Posting, Senin 10 Mei 2010
Dalam interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok, konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development, silakan KLIK DISINI ).
Dari pandangan baru dapat kita lihat bahwa pimpinan atau manajer tidak hanya wajib menekan dan memecahkan konflik yang terjadi, tetapi juga wajib untuk mengelola/memanaj konflik sehingga aspek-aspek yang membahayakan dapat dihindari dan ditekan seminimal mungkin, dan aspek-aspek yang menguntungkan dikembangkan semaksimal mungkin.
Penyebab Konflik
Konflik di dalam organisasi dapat disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
A. Faktor Manusia
1. Ditimbulkan oleh atasan, terutama karena gaya kepemimpinannya.
2. Personil yang mempertahankan peraturan-peraturan secara kaku.
3. Timbul karena ciri-ciri kepriba-dian individual, antara lain sikap egoistis, temperamental, sikap fanatik, dan sikap otoriter.
B. Faktor Organisasi
1. Persaingan dalam menggunakan sumberdaya.
Apabila sumberdaya baik berupa uang, material, atau sarana lainnya terbatas atau dibatasi, maka dapat timbul persaingan dalam penggunaannya. Ini merupakan potensi terjadinya konflik antar unit/departemen dalam suatu organisasi.
2. Perbedaan tujuan antar unit-unit organisasi.
Tiap-tiap unit dalam organisasi mempunyai spesialisasi dalam fungsi, tugas, dan bidangnya. Perbedaan ini sering mengarah pada konflik minat antar unit tersebut. Misalnya, unit penjualan menginginkan harga yang relatif rendah dengan tujuan untuk lebih menarik konsumen, sementara unit produksi menginginkan harga yang tinggi dengan tujuan untuk memajukan perusahaan.
3. Interdependensi tugas.
Konflik terjadi karena adanya saling ketergantungan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kelompok yang satu tidak dapat bekerja karena menunggu hasil kerja dari kelompok lainnya.
4. Perbedaan nilai dan persepsi.
Suatu kelompok tertentu mempunyai persepsi yang negatif, karena merasa mendapat perlakuan yang tidak “adil”. Para manajer yang relatif muda memiliki presepsi bahwa mereka mendapat tugas-tugas yang cukup berat, rutin dan rumit, sedangkan para manajer senior men¬dapat tugas yang ringan dan sederhana.
5. Kekaburan yurisdiksional. Konflik terjadi karena batas-batas aturan tidak jelas, yaitu adanya tanggung jawab yang tumpang tindih.
6. Masalah “status”. Konflik dapat terjadi karena suatu unit/departemen mencoba memperbaiki dan meningkatkan status, sedangkan unit/departemen yang lain menganggap sebagai sesuatu yang mengancam posisinya dalam status hirarki organisasi.
7. Hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi, baik dalam perencanaan, pengawasan, koordinasi bahkan kepemimpinan dapat menimbulkan konflik antar unit/ departemen. (Jika Anda ingin mendapatkan slide presentasi yang bagus tentang management skills dan personal development, silakan KLIK DISINI ).
Akibat-akibat Konflik
Konflik dapat berakibat negatif maupun positif tergantung pada cara mengelola konflik tersebut.
Akibat negatif
• Menghambat komunikasi.
• Mengganggu kohesi (keeratan hubungan).
• Mengganggu kerjasama atau “team work”.
• Mengganggu proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi.
• Menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan.
• Individu atau personil menga-lami tekanan (stress), mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustrasi, dan apatisme.
Akibat Positif dari konflik:
• Membuat organisasi tetap hidup dan harmonis.
• Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan.
• Melakukan adaptasi, sehingga dapat terjadi perubahan dan per-baikan dalam sistem dan prosedur, mekanisme, program, bahkan tujuan organisasi.
• Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif.
• Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat.
