebagian besar di Belanda.

PSSI kini sedang berupaya mendekati pemain itu agar bersedia membela panji Merah Putih. Namun Nurdin belum mau mengungkapkan nama pemain yang sedang dibidik. Otorisasi sepakbola nasional itu berharap para pemain yang namanya sudah berada dalam daftar tersebut bisa segera memberikan jawaban, agar tim dapat dibentuk secepat mungkin.

Wacana naturalisasi pemain asing untuk memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia mendapat respon negatif dari para mantan pemain nasional. Mereka menilai naturalisasi pemain adalah cara instan untuk meningkatkan prestasi. Tapi cara itu dikhawatirkan akan semakin meminggirkan pembinaan pemain muda di Indonesia.

“Itu hanya cara instan. Seharusnya usaha untuk meningkatkan prestasi bukan melalui cara itu, tetapi dengan meningkatkan pembinaan,” kata Patar Tambunan, mantan pemain era 1980-an. “Perbanyak saja lapangan sepak bola di Indonesia. Nanti juga akan jadi sendiri.”

Patar menilai naturalisasi pemain juga tidak akan meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia secara signifikan. Pasalnya pemain yang akan dinaturalisasi bukan merupakan pemain kelas satu di Eropa. “Untuk tingkat Asia Tenggara bisa saja naturalisasi mendongkrak prestasi kita. Tetapi untuk Asia dan dunia agak sulit kalau yang dinaturalisasi bukan pemain Eropa kelas satu. Mungkin PSSI ingin cara cepat meningkatkan prestasi kita. Tapi cara yang tepat sesungguhnya bukan melalui itu,” lanjut asisten pelatih Persija U-21 itu.

Penilaian yang sama dinyatakan mantan pemain nasional lain, Risdianto. Ia menilai naturalisasi hanya merupakan jalan pintas. Risdianto juga menyatakan bahwa cara terbaik meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia adalah meningkatkan pembinaan, terutama pembinaan usia muda. “Harus ditemukan cara terbaik untuk melakukan pembinaan pemain muda. Dan cara itu harus dilakukan. Saya sendiri tidak tahu caranya seperti apa,” kata pemain yang mulai membela Tim Merah Putih di akhir 1970-an itu.

Sugih Handarto alias Han Liang Gie, mantan asisten pelatih legendaris Indonesia asal Belanda, Wiel Coerver, bahkan mengatakan tidak sependapat rencana naturalisasi. “Saya tidak sependapat. Lebih baik menciptakan bintang-bintang sendiri yang asli Indonesia,” kata pelatih yang kini berusia 76 tahun itu. “Pemain naturalisasi belum tentu bisa memberikan kemampuan 100 persen buat Indonesia,” lanjutnya.

Jumat, 30 Juli 2010

Wacana Pemindahan Ibu Kota RI

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Arif Wibowo mengatakan bahwa pemindahan ibukota tidak bisa dipindahkan segera tergesa-gesa. Namun, tetap harus dipikirkan dari sekarang. "Iya sudah harus dipikirkan," kata Arif di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/7).

Apalagi menurutnya, sekarang Jakarta tidak layak lagi untuk dihuni. Banyak tempat digunakan tidak sesuai fungsinya, serta kesemerawutan pola aturan waktu yang mengakibatkan waktu banyak terbuang. Sebenarnya, Arif setuju dengan pemindahan ibukotakedari Jakarta ke temoat lain. Namun, itu semua perlu persiapan yang sangat matang. Harus bertahap dan sesuai dengan anggaran pemerintahan yang ada.

Menurut Arif yang terpenting sekarang adalah penataan ruang di Jakarta antara pusat pemerintahan dan pusat bisnis belum untuk pemindahan.Untuk itu, perencanaan nasional harus dilakukan. Walaupun memang, masalah ini kata dia baru sekedar wacana dan belum ada pembicaraan di Komisi II DPR.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi enggan mengomentari wacana pemindahan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan. Dia menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. "Ya serahkan saja ke DKI, " katanya dikantornya, Jakarta, Jum'at (30/7).

Menurut Gamawan, memang saat era pemerintahan Seokarno dulu sempat ada usul memindahkan ibukota negara ke Kalimantan. Alasannya, tak ada potensi gempa di daerah tersebut. Namun, berbeda dengan sekarang, karena permasalahan kemacetan Jakarta yang semakin lama semakin parah wacana ini kembali menjadi perdebatan. "Saya pernah bicarakan ini dengan Pak Foke," ujarnya. Sebelumnya, wacana kepindahan Ibukota Negara ke Kalimantan ini ditanggapi dingin oleh Fauzi Bowo.

Ketua DPR Marzuki Alie setuju wacana pemindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan, secara khusus ke Kalimantan Tengah. "Bagus juga kalau dipindah. Kalau dari tengah mudah dicapai dari mana-mana. Bisa dari Timur ke Tengah, dari Barat ke Tengah," kata Marzuki kepada wartawan usai paripurna, Jumat (30/7).

Alasan utamanya, kata Marzuki, adalah untuk inefisiensi. Karena Jakarta tak mampu lagi menahan kemacetan. "Jakarta diputer-puter ya gitu-gitu juga, daerah tidak bertambah," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini. Dengan dipindahnya ibukota seluruh perangkat pemerintahan akan turut dipindah. Jakarta murni menjadi kota bisnis komersil. "Istana jadi museum seperti museum Bank Indonesia jadi tujuan wisata," kata Marzuki.

Menurut dia, pemindahan ini menjadi domain pemerintah. "DPR hanya membantu legislasi dan UU-nya," kata Marzuki. Namun dia optimis proses pemindahan ibukota ini bisa diselesaikan hingga lima tahun.

Rabu, 28 Juli 2010

Sinta dan Jojo, Keong Racun nan Centil

Sejak video Keong Racun versi Sinta dan Jojo muncul di YouTube, nama mereka semakin dikenal oleh publik. Namun keduanya merasa drop mental.

Aksi lipsynch narsis mereka memang membuat decak kagum setiap orang yang melihatnya. Tingkah kepolosan dan cara bernyanyi serta bergaya ala penyanyi dangdut yang mereka peragakan, merebut hati banyak orang, terutama kaum pria.

Tetapi gara-gara hebohnya video unik itu, Sinta dan Jojo juga sempat merasa drop mentalnya. Gadis belia asal Bandung ini mengaku tidak mau hanya dibilang cari sensasi belaka.

Di suatu hari ketika Sinta dan teman-temannya sedang makan di pusat perbelanjaan, tiba-tiba saja ada salah satu pengunjung perempuan yang bilang, "Kamu Sinta-Jojo Keong Racun, kan? Saya ngefans banget sama kalian!"

Tak hanya lagu Keong Racun saja, Sinta dan Jojo pun melakukan aksi lipsynch pada beberapa lagu lainnya seperti Dokter Cinta, Telephone, dan Cinta Satu Malam.

Lagu Keong Racun saat ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di dunia maya saja, tetapi dimana-mana orang sudah mulai membicarakannya. Hal yang paling mencengangkan lainnya adalah ketika lagu tersebut sempat menjadi trending topic pada sebuah situs mikroblogging Twitter.

Hingga saat ini jumlah viewers video Keong Racun telah mencapai 348.248 viewers, yang berarti semakin hari video tersebut semakin dicari dan diminati.

Konon lagu Keong Racun pertama kali dinyanyikan oleh seorang penyanyi bernama Lissa dalam album bertitel Dangdut Techno rilisan label Air Atudio. Sinta dan Jojo kini sudah pantas disebut seleb dalam dunia maya, karena saat ini nama mereka jauh lebih terkenal dibanding penyanyi aslinya.
Setelah video 'Keong Racun' Sinta dan Jojo menyeruak di YouTube, grup Facebook mereka pun mulai diserbu penggemar. Bermula dari 200 penggemar, kini grup tersebut dipadati sekitar 500 fans.

Sinta dan jojo yang mumut...cobalah kalian tiru Kim Yeo-hee sang Apple Girl, dari merebut perhatian publik lewat YouTube, kini dia bener2 jadi artis.... sukses yaws rock on gals," ujar facebooker bernama Sunu Trihatmaji menasehati.

"Sinta and Jojo, sang fenomena duo maut belakangan ini..... Hmmm... konsep yg menarik, tp masih menarik moymoypalaboy (apalagi rambut n muka c roadfill itu, gokil abis....)," ujar facebooker lain bernama Deri Saputra.

Sebagai informasi, beberapa perilaku 'narsis' sejenis juga terjadi di beberapa belahan negara lain. Tengoklah Moymoy Palaboy dari Filipina, atau si cantik bersuara merdu dari Korea, Kim Yeo-hee yang kini mendapat julukan Applegirl.

Selasa, 27 Juli 2010

Obama Memberi Inspirasi Remaja Dalam Menggapai Mimpi

Hampir semua anak-anak di seluruh dunia mengenal cerita Cinderella. Cerita tentang seorang gadis yang malang dan karena keajaiban ia bisa tinggal di istana sebagai istri pangeran. Kemudian bila ada tokoh anak laki laki yang biasa-biasa saja pada waktu kecil dan setelah dewasa menjadi presiden untuk negara super power (Amerika Serikat), maka ia dapat pula dijuluki sebagai “Cinderboy”. Dan ia adalah Barrack Obama. Kalau Cinderella adalah sebuah cerita dogeng dan Cindereboy adalah sebuah kisah nyata.

Nana Andoh Amankwando, teman penulis dalam facebook, dari Ghana mengatakan bahwa figur Barrack Obama telah menjadi inspirator yang hebat bagi para remaja di kampung ayahnya Kenya di seantaro Afrika. Kedatangannya (sebagai Presiden USA) sangat ditunggu-tunggu, memotivasi dan membangkitkan semangat para pemuda di benua Afrika untuk memacu semangat menjadi maju menuju pentas dunia. Dan penulis juga mengatakan kepada teman dari Ghana tersebut bahwa sosok Barrack Obama juga menjadi motivasi dan inspirasi bagi pemuda di kawasan Asia, terutama dari Indonesia, apalagi ia sempat hidup, dan belajar di Jakarta pada masa kecilnya. Tentu saja para remaja yang ingin menggapai mimpi-mimpi yang hebatnya perlu belajar dari pengalam hebat Barrack Obama.

Barack Hussein Obama lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961 (dari ayah orang Kenya) dan Ann Dunham (wanita Amerika Kansas), bertemu ketika bersekolah di Universitas Hawaii, ayahnya belajar dengan status sebagai murid asing. Keduanya berpisah ketika Obama berusia dua tahun dan akhirnya bercerai. Ayah Obama kembali ke Kenya dan melihat anaknya untuk terakhir kalinya sebelum meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tahun 1982. Setelah bercerai, Dunham menikahi Lolo Soetoro (manager suatu perusahaan minyak, berkebangsaan Indonesia) dan keluarganya pindah ke Jakarta (1967). Obama bersekolah di SD Santo Fransiskus Asisi di Tebet selama tiga tahun, lalu pindah ke SD Negeri Menteng 1 (atau SD Besuki) di Menteng hingga berusia 10 tahun. Obama diketahui masih dapat memahami dan berbicara bahasa Indonesia secara sederhana.

Ia kembali ke Honolulu, tinggal bersama kakek dan neneknya. Ia belajar di Sekolah Punahou sejak kelas lima (1971) hingga lulus SMA (1979). Ibu Obama kembali ke Hawaii tahun 1972 selama beberapa tahun dan kemudian ke Indonesia untuk menyelesaikan kerja lapangan untuk disertasi doktoral. Ia meninggal karena kanker rahim tahun 1995. Sebagai seorang dewasa, Obama mengakui bahwa ketika SMA ia menggunakan mariyuana, kokain, dan alcohol (karena merasa broken home), ia jelaskan itu sebagai kesalahan moralnya yang terbesar.Setelah SMA, Obama belajar di Perguruan Tinggi Occidental selama dua (di Los Angeles) kemudian dipindahkan ke Universitas Columbia (New York City) kemudian ia lulus dalam bidang politik- hubungan internasional (1983).