Cara atau Taktik Mengatasi Konflik
Mengatasi dan menyelesaikan suatu konflik bukanlah suatu yang sederhana. Cepat-tidaknya suatu konflik dapat diatasi tergantung pada kesediaan dan keterbukaan pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan konflik, berat ringannya bobot atau tingkat konflik tersebut serta kemampuan campur tangan (intervensi) pihak ketiga yang turut berusaha mengatasi konflik yang muncul.
Diatasi oleh pihak-pihak yang bersengketa:
Rujuk: Merupakan suatu usaha pendekatan dan hasrat untuk kerja-sama dan menjalani hubungan yang lebih baik, demi kepentingan bersama.
Persuasi: Usaha mengubah po-sisi pihak lain, dengan menunjukkan kerugian yang mungkin timbul, dengan bukti faktual serta dengan menunjukkan bahwa usul kita menguntungkan dan konsisten dengan norma dan standar keadilan yang berlaku.
Tawar-menawar: Suatu penyelesaian yang dapat diterima kedua pihak, dengan saling mempertukarkan konsesi yang dapat diterima. Dalam cara ini dapat digunakan komunikasi tidak langsung, tanpa mengemukakan janji secara eksplisit.
Pemecahan masalah terpadu: Usaha menyelesaikan masalah dengan memadukan kebutuhan kedua pihak. Proses pertukaran informasi, fakta, perasaan, dan kebutuhan berlangsung secara terbuka dan jujur. Menimbulkan rasa saling percaya dengan merumuskan alternatif pemecahan secara bersama de¬ngan keuntungan yang berimbang bagi kedua pihak.
Penarikan diri: Suatu penyelesaian masalah, yaitu salah satu atau kedua pihak menarik diri dari hubungan. Cara ini efektif apabila dalam tugas kedua pihak tidak perlu berinteraksi dan tidak efektif apabila tugas saling bergantung satu sama lain.
Pemaksaan dan penekanan: Cara ini memaksa dan menekan pihak lain agar menyerah; akan lebih efektif bila salah satu pihak mempunyai wewenang formal atas pihak lain. Apabila tidak terdapat perbedaan wewenang, dapat dipergunakan ancaman atau bentuk-bentuk intimidasi lainnya. Cara ini sering kurang efektif karena salah satu pihak hams mengalah dan menyerah secara terpaksa.
Intervensi (campur tangan) pihak ketiga:
Apabila fihak yang bersengketa tidak bersedia berunding atau usaha kedua pihak menemui jalan buntu, maka pihak ketiga dapat dilibatkan dalam penyelesaian konflik.
Arbitrase (arbitration): Pihak ketiga mendengarkan keluhan kedua pihak dan berfungsi sebagai “hakim” yang mencari pemecahan mengikat. Cara ini mungkin tidak menguntungkan kedua pihak secara sama, tetapi dianggap lebih baik daripada terjadi muncul perilaku saling agresi atau tindakan destruktif.
Penengahan (mediation): Menggunakan mediator yang diundang untuk menengahi sengketa. Mediator dapat membantu mengumpulkan fakta, menjalin komunikasi yang terputus, menjernihkan dan memperjelas masalah serta mela-pangkan jalan untuk pemecahan masalah secara terpadu. Efektivitas penengahan tergantung juga pada bakat dan ciri perilaku mediator.
Konsultasi: Tujuannya untuk memperbaiki hubungan antar kedua pihak serta mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan konflik. Konsultan tidak mempunyai wewenang untuk memutuskan dan tidak berusaha untuk menengahi. la menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan persepsi dan kesadaran bahwa tingkah laku kedua pihak terganggu dan tidak berfungsi, sehingga menghambat proses penyelesaian masalah yang menjadi pokok sengketa.
Hal-hal yang Perlu Diperhati-kan Dalam Mengatasi Konflik:
1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku terutama yang menyangkut hak karyawan.
4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
7. Semua pihak hendaknya sadar bahwa semua unit/eselon merupakan mata rantai organisasi yang saling mendukung, jangan ada yang merasa paling hebat.
8. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar unit/departemen/ eselon.