Ia pernah bekerja di Business International Corporation dan kemudian di New York Public Interest Research Group. Obama kemudian pindah ke Chicago dan bekerja sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), sebuah perkumpulan masyarakat berbasis gereja. Selama menjabat sebagai direktur DCP, stafnya bertambah dari satu menjadi tiga belas dan pendapatan per tahunnya meningkat (ini terjadi karena ia berhasil dengan program pelatihan kerja- pelatihan persiapan perguruan tinggi), ia juga bekerja sebagai konsultan dan instruktur untuk Gamaliel Foundation, sebuah institut perkumpulan masyarakat. Di pertengahan 1988, ia untuk pertama kalinya mengunjungi Eropa, dan Kenya untuk bertemu bertemu saudara Kenya-nya untuk pertama kalinya.

Obama masuk kuliah Hukum lagi di Universitas Harvard pada 1988. Sambil kuliah ia menulis dan sebagai editor Harvard Law Review, kemudian menjadi pimpinan editor. (walau posisi sukarela penuh waktu). Pada libur musim panas, ia kembali ke Chicago untuk bekerja sebagai associate musim panas di firma hukum Sidley & Austin (1989) dan Hopkins & Sutter (1990). Ia menyelesaikan program doctoral melalui belajar keras dan bekerja keras dengan nilai magna cum laude.

Lulus dari Harvard (1991) kembali ke Chicago. Ia terpilih sebagai presiden (pimpinan redaksi) majalah Harvard Law Review berkulit hitam pertama, ini membuat kontrak penerbitan dan pembuatan buku mengenai hubungan ras. Ia memperoleh beasiswa dari Universitas Chicago untuk membuat bukunya. Ia juga menulis memoir pribadi dan buku dengan judul Dreams from My Father.

Awal tahun 1992, Obama menjadi dosen hukum di Universitas Chicago selama dua belas tahun. Ia juga menjadi kelompok Penceramah (1992 hingga 1996) dan kemudian sebagai Penceramah Senior (1996 hingga 2004). Ia juga bergabung dengan sebuah firma hukum dengan dua belas pengacara yang berpengalaman.

Di pertengahan tahun 2002, Obama mulai melakukan kampanye menuju Senat AS. Ia aktif melakukan kampanye, ceramah dan debat dengan kontra partai atau grupnya. Ia bisa meyakinkan banyak orang dengan fakta dan argumennya. Obama berbicara mengenai perubahan prioritas ekonomi dan sosial pemerintah AS. Ia mempertanyakan Perang Irak oleh administrasi Bush dan memberi penghargaan pada tentaranya. ia mengkritik pandangan partisan terhadap elektorat dan meminta Amerika bersatu dalam perbedaan, dengan mengatakan,“Tidak ada yang namanya Amerika liberal dan Amerika konservatif; yang ada hanyalah Amerika Serikat.”

Obama dan Richard Lugar mengunjungi sebuah fasilitas perombakan misil bergerak Rusia. Ia kemudia terpilih sebagai anggota Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri, Obama melakukan perjalanan ke luar negeri menuju Eropa Timur, Timur Tengah, Asia Tengah dan Afrika. Ia bertemu dengan Mahmoud Abbas sebelum menjadi Presiden Palestina, dan menyampaikan pidato di Universitas Nairobi yang mengkritik korupsi dalam pemerintahan Kenya.

Tanggal 10 Februari 2007, Obama mengumumkan pencalonannya untuk Presiden Amerika Serikat. Obama mengangkat masalah pengakhiran Perang Irak, meningkatkan kebebasan energi, dan menyediakan perawatan kesehatan universal. Tanggal 19 Juni, Obama menjadi kandidat presiden partai besar pertama. Terdapat tiga debat presiden antara Obama dan McCain bulan September dan Oktober 2008. Setelah debat, Obama memenangi polling nasional. Dalam pidato kemenangannya yang disampaikan di depan ratusan ribu pendukungnya di Taman Grant di Chicago, Obama menyatakan bahwa “perubahan telah tiba di Amerika.” Lahir di Hawaii, Obama akan menjadi Presiden AS pertama yang lahir di luar Daratan Amerika Serikat.

Catatan lain tentang Obama bahwa ia menjalin komunikasi dan keakraban dengan semua familinya. Waktu kecil Obama bermain di tepi pantai bersama kakeknya, StanleyArmour Dunham. Kerika tinggal di Indonesia, seperti yang ia singgung “Keluarga kami tidak berkecukupan pada tahun-tahun awal itu, karena angkatan bersenjata Indonesia tidak membayar para letnannya dengan gaji besar. Kami tinggal di sebuah rumah sederhana, di pinggiran kota, tanpa pendingin udara, kulkas atau toilet siram. Kami tidak punya mobil. Ayah tiri saya mengendarai sepeda motor, sementara ibu saya naik bus umum setiap pagi ke kedutaan AS, tempatnya bekerja sebagai guru bahasa Inggris.” Obama bergaul dengan anak-anak tetangga seperti biasa. Justru ia cepat sekali populer, lantaran bentuk fisiknya yang lain dari anak kebanyakan. “Mainnya sama anak-anak kampung di sini seperti biasa. Yang saya ingat, dia biasa bermain gundu dan sepak bola,”

Para remaja (pelajar dan mahasiswa) di Indonesia sekarang perlu bercermin dari pengalaman hebat Barrack Obama. Mereka perlu membaca biografinya dan memahami gaya belajarnya hingga bisa bersinar terang. Sebagian mahasiswa kita juga ada yang melakukan pengalaman belajar yang hebat: punya pengalaman hidup yang bervariasi, belajar serius dan aktif berorganisasi. Namun jumlah mahasiswa yang begini tidak banyak. Yang ramai populasinya adalah mahasiswa dan pelajar yang santai, letoi, kuliah jauh-jauh dari rumah tanpa aktif menimba pengalaman.

Mereka pergi kuliah sebagai pendengar ceramah dosen yang pasif. Pulang kuliah duduk duduk/ kongkow atau pergi pulang untuk menyelesaikan gunjingan, main kartu sambil menghisap rokok, atau menghabiskan waktu hanya dengan menggoda lawan jenis ala anak SMA. Waktu-waktu senggang mereka isi dengan mai handphone, main facebook, pergi mejeng ke mall/ hypermarket dan jarang sekali mereka melakukan debat serius/ debat formal. Sampai akhirnya mereka bingung dalam menyeleaikan skripsi atau Tugas Akhir. Kelak bila selesai kuliah dan wisuda tiba tiba menjadi bingung hendak mau bekerja dimana. Fenomena mereka sangat kontra dengan gaya belajar Barrack Obama dan para pemuda/ mahasiswa di seberang sana (negara maju).

Barrack Obama bisa berhasil bukan karena factor kebetulan, atau faktor keberuntungan. Jauh-jauh hari sejak kecil ia telah memiliki pengalaman hidup yang bervariasi- telah melakukan perjalan antar Negara, Amerika dan Indonesia. (Remaja kita seharusnya jangan banyak mengurung diri dalam rumah, tetapi juga harus banyak melakukan penjelajahan). Ia melakukan interaksi dengan banyak manusia secara aktif/ secara langsung. Orang tuanya memberi kebebasan untuk melakukan banyak pengalaman positif bersama teman budaya. Ia adalah juga pelajar yang aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, seni dan olah raga. Liburan kuliah/ sekolah digunakan untuk mencari pengalaman kerja dan mobilitas sosialnya sangat tinggi.

Obama juga peka dengan masalah kemanusiaan dan opininya sering ditulis, disampaikan dalam ceramah yang ia lakukan. Ia juga senang melakukan debat untuk menguji kemampuan logikanya. Ia juga mengasah kemampuan menulis- ia menulis memoir dan bekerja di penerbitan majalah. Ia juga jeli membaca peluang kerja dan bergabung dengan assosiasi dan bekerja dengan professional. Kemampuan berbicara, berdebat dan berpidatonya dan ditambah dengan pengalaman bergaulnya yang sangat luas membuatnya menjadi figure simpatik bagi kalangan orang berkulit berwarna di Amerika Serikat. Karakternya tidak kaku dan wawasannya luas.

Hal di ataslah yang mengantarkannya bisa menjadi senator dan selanjutnya menjadi President of USA yang ke 44 yang berasal dari warga kulit hitam dan yang berasal dari luar daratan Amerika, yaitu Hawaii. Sekali lagi bahwa terpilihnya Barrack Obama menjadi presiden termuda dan berkulit hitam telah mengilhami (memberi inspirasi) banyak orang terutama para kaum muda/ remaja di tiga benua yaitu Afrika (Dimana ayahnya berasal dari Kenya), Asia atau Indonesia (tempat masa kecilnya bersama ibu dan bapak tirinya), dan Amerika sebagaimana ia menjadi inspirator bagi orang Amerika non kulit putih. Kini pungutlah pengalaman hebat Barrack Obama untuk menggapai mimpi di masa depan.

Senin, 26 Juli 2010

Mengenal Mahmud Ahmadinejad

Keluarga
Lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya,seorang Tukang Besi, Ahmad Saborjihan, memberi nama Mahmud Saborjihan saat lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah keputusan besar mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh kedua tahun 1950-an. Di Teheran, ayahnya merubah namanya menjadi Mahmud Ahmadinejad sebagai isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan yang lebih baik, karena Saborjihan dalam bahasa Parsi berarti pelukis karpet, pekerjaan yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan, sedangkan Ahmadinejad berarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.

Pendidikan
Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi. Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Bergabung dengan Imam Khomeini
Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Walikota Teheran
Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.

Presiden Mohammad Khatami pernah melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan pada waktu Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terjebak macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang saat itu menjabat walikota Teheran. Namun bukannya tergesa-gesa membereskan masalah tersebut, Ahmadinejad justru berkata: "Bersyukurlah karena presiden kita telah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya". Namun Ahmadinejad tetap santai menghadapi larangan tersebut.

Sebagai Presiden Iran
Setelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.

Kontroversi
Kutipan pernyataannya dalam sebuah pertemuan di hadapan para mahasiswa pada 26 Oktober 2005 dari pernyataan Ayatollah Khomeini yang menyerukan agar Israel "dihapus dari peta dunia" memicu kontroversi. Selain, menuai kecaman dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden Shimon Peres. Peres bahkan membalas dengan menuntut agar Iran dikeluarkan dari keanggotaan di Perserikatan Bangsa-bangsa.

Pernyataan yang kontroversial ini diulang kembali pada 14 Desember 2005. Saat itu, ia berkata bahwa Holocaust (peristiwa pembantaian terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi pada masa Perang Dunia II) hanyalah sebuah mitos yang digunakan bangsa Eropa untuk menciptakan negara Yahudi di jantung dunia Islam. Ia juga sempat menyelenggarakan konferensi tentang Holocaust.

Sementara, kritik dalam negeri mengenai kebijakan domestik dan luar negeri terus mengalir deras. Kritik datang dari tokoh ulama besar Ayatollah Hossein Ali Montazeri. Merujuk retorika Ahmadinejad terhadap Amerika Serikat, Montazeri menyatakan bahwa sangat perlu bertindak logis terhadap musuh dan tidak memprovokasi. Bagi Montazeri, ekstremisme tidak berbuah baik untuk rakyat.

Iran menegaskan bahwa pengembangan teknologi nuklir merupakan hak yang tidak bisa disangkal meskipun Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium. Ahmadinejad mendapat kritikan dari kalangan konservatif maupun reformis mengenai kebijakan ekonominya dan cara dia menangani isu nuklir Iran.

Keturunan Yahudi
Sebuah artikel pada koran Inggris, The Daily Telegraph yang diterbitkan pada tanggal 3 Oktober 2009, menampilkan foto Mahmud Ahmadinejad yang diambil selama pemilu Iran. Dalam foto itu terlihat ia sedang menunjukkan surat identitasnya dengan nama keluarga sebelumnya "Sabourjian", "nama Yahudi terkenal di Iran". Artikel tersebut mengklaim bahwa Sabourjian berarti "penenun dari Sabour," nama untuk tallit Yahudi di Persia. Artikel itu juga mengklaim bahwa keluarganya masuk Islam dan mengubah nama keluarga setelah Ahmadinejad lahir. Artikel tersebut mengutip seorang ahli yang mengatakan bahwa akar Yahudi Ahmadinejad, jika benar, akan menjelaskan kebencian terhadap Yudaisme dan Israel: "Setiap keluarga yang berpindah ke agama yang berbeda mengambil identitas baru dengan mengutuk iman lama mereka."

Namun, menurut para ahli Iran yang diwawancarai oleh Guardian, "tidak ada makna semacam itu untuk kata 'sabour' dalam salah satu dialek Yahudi Persia, juga tidak berarti selendang doa Yahudi di Persia," nama itu sebenarnya berarti "pelukis benang," leluhur Ahmadinejad diketahui sebagai Muslim, dan kerabat Ahmadinejad mengatakan dia mengadopsi nama baru pada saat pindah ke Teheran, untuk menghindari diskriminasi berdasarkan akar pedesaannya.

Serba-serbi
Rencana menonton timnya berlaga di Piala Dunia 2006 di Jerman dihambat berbagai elemen masyarakat setempat, sehingga izin tidak diberikan. Bahkan warga Yahudi di Jerman menentang kehadirannya mengingat pernyataannya seputar Holocaust. "Penyangkalan kekejaman Nazi adalah pelanggaran serius di Jerman," kata Charlotte Knobloch, Ketua Central Council Jews. Knobloch menuding Ahmadinejad sebagai "Hitler kedua". Menteri Dalam Negeri Jerman Guenther Beckstein menyatakan, "Kami harus menegaskan bahwa ia tak diinginkan di sini. Lebih baik ia tak usah datang."

Sabtu, 24 Juli 2010

Ternyata AS Membom Hirosima dan Nagasaki Karena Salah Translate

Ingat tragedi bom atom yang membumi hanguskan 2 kota di Jepang?
yang secara langsung membuat pihak jepang menarik mundur psukan nya di seluruh asia tahun 45
Tanggal bom di jatuhkan untuk hiroshima = 6 agustus 1945
Tanggal bom di jatuhkan untuk nagasaki = 9 agustus 1945
Waktu meledak = 8.15 waktu jepang
Presiden usa saat itu = Harry Truman
Kaisar jepang saat itu = Hirohito

Kantaro Suzuki mengeluarkan kata yang bersifat ambigu, "mokusatsu" (yang berarti mengendapkan/mendiamkan dahulu namun juga memiliki arti barang yang tidak berharga) ketika jumpa pers dalam menyikapi Proklamasi itu. Ketika kata "mokusatsu" diterjemahkan oleh seorang Jerman yang ahli bahasa dihadapan Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman dan staf, kata "mokusatsu" diterjemahkan sebagai barang yang tidak berharga, yang membuat Presiden Truman berkesimpulan bahwa Jepang tidak berniat menghentikan peperangan dan perlu dihentikan dengan menggunakan bom atom.

Kekuatan bom = antara 15.000 dan 20.000 TNT
Nama bom untuk hiroshima = little boy
Nama bom untuk nagasaki = fatman
Pesawat yang membawa dan menjatuhkannya = B-29 Flying Superfortress bernama Enola Gay

Crue awak pesawat B-29 =
+Crew Enola Gay (pembom Hiroshima): Kolonel Paul W. Tibbets (pilot), Maj.RobertA.Lewis (kopilot), Ted Van Kirk (navigator), Kolonel Laut William S. Parsons (yang mengaktifkan bom sebelum dijatuhkan), Kapten Thomas W. Frebee (juru bidik/pelepas bom),Sersan Bob Caron (defender belakang pesawat bagian ekor untuk menjaga kemungkinan serangan fighter Jepang)

+ Crew Bockscar (pembom Nagasaki) : Major Charles W. Sweeney (sebagai pilot),Captain Charles Albury (kopilot), Kapten James Van Pelt (navigator), Kapten Kermit Beahan (pembom), SSgt Ray Gallagher (gunner/penembak), Edward SSgt Buckley (operator radar)Sersan Abe Spitzer(operator radio),Sersan Albert DeHart (gunner/defender bagian ekor pesawat

korban jiwa hirosimshima = sekitar 140.000 org meninggal + ribuan cacat seumur hidup
korban jiwa nagasaki = sekitar 80.000 org meninggal + ribuan cacat

nih dia orangnya gank.....
Pilotnya = Letkol. Paul W. Tibbets
Paul Warfield Tibbets, Jr. (Quincy, Illinois, Amerika Serikat, 23 Februari 1915–Columbus, Ohio, 1 November 2007) adalah seorang perwira AS yang terkenal sebagai pilot Enola Gay, pesawat yang menjatuhkan bom atom ("Little Boy") di atas kota Hiroshima di Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945, pertama kalinya penjatuhan bom atom menimbulkan kematian massal warga sipil. Bom yang dijatuhkan Tibbets menewaskan 140.000 orang Jepang dengan seketika. Pesawat tempur Enola Gay mendapatkan namanya dari ibu Paul Tibbets. Setelah perang, Tibbets naik pangkat di US Air Force dari kolonel ke brigadir pada tahun 1959. Paul Tibbets pensiun dari kedudukan itu pada tanggal 31 Agustus 1966. Ia tak pernah menyesalkan pengeboman Hiroshima, dan mengatakan bahwa bila terjadi keadaan yang sama ia akan mengulanginya.
Setelah kematiannya mayatnya dikremasikan dan dimakamkan di tanah tak bernisan. Ia memastikan bahwa kuburannya takkan pernah bisa menjadi tempat peziarahan bagi penentang penggunaan senjata nuklir.

"Satu cahaya yang terang memenuhi pesawat," begitu tulis Tebbits. "Kami memutar pesawat kembali untuk melihat Hiroshima. Kota tersebut tersembunyi di balik awan yang mengerikan itu... mendidih, mengembang berbentuk jamur." Setelah itu, beberapa saat tidak ada yang bicara. Namun berikutnya, semua orang bicara. "Lihat itu! Lihat itu! Lihat itu.....! " seru kopilot Robert Lewis sambil memukul bahu Tibbets. Lewis mengatakan ia bisa merasakan pembelahan atom - proses yang terjadi ketika bom atom meledak. Rasanya seperti timah hitam. Ia lalu berbalik untuk menulis dalam catatannya. "Tuhan," tanyanya pada diri sendiri, "Apa yang telah kami lakukan?"

"Anyway begitulah sifat seorang kaki tangan negara, perintah atasan bagaikan perintah Tuhan"

Salah satu korban selamat
alasan as ngebom jepang cuma gara2 salah translate?
Tanggal 26 Juli 1945 pihak sekutu menyiarkan hasil Deklarasi Postdam yang menyatakan agar pihak Jepang menyerah tanpa syarat dalam PD II, kalau tidak akan diserang. Pada saat itu, pemerintah Jepang menerima tekanan pula dari rakyatnya yang menuntut keras deklarasi tersebut. Selain itu, pemerintah juga menunggu tindakan Uni Soviet yang tetap netral tidak menyerang Jepang.

Keesokan harinya, PM Jepang, Suzuki Kantarou, mengadakan pidato kenegaraan di radio yang disiarkan ke seluruh penjuru bumi. Pidatonya berbunyi, "Seifu wa kore o mokusatsu shi, aku made sensou kanchiku ni maishin suru."

Kantor berita Doumei menerjemahkan menjadi "Goverment is ignoring the declaration and until then we still go forward with the war solution." Pemerintah AS yang mendengarnya mengira "ignoring" sama dengan "rejecting" dan 10 hari kemudian menjatuhkan bom atom di Hiroshima yang berakibat Jepang akhirnya menyerah pada sekutu.

Kata yang bermasalah tersebut adalah "mokusatsu". Seorang ahli bahasa yang bergerak di bidang kesalahan penerjemahan, Torikai Kumiko, mengatakan bahwa arti yang sebenarnya dan cocok adalah "give it the silent treatment" yang berarti pemerintah Jepang akan diam saja dan menunggu tindakan Uni Soviet.

Jika kita ambil hikmahnya, berarti kesalahan terjemahan telah menbuat sejarah dunia. Hal ini juga mempengaruhi kemerdekaan Indonesia. Jikalau hal ini tidak terjadi, Jepang tidak akan menyerah kepada sekutu dan Indonesia tetap terjajah.

Jumat, 23 Juli 2010

Biografi Ernesto CHE Guevara

Ernesto Guevara Lynch de La Serna (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 – meninggal di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah pejuang revolusi Marxis Argentina dan seorang pemimpin gerilya Kuba. Guevara dilahirkan di Rosario, Argentina, dari keluarga berdarah campuran Irlandia, Basque dan Spanyol. Tanggal lahir yang ditulis pada akta kelahirannya yakni 14 Juni 1928, namun yang sebenarnya adalah 14 Mei 1928.

MASA KECIL

Sejak usia dua tahun Che Guevara mengidap asma yang diderita sepanjang hidupnya. Karena itu keluarganya pindah ke daerah yang lebih kering, yaitu daerah Alta Gracia

(Córdoba) namun kesehatannya tidak membaik. Pendidikan dasar ia dapatkan di rumah sebagian dari ibunya, Celia de la Serna. Pada usianya yang begitu muda, Che Guevara telah menjadi seorang pembaca yang lahap. Ia rajin membaca literatur tentang Karl Marx, Engels dan Sigmund Freud yang ada di perpustakaan ayahnya. Memasuki sekolah menegah pertama (1941) di Colegio Nacional Deán Funes (Córdoba). Di sekolah ini dia menjadi yang terbaik di bidang sastra dan olahraga. Di rumahnya, Che Guevara tergerak hatinya oleh para pengungsi perang saudara Spanyol, juga

oleh rentetan krisis politik yang parah di Argentina. Krisis ini memuncak di bawah pemerintahan diktator fasis kiri, Juan Peron, seorang yang ditentang Guevara. Berbagai peristiwa tertanam kuat dalam diri Guevara, ia melihat sebuah penghinaan dalam pantomim yang dilakonkan di Parlemen dengan demokrasinya. Maka muncul pulalah kebenciannya akan politisi militer beserta kaum kapitalis dan terutama kepada dolar Amerika Serikat ,yang dianggap sebagai lambang kapitalisme.

Meski demikian dia sama sekali tidak ikut dalam gerakan pelajar revolusioner. Ia hanya menunjukkan sedikit minat dalam bidang politik di Universitas Buenos Aires, (1947), tempat ia belajar ilmu kedokteran. Pada awalnya ia hanya tertarik memperdalam penyakitnya sendiri, namun kemudian dia tertarik pada penyakit kusta.

BERKELILING ARGENTINA DENGAN SEPEDA MOTOR

Pada tahun 1949 ia memulai perjalanan panjangnya yang pertama, menjelajahi Argentina Utara hanya dengan bersepeda motor. Itulah untuk pertama kalinya ia bersentuhan langsung dengan orang miskin dan sisa suku Indian. Selanjutnya pada tahun 1951 setelah menempuh ujian-ujian pertengahan semester Che mengadakan perjalanan yang lebih panjang didampingi dengan seorang teman dan untuk nafkah hidupnya dia bekerja sebagai pekerja paruh waktu. Ia mengunjungi Amerika Selatan, Chili di mana dia bertemu Salvador Allende, dan di Peru ia bekerja sama selama beberapa minggu di Leprasorium San Pablo, di Kolombia ia tiba pada saat La Violencia, di Venezuela ia ditangkap tetapi dilepaskan kembali, kemudian ia juga mengunjungi Miami. Che Guevara mengisahkan perjalanannya dalam buku harian yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku dengan judul Buku Harian Sepeda Motor (The Motorcycle Diaries), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 1996 dan kemudian difilmkan dengan judul yang sama pada 2004.