Senin, 10 Mei 2010
Sabtu, 01 Mei 2010
Kalimat Indah Tentang Cinta
Posting, Makassar Sabtu 1 Mei 2010
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan (Mahatma Ghandi)
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi, Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?. Jawab titis air mata kedua itu, Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata kata darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan (Mahatma Ghandi)
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi, Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?. Jawab titis air mata kedua itu, Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia, lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata kata darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.
Selasa, 27 April 2010
konflik batin
Makassar-Setiap orang akan berbeda dalam menyikapi berbagai gejolak hidupnya. Menyikapi hidup terkadang gampang-gampang susah. Gampang untuk bicara, susah untuk dijalankan. Adakalanya kita bisa berpikiran jernih sehingga semuanya nampak indah, dan adakalanya hati kita dalam keadaan gelap sehingga keluh kesah pun tak dapat dihindari. Keluh kesah dan ketenangan silih berganti menyelimuti perjalanan hidup kita. Dan semuanya sudah menjadi hukum Allah bahwa kehidupan ini memang selalu berputar dan berpasang-pasangan, yang menjadikannya sebagai ujian, pelajaran, cobaan dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir.
Manusia dengan perbedaan cara pandangnya, selalu menanti kehadiran masa-masa yang tenang sehingga bisa menjadikannya sebagai sebuah kebahagiaan yang dalam. Masa-masa yang tenang ini akan sangat berdampak pada penjernihan akal dan pikiran manusia. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dapat merasakan ketenangan hati dengan tidak terpengaruh tempat dan waktu. Bagi mereka, suasana ramai maupun sepi, malam ataupun siang, semuanya sama karena sudah terpancar sinar ketenangan dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang seperti itu.
Lain dengan mereka, lain pula dengan dirinya. Seorang pemimpin organisasi lingkup kota makassar, mengkonflikkan batinnya dalam persoalan perasaan terhadap wanita. terdiam melihat sosok wanita bahkan tak beranjak dari tempat duduknya. dan pemberangkatannya pun keluar kota tertunda beberapa jam. wanita itupun pergi diapun trut beranjak dari tempat duduknya tuk melangkah ke sepeda motornya beranjak keluar kota menuju pangkep dengan impian organisasi. di kota itu mencurahkan isi hatinya dengan teman-sahabatnya, ada yang tersenyum ada pula ikut larut dalam konflik batinnya...-untukmu ketua-
Manusia dengan perbedaan cara pandangnya, selalu menanti kehadiran masa-masa yang tenang sehingga bisa menjadikannya sebagai sebuah kebahagiaan yang dalam. Masa-masa yang tenang ini akan sangat berdampak pada penjernihan akal dan pikiran manusia. Tetapi tidak sedikit pula manusia yang dapat merasakan ketenangan hati dengan tidak terpengaruh tempat dan waktu. Bagi mereka, suasana ramai maupun sepi, malam ataupun siang, semuanya sama karena sudah terpancar sinar ketenangan dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang seperti itu.
Lain dengan mereka, lain pula dengan dirinya. Seorang pemimpin organisasi lingkup kota makassar, mengkonflikkan batinnya dalam persoalan perasaan terhadap wanita. terdiam melihat sosok wanita bahkan tak beranjak dari tempat duduknya. dan pemberangkatannya pun keluar kota tertunda beberapa jam. wanita itupun pergi diapun trut beranjak dari tempat duduknya tuk melangkah ke sepeda motornya beranjak keluar kota menuju pangkep dengan impian organisasi. di kota itu mencurahkan isi hatinya dengan teman-sahabatnya, ada yang tersenyum ada pula ikut larut dalam konflik batinnya...-untukmu ketua-
30 Anggota Tim Pengawas Century
Posting ; Barru 27 April 2010
Sidang Paripurna DPR, Selasa (27/4/2010), menetapkan 30 nama anggota dari Tim Pengawas Tindak Lanjut Rekomendasi Panitia Angket DPR RI tentang Pengusutan Kasus Bank Century, nama-nama tersebut adalah
Fraksi Demokrat: Moh Djafar Hafsah, Achsanul Qosasi, Ignatius Mulyono, Soetan Bathoegana, Vera Febrianti, Soetjipto, Didi Irawadi, dan I Gede Pasek Suardika.