PERJALANAN CHE GUEVARA

Ia kembali ke daerah asalnya dengan sebuah keyakinan bulat atas satu hal bahwa ia tidak mau menjadi profesional kelas menengah dikarenakan keahliannya sebagai seorang spesialis kulit. Kemudian pada masa revolusi nasional ia pergi ke La Paz, Bolivia di sana ia dituduh sebagai seorang oportunis. Dari situ ia melanjutkan perjalanan ke Guatemala dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menulis artikel arkeologi tentang reruntuhan Indian Maya dan Inca.

Guatemala saat itu diperintah oleh Presiden Jacobo Arbenz Guzman yang seorang sosialis. Meskipun Che telah menjadi penganut paham marxisme dan ahli sosial Lenin ia tak mau bergabung dalam Partai Komunis. Hal ini mengakibatkan hilangnya kesempatan baginya untuk menjadi tenaga medis pemerintah, oleh karena itu ia menjadi miskin. Ia tinggal bersama Hilda Gadea, penganut paham Marxis keturunan Indian lulusan pendidikan politik. Orang inilah yang memperkenalkannya kepada Nico Lopez, salah satu Letnan Fidel Castro. Di Guatemala dia melihat kerja agen CIA sebagai agen kontrarevolusi dan semakin yakin bahwa revolusi hanya dapat dilakukan dengan jaminan persenjataan. Ketika Presiden Arbenz turun jabatan, Guevara pindah ke Kota Mexico (September 1954) dan bekerja di Rumah Sakit Umum, diikuti Hilda Gadea dan Nico Lopez. Guevara bertemu dan kagum pada Raúl Castro dan Fidel Castro juga para emigran politik dan ia

menyadari bahwa Fidel-lah pemimpin yang ia cari.

BERGABUNG DENGAN FIDEL CASTRO DI KUBA

Ia bergabung dengan pengikut Castro di rumah-rumah petani tempat para pejuang revolusi Kuba dilatih perang gerilya secara keras dan profesional oleh kapten tentara Republik Spanyol

Alberto Bayo, seorang pengarang “Ciento cincuenta preguntas a un guerilleo” (Seratus lima puluh pertanyaan kepada seorang gerilyawan) di Havana, tahun 1959. Bayo tidak hanya mengajarkan pengalaman pribadinya tetapi juga ajaran Mao Ze Dong dan Che (dalam bahasa Italia berarti teman sekamar dan teman dekat) menjadi murid kesayangannya dan menjadi pemimpin di kelas. Latihan perang di tanah pertanian membuat polisi setempat curiga dan Che beserta orang-orang Kuba tersebut ditangkap namun dilepaskan sebulan kemudian.

Pada bulan Juni 1956 ketika mereka menyerbu Kuba, Che pergi bersama mereka, pada awalnya

sebagai dokter namun kemudian sebagai komandan tentara revolusioner Barbutos. Ia yang paling agresif dan pandai dan paling berhasil dari semua pemimpin gerilya dan yang paling bersungguh-sungguh memberikan ajaran Lenin kepada anak buahnya. Ia juga seorang yang berdisiplin kejam yang tidak sungkan-sungkan menembak orang yang ceroboh dan di arena inilah ia mendapatkan reputasi atas kekejamannya yang berdarah dingin dalam eksekusi massa pendukung fanatik presiden yang terguling Batista. Pada saat revolusi dimenangkan, Guevara merupakan orang kedua setelah Fidel Castro dalam pemerintahan baru Kuba dan yang bertanggung jawab menggiring Castro ke dalam komunisme yang menuju komunisme merdeka bukan komunisme ortodoks ala Moskwa yang dianut beberapa teman kuliahnya. Che mengorganisasi dan memimpin “Instituto Nacional de la forma Agraria”, yang menyusun hukum agraria yang isinya menyita tanah-tanah milik kaum feodal (tuan tanah), mendirikan Departemen Industri dan ditunjuk sebagai Presiden Bank Nasional Kuba dan menggusur orang orang komunis dari pemerintahan serta pos-pos strategis.

Ia bertindak keras melawan dua ekonom Perancis yang beraliran Marxis yang dimintai nasehatnya oleh Fidel Castro dan yang menginginkan Che bertindak lebih perlahan. Che pula yang melawan para penasihat Uni Soviet. Dia mengantarkan perekonomian Kuba begitu cepat ke komunisme total, menggandakan panen dan mendiversifikasikan produksi yang ia hancurkan secara temporer.

PERNIKAHAN CHE GUEVARA

Pada tahun 1959, Guevara menikahi Aledia March, kemudian berdua mengunjungi Mesir, India, Jepang, Indonesia yang juga hadir pada Konfrensi Asia Afrika, Pakistan dan Yugoslavia. Sekembalinya ke Kuba ia diangkat sebagai Menteri Perindustrian, menandatangani pakta perdagangan (Februari 1960) dengan Uni Soviet yang melepaskan industri gula Kuba pada ketergantungan pasar Amerika. Ini merupakan isyarat akan kegagalannya di Kongo dan Bolivia sebuah aksioma akan sebuah kekeliruan yang tak akan terelakkan. “Tidaklah penting menunggu sampai kondisi yang memungkinkan sebuah revolusi terwujud sebab fokus instruksional dapat mewujudkannya” ucapnya dan dengan ajaran Mao Ze Dong ia percaya bahwa daerah daerah pasti membawa revolusi ke kota yang sebagian besar penduduknya adalah petani. Juga pada saat ini ia menyebarkan filosofi komunisnya (diterbitkan kemudian dalam “The Socialism and Man in

Cuba”, 12 Maret 1965). Ia meringkas pahamnya menjadi “Manusia dapat sungguh mencapai tingkat kemanusiaan yang sempurna ketika berproduksi tanpa dipaksa oleh kebutuhan fisiknya sehingga ia harus menjual dirinya sebagai barang dagangan”.

KONFRONTASI DENGAN UNI SOVIET

Penentangan resminya terhadap komunis Uni Soviet tampak ketika dalam organisasi untuk Solidaritas Asia Afrika di Aljazair (Februari 1965) menuduh Uni Soviet sebagai kaki tangan

imperialisme dengan berdagang tak hanya dengan negara-negara blok komunis dan memberikan bantuan pada negara berkembang sosialis atas pertimbangan pengembaliannya. Ia juga menyerang pemerintahan Soviet atas kebijakan hidup bertetangga dan juga atas Revisionisme. Guevara mengadakan konferensi Tiga Benua untuk merealisasikan program revolusioner, pemberontakan, kerjasama gerilya dari Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Di samping itu setelah terpaksa berhubungan dengan Amerika Serikat, ia sebagai perwakilan Kuba di PBB menyerang negara-negara Amerika Utara atas keserakahan mereka dan imperialisme yang kejam di Amerika Latin.

Sikap Che yang tidak kenal kompromi pada dua negara kapitalis mendorong negara komunis

untuk memaksa Castro memberhentikan Che (1965, bukan secara resmi tetapi secara nyata. Untuk beberapa bulan tempat tinggalnya dirahasiakan dan kematiannya santer diisukan. Ia berada di berbagai Negara Afrika terutama Kongo di mana dia mengadakan survei akan kemungkinan mengubah pemberontakan Kinshasa menjadi sebuah revolusi komunis dengan taktik gerilya Kuba. Ia kembali ke Kuba untuk melatih para sukarelawan untuk proyek ini dan mengirim kekuatan 120 orang Kuba ke Kongo. Anak buahnya bertempur dengan sungguh-sungguh tetapi tidak demikian halnya dengan para pemberontak Kinshasa. Mereka sia-sia saja melawan kekejaman Belgia dan ketika musim gugur 1965 Che meminta Castro untuk menarik mundur saja bantuan Kuba.

KEMATIAN CHE GUEVARA

Petualangan revolusioner terakhir Che adalah di Bolivia, karena ia salah memperkirakan potensi negara itu yang mengakibatkan konsekuensi yang buruk. Tertangkapnya Che oleh tentara Bolivia pada 8 Oktober 1967 adalah akhir dari segala usahanya dan hukuman tembak dijatuhkan sehari setelah itu.

Pada tanggal 12 Juli 1997 jenazahnya dikuburkan kembali dengan upacara kemiliteran di Santa Clara, di provinsi Las Villas, di mana Guevara mengalami kemenangan dalam pertempuran ketika revolusi Kuba.

Che menjadi legenda. Ia dikenang karena keganasannya, penampilannya yang romantis, gayanya yang menarik, sikapnya yang tak kenal kompromi dan penolakan atas penghormatan berlebihan atas semua reformasi murni dan pengabdiannya untuk kekejaman dan sikapnya yang flamboyan. Ia juga idola para pejuang revolusi dan bahkan kaum muda generasi tahun 1960-1970 atas tindakan revolusi yang berani yang tampak oleh jutaan orang muda sebagai satu-satunya harapan dalam perombakan lingkup borjuis kapitalisme, industri dan komunisme

Kamis, 22 Juli 2010

Turbulensi Dalam Berorganisasi

Posting, Kamis 22 Juli 2010

Tanggal 20 september 2008 dua jam setelah terbang dari Taipei, pesawat Boeing tipe 747-400 tujuan Bali diempas jetstream (angin kencang) pada ruang hampa udara di ketinggian 35 ribu kaki (10,6 km) di atas daratan Sulawesi Utara dan Filipina. Kondisi yang di dunia penerbangan umum disebut turbulensi itu menimbulkan guncangan hebat di pesawat. Fenomena turbulensi memang menjadi momok para pilot. Kondisi yang dialami pesawat China Airlines bisa disebabkan turbulensi atau gerak puntir udara karena adanya proses sirkulasi udara di awan. Di dalam awan tersebut terdapat dua aliran, yakni yang naik berupa uap air dan yang turun berupa air. Secara sederhana, bisa disebutkan bahwa pesawat menabrak awan. ”Biasanya, kalau berada di dalam awan tersebut dan merasakan aliran udara itu, itu yang membuat pesawat bergetar”. Awan tersebut memang bisa membahayakan. Dalam ketinggian tertentu, awan tersebut bisa menyebabkan pesawat patah. Namun, dengan kemajuan teknologi, dampak turbulensi bisa dihindari, bahkan diminimalkan. ”Turbulensi kini bisa dideteksi dengan radar sehingga pesawat tidak terbang terlalu tinggi”. Dari seorang mantan pilot Garuda : Ketika terjadi turbulensi, pesawat bisa bergerak turun atau naik secara tiba-tiba. ”Makanya, kalau penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman, dia bisa terpental”. Turbulensi, bagaimanapun ekstremnya, tidak pernah ”menjatuhkan” pesawat terbang. Penumpang jangan khawatir, atau jangan mengambil keputusan yang ekstrem : loncat dari pesawat dengan parasutnya China Airline.

Organisasi kita bisa jadi pernah masuk wilayah turbulensi atau malah saat ini organisasi anda masih berada dalam keadaan turbulensi. Apa yang harus kita lakukan ? Mungkin organisasi anda ibarat pesawat full atau sarat membawa penumpang. Dan tidak main-main penumpangnya adalah orang-orang yang pada level intelektualnya sudah tinggi yang sesungguhnya bisa anda mintai tolong untuk mengeluarkan pesawat dari kondisi turbulensi. Tapi…? ternyata sulit. Malah dijumpai beberapa penumpang terjun “menyelamatkan” diri sendiri cuma (mohon maaf) menggunakan “parasut” atau alat penolong milik/copyright/branding/stempel milik organisai atau perusahaan anda.

Pilot perusahaan anda harus segera melakukan langkah-langkah cepat untuk meyelamatkan pesawat dengan keluar dari kondisi turbelensi : Instruksi awal sekali adalah : JANGAN TINGGALKAN PESAWAT !!! DUDUK kembali ke kursi masing-masing sesuai dengan nomer tempat duduknya, dan pasang SABUK PENGAMAN !!!

Langkah berikutnya, Kenali problem atau penyebab turbulensi di perusahaan anda. agar mereka tetap dengan ikhlas duduk di kursi masing-masing dan merasakan bahaya bersama, menghadapi musuh bersama dan merasakan bahwa semua nya akan bisa diselesaikan tatkala kita dalam satu kebersamaan. Jika perusahaan anda adalah termasuk perusahaan yang “birokratis” dan “feodal”, biasanya penyebab utama turbulensi adalah kebiasaan karyawan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sehingga waktunya sibuk untuk membicarakan orang lain, akhirnya merasa dirinya besar (tidak mau mendengarkan yang lain) Jika dalam turbulensi peswat karena putaran udara dari 2 arah, samahalnya di perusahaan anda terjadi “asimetris information” : informasi yang tidak jelas contentnya dan asal-usulnya juga tidak jelas. Sehingga kondisinya tidak kondusif dan orang yang cemerlang dalam berprestasi malah menyembunyikan prestasinya. Takut mendengar komentar-komentar kotor dari sekelilingnya. Alih-alih penghargaan dia peroleh, malah cemooh yang dia dapat. Pilot harus segera menyelesaikan keadaan darurat ini dengan cara bijaksana. Nah bijaksana ini memang perlu sikap tegas : NO ghibah !, No Gosip ! berikan doktrinasi baru dalam bekerja : Kolaborasi, Sharing, Saling Menghargai, Act Globaly dan tinggalkan segala sesuatu yang tidak bermutu. Berikan target, Goal atau tujuan bersama yang jelas dan gamblang dengan performence indidkator yang jelas pula.Kalau tidak, capek BOS…!!!! disuruh main badminton diberi raket dan diberitahu Game diangka 21 tapi senarnya gak ada. Kapan mau selesai permainannya. Apalagi penontonya sama sekali nggak sopan.

Rabu, 21 Juli 2010

Inilah Pembunuh Dodo Rizaldi, Mahasiswa Teknik UNM

Posting, Rabu 21 Juli 2010

Pengejaran terhadap sejumlah pelaku pemarangan yang menewaskan Dodo Rizaldi, mahasiswa Fakultas Teknik UNM, akhirnya berakhir. Ahmad Kurniawan alias Wawan (21), mahasiswa semester delapan pada Fakultas Desain UNM, akhirnya bersedia menyerahkan di Polres Soppeng, Senin (19/7).
Informasi penyerahan diri tersangka itu diungkapkan Kapolsekta Tamalate AKP Suaib kepada wartawan di Makassar, Selasa (20/7). "Tersangka masih ditahan di Polres Soppeng selanjutnya akan dibawa ke Makassar," jelasnya.
Wawan menyerahkan diri ditemani beberapa anggota keluarganya. Selama hampir satu bulan warga Desa Soga, Kelurahan Tonrongge, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, ini bersembunyi di rumah keluarganya di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Beberapa hari lalu polisi juga telah menangkap pelaku lainnya yang juga rekan Wawan yaitu Nurul Hamzah yang ditangkap di depan rumahnya di Rappang, Kabupaten Sidrap.
Pada 15 Juni lalu, dua mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif UNM yakni Suardi (20) dan Dodo Rifaldi (21) dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Andi Mappaouddang, Makassar, karena diparangi saat baru saja meninggalkan kampusnya di Parangtambung, Kecamatan Tamalate.
Saat melintas di Jl Muhajirin, tiba-tiba dua pemuda yang tidak dikenalnya memarangi korban dari arah belakang. Pelaku kemudian melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, Suardi mengalami luka robek di bagian punggung kiri dan telinga kirinya. Sementara Dodo akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Kasus ini kemudian menyulut tawuran mahasiswa di UNM.

Selasa, 20 Juli 2010

Kopi Luwak Yang Menuai Kontroversi

Posting, Selasa 20 Juli 2010

Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biiji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.

Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.

Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.

Kopi Luwak yang diberikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono kepada PM Australia, Kevin Rudd, pada kunjungannya ke Australia di awal Maret 2010 menjadi perhatian pers Australia karena menurut Jawatan Karantina Australia tidak melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Pers menjulukinya dung diplomacy.

Jumat, 16 Juli 2010

Dakota RI-001, Pesawat Pertama Indonesia Adalah Sumbangan Rakyat Aceh

Posting, Jumat 16 Juli 2010

Dakota RI-001 Seulawah adalah pesawat angkut pertama milik Republik Indonesia yang dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh. Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways. Pesawat ini sangat besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia.

Pesawat Dakota DC-3 Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28.96 meter, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney berbobot 8.030 kg serta mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346 km/jam.

Sejarah

KSAU Komodor Udara Suryadarma memprakarsai pembelian pesawat angkut. Biro Rencana dan Propaganda TNI-AU yang dipimpin oleh OU II Wiweko Supono dan dibantu oleh OMU II Nurtanio Pringgoadisuryo dipercaya sebagai pelaksana ide tersebut. Biro tersebut kemudian menyiapkan sekira 25 model pesawat Dakota. Kemudian, Kepala Biro Propaganda TNI AU, OMU I J. Salatun ditugaskan mengikuti Presiden Soekarno ke Sumatra dalam rangka mencari dana.

Pada tanggal 16 Juni 1948 di Hotel Kutaraja, Presiden Soekarno berhasil membangkitkan patriotisme rakyat Aceh. Melalui sebuah kepanitiaan yang diketuai Djuned Yusuf dan Said Muhammad Alhabsji, berhasil dikumpulkan sumbangan dari rakyat Aceh setara dengan 20 kg emas.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sebuah pesawat Dakota dan menjadi pesawat angkut pertama yang dimiliki bangsa Indonesia. Pesawat Dakota sumbangan dari rakyat Aceh itu kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Seulawah sendiri berarti "Gunung Emas".

Kehadiran Dakota RI-001 Seulawah mendorong dibukanya jalur penerbangan Jawa-Sumatra, bahkan hingga ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatra dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Maguwo.

Di Kutaraja, pesawat tersebut digunakan joy flight bagi para pemuka rakyat Aceh dan penyebaran pamflet. Pada tanggal 4 Desember 1948 pesawat digunakan untuk mengangkut kadet ALRI dari Payakumbuh ke Kutaraja, serta untuk pemotretan udara di atas Gunung Merapi.

Pada awal Desember 1948 pesawat Dakota RI-001 Seulawah bertolak dari Lanud Maguwo-Kutaraja dan pada tanggal 6 Desember 1948 bertolak menuju Kalkuta, India. Pesawat diawaki Kapten Pilot J. Maupin, Kopilot OU III Sutardjo Sigit, juru radio Adisumarmo, dan juru mesin Caesselberry. Perjalanan ke Kalkuta adalah untuk melakukan perawatan berkala. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, Dakota RI-001 Seulawah tidak bisa kembali ke tanah air. Atas prakarsa Wiweko Supono, dengan modal Dakota RI-001 Seulawah itulah, maka didirikanlah perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways, dengan kantor di Birma (kini Myanmar).

Monumen

Seiring dengan perkembangan teknologi, khususnya di bidang kedirgantaraan, beberapa jenis pesawat terbang generasi tua pun dinyatakan berakhir masa operasinya. Salah satunya adalah jenis Dakota.

Namun, karena jasanya yang dinilai besar bagi cikal bakal berdirinya sebuah maskapai penerbangan komersial di tanah air, TNI AU memprakarsai berdirinya sebuah monumen perjuangan pesawat Dakota RI-001 Seulawah di Banda Aceh. Pada tanggal 30 Juli 1984, Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani pun meresmikan monumen yang terletak di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

Monumen ini menjadi lambang bahwa sumbangan rakyat Aceh sangatlah besar bagi perjuangan Republik Indonesia di awal berdirinya.

Kamis, 15 Juli 2010

Kisah Heroik, Mahasiswa Unhas Duduki Bandara Hasanuddin

Posting, Kamis 15 Juli 2010
Ribuan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, dulu Ujung Pandang, Jum'at 13 November 1998 siang memblokade Bandara Hasanuddin hingga menyebabkan beberapa jadwal penerbangan menjadi batal. Tindakan para mahasiswa tersebut sebagai reaksi atas perlakuan represif aparat militer terhadap demonstrasi mahasiswa di Jakarta yang menentang pelaksanaan Sidang Istimewa (SI) MPR.
Ribuan mahasiswa Unhas tersebut mengancam akan terus menduduki Bandara Hasanudin, hingga ada kepastian tentang hasl-hasil SI MPR yang dianggap telah memenuhi aspirasi rakyat, para mahasiswa menyampaikan beberapa butir pernyataan, yaitu mengecam sikap
represif aparat militer dalam menangani demonstrasi mahasiswa di Jakarta, menolak hasil SI oleh para anggota dewan yang dianggap merupakan produk Pemilu yang tidak sah dan tidak konstitusional, mengadili Soeharto dan konco-konconya, membentuk pemerintahan transisi yang legitimat, menolak pemaksaan azas tunggal Pancasila, menolak deklarasi kelompok Ciganjur yang dianggap terlalu berbau Jawa dan menyerukan persiapan dibentuknya negara Federasi Sulawesi Selatan..
Sementara itu, aparat keamanan hanya berjaga-jaga tanpa bisa mengambil tindakan apa-apa. Bahkan mereka telah melaksanakan ibadah jum'at di apron (tempat parkir pesawat) bandara bersama aparat kepolisian yang datang menemui mereka, beberapa kesatuan pengamanan yang terlihat adalah kamra, polisi kesatuan brimob, perintis, dan TNI-AU.
Sementara itu anggota FKP Dr Marwah Daud Ibrahim yang merupakan salah satu pendukung BJ Habibie, mengatakan bahwa apa yang dilakukan orang Ujung Pandang (sekarang Makassar) itu adalah tanda kecintaan mereka pada Presiden Habibie.
Gerakan Mahasiswa Makassar terus bergolak, hampir seluruh fasilitas strategis pemerintahan digoyang aksi demonstrasi dahsyat, Telkom Divre IV juga sempat diblokir akses-nya oleh mahasiswa, mereka mengikutkan ahli IT dalam aksinya, sekitar 4 jam tidak ada akses telepon dari dan keluar Sulawesi Selatan, aksi pendudukan lainnya juga terjadi di TVRI, RRI, DPRD Provinsi, Kantor Gubernur, bahkan di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar mahasiswa berhasil menyandera KM.Ciremai yang akan berlayar ke Jakarta, sebelum akhirnya dilepas setelah melalui negosiasi yang alot. Satu catatan penting bahwa dalam setiap aksinya, mahasiswa tidak pernah melakukan pengrusakan fasilitas publik, yang terjadi adalah bentrokan dengan aparat sebagai bagian dari konsekuensi gerakan yang militan.
Namun saat ini, sepertinya gerakan mahasiswa makassar kehilangan sentuhan, mahasiswa gagal mendapat simpati rakyat, justru mahasiswa tampil dengan berbagai tindakan anarkis yang merusak citra gerakan itu sendiri.

Selasa, 13 Juli 2010

28 Maret 1981, Pembajakan Pesawat Garuda 206 Oleh Terroris

Posting, Selasa 13 Juli 2010

Garuda Indonesia Penerbangan 206 atau juga dikenal dengan sebutan Peristiwa Woyla adalah sebuah penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari pelabuhan udara sipil Talangbetutu, Palembang ke Bandara Polonia, Medan yang mengalami insiden pembajakan pesawat pada 28 Maret 1981 oleh lima orang teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, dan mengidentifikasi diri sebagai anggota kelompok Islam ekstremis "Komando Jihad". Penerbangan dengan pesawat DC-9 Woyla tersebut berangkat dari Jakarta pada pukul 08.00 pagi, transit di Palembang, dan akan terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55. Dalam penerbangan, pesawat tersebut tiba-tiba dibajak oleh lima orang teroris Komando Jihad yang menyamar sebagai penumpang. Setelah mendarat sementara untuk mengisi bahan bakar di Bandara Penang, Malaysia, akhirnya pesawat tersebut terbang dan mengalami drama puncaknya di Bandara Don Mueang di Bangkok, Muang Thai tanggal 31 Maret.