Fraksi Golkar: Ade Komaruddin, Agun Gunanjar, Bambang Soesatyo, Melchias Marcus Mekeng, Idrus Marham, dan Azis Syamsuddin.
Fraksi PDI-P: Gayus Lumbuun, Sidharta Danusubrata, Ganjar Pranowo, Trimedya Panjaitan, dan Hendrawan Supratikno.
Fraksi PKS: Mahfud Siddiq, Andi Rahmat, dan Fahri Hamzah.
Fraksi PAN: Asman Abnur dan Tjatur Sapto Edi.
Fraksi PPP: Epyardi Asda dan Aditya Mufti Arifin.
Fraksi PKB: Nur Yasin dan Imam Nahrowi.
Fraksi Gerindra: Soepriyatno.
Fraksi Hanura: Akbar Faisal.
Rapat-rapat tim akan dipimpin bergantian oleh pimpinan DPR, yaitu Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, Marzuki Alie, Anis Matta, dan Taufik Kurniawan sebulan sekali. Cara ini sempat menuai interupsi dari anggota
Sidang Paripurna DPR, Selasa (27/4/2010), menetapkan 30 nama anggota dari Tim Pengawas Tindak Lanjut Rekomendasi Panitia Angket DPR RI tentang Pengusutan Kasus Bank Century, nama-nama tersebut adalah
Fraksi Demokrat: Moh Djafar Hafsah, Achsanul Qosasi, Ignatius Mulyono, Soetan Bathoegana, Vera Febrianti, Soetjipto, Didi Irawadi, dan I Gede Pasek Suardika.
Fraksi Golkar: Ade Komaruddin, Agun Gunanjar, Bambang Soesatyo, Melchias Marcus Mekeng, Idrus Marham, dan Azis Syamsuddin.
Fraksi PDI-P: Gayus Lumbuun, Sidharta Danusubrata, Ganjar Pranowo, Trimedya Panjaitan, dan Hendrawan Supratikno.
Fraksi PKS: Mahfud Siddiq, Andi Rahmat, dan Fahri Hamzah.
Fraksi PAN: Asman Abnur dan Tjatur Sapto Edi.
Fraksi PPP: Epyardi Asda dan Aditya Mufti Arifin.
Fraksi PKB: Nur Yasin dan Imam Nahrowi.
Fraksi Gerindra: Soepriyatno.
Fraksi Hanura: Akbar Faisal.
Rapat-rapat tim akan dipimpin bergantian oleh pimpinan DPR, yaitu Priyo Budi Santoso, Pramono Anung, Marzuki Alie, Anis Matta, dan Taufik Kurniawan sebulan sekali. Cara ini sempat menuai interupsi dari anggota
Lahirnya Revolusi Baru, Front Pembebasan Farabundo Marti (FMLN) Memenangkan Pemilu Presiden di El Salvador
Posting, Pangkep 27 April 2010
Di El Salvador, untuk pertama kalinya di Amerika Latin, sebuah bekas organisasi politik militer mencoba berkuasa tidak melalui berondongan senjata namun melalui kotak suara. Meski Front Sandinista di Nikaragua memenangkan pemilu 1984, mereka baru meraih kursi kekuasaan lima tahun lebih setelah penggulingan diktaktor Somoza. Tahun 2006, saat Daniel Ortega terpilih kembali, Front Sandinista lama yang terbentuk tahun 1979 sudah sulit dikenali.
Front Pembebasan Farabundo Marti (FMLN) di El Salvador dibentuk tahun 1980, melalui fusi dari lima kelompok gerilya yang didukung Kuba dan Nikaragua. FLMN mencalonkan seorang kandidat aktraktif, Maurico Funes, pada pemilu presiden hari Minggu. Dan, Funes nampaknya memimpin 10 poin saat penghitungan pemilu malam hari, menunjukkan sebuah kemenangan telak.