Imran bin Muhammad Zein, pemimpin sel kelompok Komando Jihad yang melakukan peristiwa teror ini menuntut agar para rekannya yang ditahan pasca Peristiwa Cicendo di Bandung, Jawa Barat, supaya dibebaskan. Dalam Peristiwa Cicendo, 14 anggota Komando Jihad membunuh empat anggota polisi di Kosekta 65 pada 11 Maret 1981 dini hari. Usai peristiwa itu, sejumlah anggota Komando Jihad ditahan dan terancam hukuman mati. [1]

Peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla ini menjadi peristiwa terorisme bermotif "jihad" pertama yang menimpa Indonesia dan satu-satunya dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia.

Kronologi Peristiwa
Pembajakan bermula saat pesawat yang dikemudikan Kapten Herman Rante baru saja terbang dari Pelud Sipil Talang Betutu, Palembang seusai transit untuk menuju Bandara Polonia, Medan. Setelah lepas landas, dua penumpang bangkit dari tempat duduk mereka, satu menuju ke kokpit dan menodongkan senjata. Satu lagi berdiri di gang antara tempat-duduk pesawat. Pada pukul 10.10 pesawat tersebut dikuasai oleh lima pembajak, semuanya bersenjata api. Pembajak di kokpit memerintahkan pilot untuk terbang ke Kolombo, Sri Lanka, namun pilot berkata bahwa pesawat tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar pesawat. Pesawat dialihkan ke Penang, Malaysia, untuk pengisian bahan bakar sebelum kemudian terbang lagi ke Thailand atas paksaan teroris dan penerimaaan pemerintah Thailand untuk mengizinkan pesawat tersebut mendarat di wilayahnya. Drama pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla tersebut berlangsung empat hari di Bandara Don Mueang Bangkok dan berakhir pada tanggal 31 Maret setelah serbuan kilat Grup-1 Para-Komando yang dipimpin Letnan Kolonel Infanteri Sintong Panjaitan. Pilot pesawat Garuda, Kapten Herman Rante, dan Achmad Kirang, salah satu anggota satuan Para-Komando Kopassandha, meninggal dalam baku tembak yang berlangsung selama operasi kilat pembebasan pesawat tersebut.

Para teroris mengaku berasal dari kelompok Islam ekstremis bernama Komando Jihad. Pada saat terjadinya peristiwa ini, pasukan komando Indonesia belum memiliki pengalaman dalam menangani peristiwa terorisme pembajakan pesawat. Kelompok khusus militer Indonesia yang baru dibentuk saat itu, Kopassandha (Nama satuan Kopassus saat itu), meminjam sebuah pesawat DC-9 untuk mempelajari situasi.

DC-9 Woyla meninggalkan Malaysia setelah mengisi bahan bakar, menuju ke Bandara Don Mueang, Thailand. Seorang penumpang wanita lanjut usia diperbolehkan turun di Malaysia oleh para teroris. Para teroris kemudian membacakan tuntutan mereka, yaitu agar anggota Komando Jihad yang ditahan di Indonesia segera dibebaskan, dan uang sejumlah US$ 1,5 juta. Mereka juga meminta pesawat untuk pembebasan tahanan dan untuk terbang ke tujuan yang dirahasiakan. Mereka mengancam telah memasang bom di pesawat Woyla dan tidak segan untuk meledakkan diri bersama pesawat tersebut.

Operasi Pembebasan
Operasi pembebasan pesawat DC-9 dikenal dengan sebutan Operasi Woyla yang dimulai sehari setelah tersiarnya kabar pembajakan tersebut. Pada pukul 21.00, 29 Maret, 35 anggota Kopassandha meninggalkan Indonesia dalam sebuah DC-10, mengenakan pakaian sipil. Pemimpin CIA di Thailand menawarkan pinjaman jaket anti peluru, namun ditolak karena pasukan Kopassandha Indonesia telah membawa perlengkapan mereka sendiri dari Jakarta.

Pukul 02.30 tanggal 31 Maret, prajurit bersenjata mendekati pesawat secara diam-diam. Mereka merencanakan agar Tim Merah dan Tim Biru memanjat ke sayap pesawat dan menunggu di pintu samping. Semua jendela pesawat telah ditutup. Tim Hijau akan masuk lewat pintu belakang. Semua tim akan masuk ketika kode diberikan. Pada pukul 02.43, Tim Thailand ikut bergerak ke landasan, menunggu di landasan agar tidak ada teroris yang lolos. Kode untuk masuk diberikan, ketiga tim masuk, dengan Tim Hijau terlebih dahulu, mereka berpapasan dengan seorang teroris yang berjaga di pintu belakang. Teroris tersebut menembak dan mengenai Achmad Kirang, salah seorang anggota Tim Hijau di bagian bawah perut yang tidak terlindungi. Teroris tersebut kemudian ditembak dan tewas di tempat. Tim Biru dan Tim Merah masuk, menembak dua teroris lain, sementara penumpang menunduk. Para penumpang kemudian disuruh keluar. Seorang teroris dengan granat tangan tiba-tiba keluar dan mencoba melemparkannya tetapi gagal meledak. Lalu anggota tim menembak dan melukainya sebelum dia sempat keluar. Teroris terakhir dinetralisir di luar pesawat. Imran bin Muhammad Zein selamat dalam peristiwa baku tembak tersebut dan ditangkap oleh Satuan Para Komando Kopassandha.

Tim medis kemudian datang untuk menyelamatkan pilot pesawat DC-9 Woyla, Kapten Herman Rante, yang ditembak salah satu teroris dalam serangan tersebut. Namun Kapten Herman Rante meninggal di Rumah Sakit di Bangkok beberapa hari setelah kejadian tersebut. Kedua korban peristiwa terorisme ini kemudian dimakamkan di TMP Kalibata.

Operasi kontra terorisme ini dilakukan oleh Grup-1 Para-Komando dibawah pimpinan Letnan Kolonel Infanteri Sintong Panjaitan yang kemudian beserta tim-nya dianugerahi Bintang Sakti dan dinaikkan pangkatnya satu tingkat, kecuali Achmad Kirang yang gugur didalam operasi terebut dinaikkan pangkatnya dua tingkat secara anumerta.

Pasca Peristiwa Pembajakan
Imran bin Muhammad Zein selaku otak peristiwa pembajakan pesawat DC-9 ini kemudian dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 1981. Imran merupakan salah seorang yang terlibat dalam Peristiwa Cicendo bersama Maman Kusmayadi, Salman Hafidz, serta 11 orang lainnya. Maman dan Salman bernasib sama dengan Imran dan dieksekusi dalam hukuman mati.

Senin, 12 Juli 2010

Kekalahan Belanda Sangat Terasa di Lantai 2 Sekretariat WKMM

Posting Senin 12 Juli 2010

Tiga setengah jam lagi per­tan­dingan final piala dunia, Belanda vs Spanyol akan ber­lang­sung. Per­tan­dingan baru akan ber­lang­sung malam di Belanda, tapi sejak siang Museum­plein Ams­terdam sudah dipenuhi fans tim Oranye. dan tercatat sam­pai 150.000 fans yang non­ton bareng di sana.

Ada berita menarik sebelum per­tan­dingan final ini, berita-berita seputar ramalan para binatang. Yang paling ngetop, Paul si Gurita dari Ober­hausen meramalkan bahwa Spanyol yang akan merebut piala dunia untuk per­tama kalinya. Sebelum ramalan resmi dari Mbah Paul Gurita ini, sem­pat ada hoax yang ber­edar bahwa si Paul meramalkan Belanda yang akan menang. Ter­nyata hoax itu ber­asal dari twit orang Indonesia.

Kecewa dengan prediksi Paul, orang Belanda akhir­nya ber­tanya sama Pieter sesama cumi dari Antwerp. Namanya aja Pieter, ya jelas milih Belanda. Prediksi Pieter ini diper­kuat juga oleh par­kit Mani dari Singapura. Masih belum puas dengan ramalan gurita Pieter dan par­kit Mani? Koran Belanda Spits sem­pat ber­tanya juga pada Babi Rozijn­tje. Er kan niet mis gaan, nothing can go wrong kata orang Belanda. Ramalan Paul dimen­tahkan oleh ramalan Gurita Antwerp, Par­kit dan Babi.

Ter­akhir yang saya dengar, ini mung­kin akal-akalannya fans Belanda di Indonesia, si Mamat, gurita dari sea world juga meramalkan Belanda yang akan memenangkan pertandingan. Mamat ini gurita indonesia yang baru muncul beberapa jam sebelum partai final, yah cari sensasi, apalagi yang bisa dilakukan indonesia selain sensasi!

Baru sekali ini per­tan­dingan piala dunia ikut mem­buat para binatang sibuk ikut meramal. Nah kalau diliat dari ramalan para binatang ini hanya ada satu Gurita Paul yang memp­rediksi Spanyol menang, lawan 4 binatang, 2 Gurita, Babi + Par­kit. Kalau kesak­tian mereka sama, ber­arti mestinya skor­nya akan 4–1 untuk Belanda.

Dan ternyata Belanda memang kalah, ber­arti memang Paul yang paling sakti, dan binatang lain hanya ikut-ikutan ;) apalagi si Mamat, punya orang indonesia itu, padahal ada beberapa tokoh WKMM menjagokan Spanyol, termasuk Ketua Umum WKMM, dan ramalan mereka terbukti benar.

Sedikit mengisahkan nonton bareng yang digelar oleh WKMM sebulan penuh di depan sekretariat berakhir klimaks dengan kemenangan 3 orang pendukung Spanyol, maklumlah rata2 anak WKMM ngedukung Belanda, yang paling miris adalah mereka yang nonton dari Lantai 2 Sekretariat WKMM, selepas pertandingan mereka sepertinya sulit mempercayai kekalahan Belanda, padahal jelas, 8 kartu kuning + 1 kartu merah untuk Belanda membuktikan bahwa Spanyol memang bukan lawan sepadan, bahkan Coach of Spain, Vicente del Bosque merasa terkejut, Belanda mampu memberikan perlawanan sampai 127 menit, sebelum kemudian di hentikan oleh Andrea Iniesta, padahal menurut prediksinya, ia akan memenangkan pertandingan dengan mudah.

Minggu, 11 Juli 2010

Dalai Lama, Sang Pemercik Kedamaian

Posting : Minggu 11 Juli 2010

Toleransi, saling mengasihi dan memaafkan. Tiga ajaran itu berdampingan dengan hal-hal baik lain yang bisa dipelajari dari Dalai Lama.Tenzin Gyatso, nama kecilnya, tidak mengenal kekerasan.

Dia memilih berjuang lewat negosiasi damai seraya melantunkan doa-doa demi harapan baik. Lhamo Thondup masih berusia tiga tahun ketika pejabat biara Tibet berdiri di depan rumah orang tuanya. Dia duduk di antara mainan kesukaannya, memandang tamu- tamu asing setengah takut.Pejabat biara meletakkan tiga benda di depan Lhamo Thondup.Mereka menanti Thondup memilih satu di antara tiga benda. Apa yang dibawa pejabat biara bukan benda sembarangan.Satu di antara tiga benda yang “dipinjamkan” ke Lhamo Thondup adalah milik mendiang Dalai Lama XII. Mereka percaya Dalai Lama mengalami reinkarnasi. Siapa pun yang menjadi sosok reinkarnasi, secara otomatis menjadi Dalai Lama berikutnya.

Begitulah, Lhamo Thondup akhir-nya meletakkan tangan mungilnya di atas benda yang pernah menjadi milik Dalai Lama XII. Didahului restu orang tuanya,Lhamo Thondup akhirnya dibawa ke biara. Dalai Lama tumbuh remaja didampingi pejabat tinggi biara. Dia menerima banyak pengetahuan tentang kehidupan, termasuk politik, objek yang nantinya memengaruhi masa dewasanya. Bayangkan,dia mesti memikirkan masa depan Tibet pada usia 16 tahun.Dia dituntut untuk bisa berbicara, atas nama kebaikan dan perdamaian. Segala pengetahuan tentang kebajikan serta kebijaksanaan mengisi kalimat Dalai Lama.Dia mengkritik Pemerintah China dengan cara-cara yang halus.

Artinya begini, dia berjuang tanpa kekerasan,senapan,bahkan sampai harus mempertaruhkan nyawa rakyat Tibet.Setidaknya itu yang menjadi harapan Dalai Lama. Lelaki yang lahir di Taktser ini hanya butuh dialog untuk mengusahakan otonomi Tibet.Dialog beserta negosiasi setia diperjuangkan selama hampir 50 tahun. Selama itu pula China menggantungkan semua usaha Dalai Lama. China memang menanggapi dan bereaksi, tapi belum menyetujui permohonan Dalai Lama. Sejak masih remaja Dalai Lama dianggap sebagai ancaman besar. Itu menurut China, yang notabene menguasai hampir semua sendi kehidupan di Tibet.

Sementara bagi rakyat Tibet,Dalai Lama merupakan seorang pahlawan. Dia adalah pemimpin spiritual yang sarat kebajikan.Kendati Dalai Lama minim pergerakan,umpamanya, rakyat tetap berdiri di belakangnya.Penduduk Tibet berusaha memahami keputusan yang diambil Dalai Lama. Seperti yang terjadi pada 1959, ketika tentara China memasuki Tibet. Dalai Lama, didampingi beberapa pejabat Tibet,akhirnya mengasingkan diri ke India.Mereka memilih India karena negeri ini yang paling dekat dengan Tibet. Harapan pejabat Tibet, mereka bisa membentuk pemerintahan baru di India.Maka terpilihlah Dharamsala, kota di Lembah Kangra,India.

Di kota bersuhu dingin ini Dalai Lama berjuang, dan mendampingi rakyat Tibet dari kejauhan. Tidak ada yang perlu disangsikan dari Dalai Lama. Ketika dia katakan bakal terus mendampingi rakyat Tibet,maka itu benar-benar dilakukannya. Awalnya banyak yang berpikir Dalai Lama terobsesi untuk memerdekakan Tibet.Nyatanya, seperti kerap disampaikan Dalai Lama, bukan kemerdekaan Tibet yang menjadi tujuannya. Otonomi bagi Tibet adalah mimpi Dalai Lama, pejabat pemerintahan, juga rakyat. Bagi Dalai Lama, otonomi mungkin sekali diperoleh, asal dialog berjalan lancar.

Kedua pihak, China dan Tibet, harus menghargai pendapat masing- masing sehingga bisa hidup berdampingan secara damai.Walau jauh dari Tibet, namun Dalai Lama tetap mengusahakan dukungan. Beberapa tahun terakhir, pemimpin spiritual yang baru menginjak usia 75 tahun ini rajin mengunjungi Amerika Serikat (AS),beberapa negara Eropa,juga Asia. Akhir Juni lalu Dalai Lama bertemu dengan 28 jurnalis,profesor, dan ilmuwan China.Dalam diskusi itu Dalai Lama mengingatkan pentingnya berdamai dan mengusahakan kehidupan yang harmonis.“ Entah mereka (China) setuju atau tidak,yang jelas,Tibet adalah sebuah persoalan,”katanya.

Dalai Lamai menambahkan, rakyat Tibet masih hidup dengan bayang-bayang ketakutan.“Mereka takut berekspresi, tidak mendapat perlindungan, bahkan memperkenalkan kebudayaan sendiri,”paparnya di depan para pemikir China. Harmoni, itulah yang menjadi penekanan Dalai Lama. Kalau China dengan kekuasaannya masih membatasi pergerakan rakyat Tibet, maka harmoni kehidupan kian menjauh dari Negeri Atap Dunia.“Harmoni datang dari hati, bukan dari tindak kekerasan,” pesannya. Kalimat-kalimat seperti inilah yang nyaris selalu diutarakan Dalai Lama.Ajakannya selalu berdekatan dengan kedamaian dan situasi kehidupan yang tenteram. Dia mengerti Tibet belum aman.

Selain persoalan selama setengah abad dengan China, Tibet juga memiliki masalah internal. Penduduk Tibet masih waswas setiap kali ingin membuka diri. Padahal, Dalai Lama berharap banyak atas kemajuan Tibet. Namun, sekali lagi, Dalai Lama mengingatkan, bukan dia yang berkuasa memutuskan Tibet bakal seperti apa.“Saya tidak memutuskan apa pun. Dan itu adalah kebenaran,” katanya. Bagaimanapun, Dalai Lama masih terus berjuang, demi otonomi serta kedamaian di Tibet.

Dia adalah pejuang dan telah pula dimaklumatkan sebagai pahlawan kedamaian. Nobel Perdamaian pun pernah singgah di atas telapak tangannya,1989 lalu.

Jumat, 09 Juli 2010

Permendagri Nomor 26/2010 Tentang Penggunaan Senjata Api Bagi Satpol PP Terus Dikecam!

Posting, 09 Juli 2010

Kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mempersenjatai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan senjata api dikecam. Banyak kalangan menilai kebijakan melengkapi Satpol PP dengan senjata api didasari dengan Permendagri Nomor26/2010 tentang Penggunaan Senjata Api bagi Satpol PP malah dikhawatirkan akan menambah rentetan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) menyampaikan, tugas pokok Satpol PP sesuai dengan PP Nomor 32 tahun 2004 adalah menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah dan keputusan kepala daerah. Sehingga untuk penegakan itu tidak diperlukan petugas Satpol PP dipersenjatai dengans senjata api. “Artinya, yang dihadapi Satpol PP masyarakat sipil yang tidak memiliki senjata dan hanya melanggar peraturan daerah, bukan penjahat kelas kakap, pemberontak ataupun musuh dari negara lain yang dipersenjatai,” kata Yurika SH didampingi Ahmad Irwandi Lubis SH dan Luhut P Siahan SH dari LBH Medan kepada wartawan, Kamis (8/7).

LBH Medan mengkhuatrikan pemeberian senjata akan menambah rentetan kekerasan terhadap masyarakat sipil, dimana pada penggusuran pedagang kaki lima (PKL) msih menggunakan cara-cara kekerasan dalam melakukan penertiban . “Dengan masih menggunakan pentungan saja dapat bertindak sesuka hatinya melakukan kekerasan kepada masyarakat,” ungkap Yurika SH.

LBH Medan menilai, semestinya kebijakan dikeluarkan Mendagri lebih baik pada program pemantapan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga Satpol PP lebih profesional dalam menjalankan fungsinya karena selama ini dalam menjalankan tugasnya tidak memiliki standar operasional yang cukup, itu terlihat dari gambaran tragedi Tanjung Priok beberapa bulan lalu. “Kami meminta Mendagri mencabut Permendagri Nomor 26/2010 itu, karena kebijakan itu tidak tepat diterapkan,” tutur Yurika SH.

Kekhawatiran lainnya juga disampaikan Mangaliat Simarmata dari LBH Masyarakat Sumatera Utara (BAKUMSU). “Kita khawatir dengan dipersenjatai bisa menimbulkan arogansi oknum petugas Satpol PP, karena sampai saat ini kita tidak tahu bagaimana sistim rekrutmen sat pol PP,” kata Mangaliat Simarmata terpisah.

Mangaliat Simarmata menambahkan, sampai saat ini banyak kasus kekerasan dengan menggunakan sejata api yang dilakukan sejumlah oknum aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya. “Kita sangat menyangkan Mendagri mengeluarkan peraturan seperti itu. Kebijakan ini bisa menambah rentetan kekerasan terhadap masyarakat sipil dari oknum-oknum aparat keamanan,” tandasnya.

Selasa, 06 Juli 2010

Teori Kekerasan Struktural

Posting, 06 Juni 2010
Geen geweld is fnuikender dan het gerechtvaardig geweld.
- Herman Bianchi -

Dari semua teori kekerasan, teori' "kekerasan struktural" dari Johann Galtung, seorang kriminolog dari Norwegia dan seorang polemolog, adalah teori yang bertalian dengan kekerasan yang paling menarik. Dalam pengulasan dan penganalisaan lebih lanjut, saya sampai pada kesimpulan bahwa teori kekerasan struktural pada hakekatnya adalah teori kekerasan "sobural". Dengan "sobural" saya maksudkan suatu akronim dari (nilai-nilai) sosial, (aspek) budaya, dan (faktor) struktural (masyarakat).

Dengan "kekerasan struktural" dimaksudkan kekerasan tidak langsung, yang bukan berasal dari orang tertentu, tetapi yang telah terbentuk dalam suatu sistem sosial tertentu. Jadi bila anda berkuasa atau memiliki harta kekayaan berlimpah, maka akan selalu ada kecenderungan untuk melakukan kekerasan, kecuali kalau ada hambatan yang jelas dan tegas.

Teori "kekerasan struktural" jika diimplementasikan secara empirik realistik, telah diterapkan secara telanjang di zaman Soeharto (Orde Baru) melalui Angkatan Bersenjata dan organisasi politik yang berkuasa berbaju kultur Jawa. Secara singkat, Soeharto bisa dibanding dengan Ken Arok, hanya zaman dan teknologi (bersenjata) yang berbeda. (Baca buku Pramoedya Ananta Toer, Arok Dedes, Hasta Mitra, Jakarta, 2002).

Untuk contoh-contoh kekerasan struktural saya akan kutip dari tulisan Asvi Warman Adam dari Kompas 04 Desember 2000:

“…Dalam periode itu (1945-1999) terjadi beberapa peristiwa pelanggaran HAM berat Dalam sejarah Indonesia seperti : (a) ekses Demokrasi Terpimpin (antara lain penahanan tokoh Masyumi/PSI tanpa diadili); (b) pembantaian 1965/1966; (c) penahanan politik di kamp Pulau Buru (1969-1979); (d) kasus Timor Timur; (e) kasus Aceh; (f) kasus Irian Jaya; (g) Petrus (Penembakan Misterius); (h) kasus Tanjung Priok 1984; (1) 27 Juli 1996; (j) seputar kerusuhan Mei 1998. Dari sepuluh kategori itu, hanya satu kasus pada era Orde Lama. Sembilan kasus terjadi pada era Orde Baru...”

Di samping itu konflik di Ambon dan Lease (Maluku Tengah), di Halmahera (Maluku Utara), di Poso (Sulawesi Tengah), di Kalimantan Barat dan Tengah, serta pembakaran Gereja-Gereja di Situbondo (Jawa Timur) dan di berbagai daerah di Jawa, di Lampung, di Lombok, di Aceh, dan yang terakhir tindakan teroris di Denpasar (Bali), adalah peristiwa-peristiwa yang tampaknya seperti tidak berkaitan, tetapi sesungguhnya berasal dari sumber kekerasan struktural.

Bayangkan, selama lebih kurang dua tahun, ada 2 Panglima tertinggi di Indonesia yaitu Panglima TNI dan Panglima Laskar Jihad. Sangat sulit mengatasi Laskar Jihad ini. Tetapi begitu bom teroris secara biadab meletus di Denpasar dengan korban yang begitu banyak, tiba-tiba Laskar Jihad membubarkan diri. Reaksi Panglima TNI sudah sangat terlambat bertalian dengan masalah Panglima para-militer ini. Orang bertanya mengapa begitu terlambat : mengapa dan mengapa!

Pada dasarnya hampir semua suku bangsa di Indonesia memiliki dan mempraktekkan "kekerasan struktural" melalui subkultur (kekerasan) masing-masing. Jadi manusia dengan pemilikan kekuasaan tak terbatas dan tak seimbang akan selalu cenderung melakukan kekerasan struktural. Dalam konteks yang demikian, melihat nilai-nilai sosial, aspek budaya dan faktor struktural masyarakat tertentu, teori kekerasan struktural adalah setali tiga uang dengan teori kekerasan "sobural". (Baca tulisan-tulisan J.E. Sahetapy bertalian dengan masalah "sobural" ini). Dengan melakukan stigmatisasi dan kekuasaan yang tanpa check and balances, maka kekerasan struktural akan berkembang tanpa hambatan melanggar HAM, kecuali bila dihambat oleh rule of law, demokratisasi dalam suatu civil society. Di waktu yang lalu, selain tidak ada demokrasi kecuali demo-crazy, rule by law and rule above the law, stigmatisasi PKI, maka merajalela Soeharto sebagai Ken Arok dan para Kebo-Ijo dibantai sekehendak hati.

Kekerasan struktural sesungguhnya bukan barang kemasan baru dari abad ke 21 dan bukan pula solusi baru melalui kekerasan struktural terhadap kekerasan. Yargon awam tentang kekerasan bahwa kekerasan identik dengan (perbuatan) fisik, sesungguhnya tidak selalu harus berarti demikian.

Perbuatan kekerasan apalagi yang struktural tidak harus selalu dengan menggunakan secara fisik. Ia bisa berupa sesuatu yang non-fisik, yang psikologis berupa stigmatisasi, yang kultural, yang sosial, yang ekonomis dengan diskriminasi ethnis, yang struktural, bahkan dari yang berwajib / berkuasa secara psikis, sampai pada yang bersifat naratif seperti berita-berita pers mengenai Sadam dan Kadafi. (Untuk yang naratif lihat Turpin dan Kurtz, 1997 : 91).

Bahkan, secara logika mungkin sulit diterima kalau dikatakan bahwa bentuk penipuan yang jelas secara kasat mata bukan kekerasan, pada asasnya menurut yargon awam, ujung-ujungnya adalah "kekerasan". Atau dari optik viktimologi, implikasi atau konsekuensi akhir adalah dapat berwujud pada kristalisasi (penggunaan) kekerasan yang dibanding dengan di zaman Hindia Belanda, kekerasan struktural selama merdeka jauh lebih besar.

Kekerasan struktural sudah dikenal sejak permulaan peradaban atau sejak permulaan penciptaan. Dan sebelum agama-agama besar mendapatkan wahyu demi eksistensinya, kekerasan bersumber pada agama dengan berdalih secara "falasi", demi dan melalui serta oleh agama-agama itu sendiri, kekerasan struktural sudah dikenal dan menggunakan kekerasan atas nama agama itu sendiri. Padahal Tuhan Allah yang memiliki sifat dan hakekat serta berwujud segala "maha" serta rahmani dan rahimi, belum tentu mengizinkan atau membenarkan kekerasan untuk sang chalik serta untuk dan atas nama agama. Kini dengan berdalih kerusakan moral, orang ingin memperbaiki moral melalui berdandan dengan mewajibkan anak-anak sekolah berbusana tertentu. Suatu kekerasan struktural yang sangat "naif' dan terselubung dengan maksud-maksud yang tidak etis.

Sepanjang yang dapat ditelusuri, bentuk kekerasan struktural yang boleh dapat dikatakan untuk pertama kali, adalah kekerasan fisik oleh Kain terhadap Habel. Mengherankan betapa Kain tega membunuh Habel dalam konteks persembahan agama. Di sini tidak akan diulas motivasi kekerasan Kain terhadap Habel, adiknya sendiri. Perhatikan pernyataan (kekerasan) dari Kain terhadap Sang Pencipta sebagai Alfa dan Omega : "Apakah aku penjaga adikku" (Kejadian 4 : 9).

Menurut Turpin dan Kurtz (1997 : 2) : "Understanding human violence is one of the central tasks of our time, yet we still know very little about it" oleh karena "... we have neglected the search for fundamental causes...” Tetapi sesungguhnya, dengan mengingat apa yang telah disinggung di atas, kalau anatomi kekerasan boleh dibelah dan dianalisis, tidak selamanya bentuk atau wujud kekerasan selalu harus selalu secara fisik. Secara teoritik akademik dikenal berbagai bentuk kekerasan, antara lain : symbolic violence (Elias, 1993), workplace violence (Solomon and King, 1993), structural violence, bureaucratised violence (Turpin dan Kurtz, 1997), anarchic violence (Hobbes, 1928), juvenile violence, religious violence, cultural violence. James Gilligan (tahun tidak jelas) dengan mengutip dari James Q. Wilson menulis bahwa "... there is no such thing as `underlying causes' of crime; that we should abandon the attempt to discover and ameliorate or eradicate those so called causes, and simply continue with our customary approach to crime, namely imprisonment and punishment."

Jhering pernah menulis bahwa "law without force is an empty name". Jadi aplikasi hukum lazimnya dengan menggunakan kekerasan. Tetapi kekerasan yang bagaimana? Orang lalu sampai pada suatu kesimpulan : apakah mungkin "penanggulangan kekerasan -- yang lazimnya dikualifikasi sebagai kejahatan, apakah mungkin dilakukan tanpa kekerasan". Herman Bianchi (1980) menulis "Maar naar de theorie van het struktureel geweld vervult hij een aggresieve en gewelddadige rol". Dengan perkataan lain, melalui teori kekerasan struktural digunakan peranan agresif dan kekerasan.

Robert Elias memang benar. Setelah membahas panjang lebar tentang "A culture of Violent Solutions" yang menyangkut berbagai perspektif dan membuat masyarakat pada akhirnya menggunakan violence is the solution of choice mengakhiri tulisannya dengan menulis : "We are a culture of violent solutions, but violence will not solve our problems and is itself a problem and the root of most of our other social ills (1997 : 143).
Lalu bagaimana dengan masyarakat kita di Indonesia? Asvi Warman Adam dalam Kompas 4 Desember 2000, menulis demikian : "Menurut CR Boxer (The Achienes Attack on Malacca in 1629), Sultan yang sedang menggendong cucunya yang masih bayi, pernah mengempaskan kepala sang cucu ke dinding hingga meninggal karena sang bayi tetap menangis ketika disuruh diam. Katanya, "semasih bayi saja kamu sudah berani menentangku, sebab itu kamu tidak berhak hidup lebih lama." Pernyataan itu tentu perlu dikonfirmasi dengan sumber lain. Namun, paling tidak ada beberapa informasi yang menggambarkan citra sang Sultan tidak sebagus yang dilukiskan dalam buku pelajaran sejarah nasional di sekolah. Dan sang Sultan, ternyata tidak diminta "mundur" oleh rakyatnya."

Masyarakat kita yang begitu pluralistik dalam hampir seluruh way of life-nya, dengan kadar penggunaan kekerasan struktural secara berbeda, yang pada dasarnya berakar juga dalam kekerasan (kultural) meskipun sudah disiram dengan ajaran agama yang pada dasarnya tidak ingin menggunakan kekerasan, sayangnya, membenarkan penggunaan kekerasan juga atas nama agama itu sendiri.

Yang mengherankan juga, Indonesia sebagai suatu bangsa yang dijuluki ramah dan halus budi pekerti (dalam bahasa Belanda : het zachtste volk op aarde) dengan beberapa perkecualian, ternyata kini telah terperangkap dalam menawarkan upaya dengan menggunakan kekerasan dan kadang-kadang dengan mendalihkan ajaran agamanya, entah itu benar atau tidak, entah itu rasionalistik atau emosional. Bandingkan betapa naif untuk mengubah moral orang disuruh berdandan dan berbusana tertentu, meskipun itu ada haknya untuk memakai apa saja.

Lalu mengapa semua itu bisa terjadi? Mengapa bangsa yang katanya berbudi luhur, ramah dan entah kualifikasi apa yang hendak diberikan kepada bangsa ini menjadi semacam homo homini lupus dalam hampir seluruh bidang kehidupan, termasuk dalam bidang spiritual, dari strata atas sampai pada yang di bawah. Tentu akan ada banyak jawaban yang dapat diberikan, bergantung dari sudut pandang dan pangkal tolak analisis.

Tetapi satu hal yang mungkin dapat dipakai untuk pokok bahan renungan kita semua tanpa kecuali : Indonesia kini tidak memiliki seorang pemimpin yang dapat diandalkan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan dalam realitas penghidupan sosio-spiritual. Lalu dengan meminjam ungkapan bahasa Belanda yang ditulis secara indah bagi mereka yang prihatin dengan kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini : Het volk is radeloos. De regering is radeloos. Het land is reddeloos. Artinya secara bebas: Rakyat sudah tidak dapat berbicara lagi. Pemerintah sudah bingung. Negara ini (seolah-olah) tidak dapat tertolong (lagi). Semoga ini tidak akan terjadi, tetapi apakah masih ada pemimpin (kita) yang bermoral ? Apakah jawabmu?

Kekerasan Struktural
oleh JE Sahetapy (ketua Komisi Hukum Nasional)

Benua Atlantis, Misteri Dari Dasar Laut

Posting, 06 Juni 2010

Legenda yang berkisah tentang "Atlantis", pertama kali ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno: Dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni: buku Critias dan Timaeus. ada buku Timaeus, Plato berkisah: Di hadapan "Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.

Dalam legenda, yang mendirikan kerajaan Atlantis adalah dewa laut Poseidon. Di atas sebuah pulau, ada seorang gadis muda yang kedua orang tuanya meninggal, Poseidon memperistri gadis muda itu dan melahirkan lima anak kembar, kemudian Poseidon membagi keseluruhan pulau menjadi 10 wilayah, masing-masing diserahkan pada 10 anak untuk menguasai, dan anak sulung ditunjuk sebagai penguasa tertinggi. Karena anak sulung lelaki ini bernama Atlan, oleh karenanya menyebut nama negeri tersebut sebagai kerajaan "Atlantis".

Satu bagian dalam dialog buku Critias, tercatat kisah Atlantis yang dikisahkan oleh adik sepupu Critias. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM). Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis. Catatan dalam dialog, secara garis besar seperti berikut ini:

"Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya: istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang."

Penyelidikan Arkeolog
Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.

Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.

Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?

Awal tahun '70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?

Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia! Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?

Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut "segitiga maut" laut Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.

Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?

Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut "segitiga maut". Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan: "Mutlak percaya, yang kami temukan adalah Benua Atlantik! Sama persis seperti yang dilukiskan Plato!" Benarkah itu?

Yang disayangkan, piramida dasar laut segitiga Bermuda, berhasil diselidiki dari atas permukaan laut dengan menggunakan instrumen canggih, hingga kini belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan apakah sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga manusia, sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah air yang berbentuk limas.

Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar samudera jalan batu di dasar lautan Atlantik Pulau Bimini, mengambil sampel "jalan batu" dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa. Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000 tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis, setidak-tidaknya tidak kurang dari 10.000 tahun. Mengenai foto yang ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun tidak dapat membuktikan apa-apa.

Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga hari ini, kerajaan Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.

Inilah Atlantis yang dilukiskan Plato
Note : Plato mampu mengingat beberapa kehidupannya yang lalu.

Beberapa penggal kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.

Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan
Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita “Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati, memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung lainnya wanita.

Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi, dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan. Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. Lelaki berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi, sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama. Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan, mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki fungsi pengobatan.

Berkomunikasi dengan Hewan
Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung” yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.

Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos. Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”. Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap demikian.

Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.

Lingkungan yang Indah Permai
Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.

Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah. Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.

Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan, pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan, marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif, lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini merupakan hal yang paling mendasar.

Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.

Teknologi yang Tinggi
Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang” (UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”

Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat. Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.

Pengobatan yang Maju
Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara keseluruhan.

Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien. Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.

Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut, terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung, agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman, “musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar, menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan “energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan kejiwaan.

Pendidikan Anak yang Ketat
Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak. Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah, menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran positif dan kisah bertema filosofis.

Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis, biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun, tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan setiap orang.

Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3 tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif. Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif, sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang dimilikinya. Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama mengembangkan potensinya.

Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak dibenarkan.

Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang. Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan. Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah pelindung kami.

Kiamat yang Melanda Atlantis
Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.

Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main, biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak matang.

Teknologi Maju yang Lalim
Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun, adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan. Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.

Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.

Menjelang Hari Kiamat
Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran, Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami dapat pergi dengan aman ke barat.

Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta. Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.

Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.

Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang. Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok, kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah menenggelamkan daratan.