Partai konservatif ARENA, yang telah memerintah El Salvador sejak 10 tahun setelah perang sipil berakhir tahun 1992, melakukan segala cara untuk mencegah kemenangan FMLN. Salah satunya dengan cara, sekali lagi, mengenakan cap merah seperti tertuang di buku tipuan. Menurut kampanye negatif ARENA, kemenangan FMLN akan membawa negara itu ke komunisme, dan membawa Hugo Chavez dan Catro bersaudara ke El Salvador.
Tapi taktik menakut-nakuti itu tidak ampuh saat ini. Ini merupakan pelajaran berharga yang bisa dipetik gerakan politik sayap kiri dan kelompok gerilya di Amerika Latin. Partai Sosialis di Chile, Partai Buruh di Brasil, Front Umum di Uruguay, termasuk juga Chavez di Venezuela dan PRD dan FSLN di Mexico dan Nikaragua. Mereka dapat melihat bahwa, setelah bertahun-tahun menanti, kelompok sayap kiri dapat memenangkan pemilu di Amerika Latin.
Perbedaan antara kemenangan kelompok kiri dan FMLN El Salvador akan dikenang saat karakter lama FMLN sebagai sebuah gerakan bersenjata berubah dalam keseharian saat mereka mulai memerintah. Meski Maurico Funes bukan gerilyawan tua, wakil presidennya, Salvador Sanchez Caren, dan kebanyakan pimpinan FMLN adalah pimpinan gerilyawan dan kader Castro. Merekalah, bukan Funes, yang mengontrol organisasi FMLN. Pimpinan FMLN yang berpikir terbuka, demokratis, modern dan cerdas –Facundo Guardado, Joaquin Villalobos, Salvador Samayoa, Ana Guadalupe Martinez, dan Ferman Cienfuegos– telah meninggalkan partai itu.
Kekhawatiran kedua adalah hubungan FMLN dengan Kuba dan Venezuela. Setidaknya setahun lalu, setiap orang yang mendatangi markas besar FMLN di San Salvador untuk wawancara, sebagai contoh, akan menemui Ceren, sang sekretaris jendral, yang berdandan mirip Chavez: kaos merah, baret merah, lengkap dengan kutipan ajarannya.
Chavez menolong FMLN dengan memberi minyak murah dan gratis di cabang-cabang utama negara, dan kemungkinan (karena belum bisa dibuktikan) penyaluran dana, meski jumlahnya kecil, untuk biaya pemilu. Kehadiran Kuba juga kuat, meski situasi politik sekarang dengan Raul Castro membuat orang sulit mengetahui secara persis siapa bekerja untuk siapa. Ramiro Abreau, orang yang “menjalankan” Departemen Kuba untuk El Salvador di Amerika Latin tahun 1980 dan 1990an, masih tetap aktif. Tapi sekarang dia lebih menjadi pebisnis dan negarawan senior ketimbang sebagai seorang pimpinan operasi Kuba.
Namun pengaruh Kuba atas pimpinan tua FMLN tetap utuh. Keterlibatan Kuba dan Venezuela dalam partai politik di Mexico atau Brasil, sebagai contoh, tidak terbantahkan, tetapi tidak kemudian amat relevan. Di sini terdapat negara besar dengan skala ekonomi besar, di mana konspirasi dan rejim boneka tidak efektif. Tetapi El Salvador, seperti Nikaragua, Bolivia dan Ekuador, adalah cerita lain.
Faktor ketiga menimbang dalam keseimbangan analisis bahwa pemerintah FMLN dalam jangka pendek akan mengantarkan krisis ekonomi di kawasan Amerika Latin. Untuk sesaat, amat tidak mungkin menerima ketika resesi dapat memprovokasi sebuah radikalisasi kiri di kawasan, yang dipromosikan oleh Chavez, atau menginduksi moderasi melalui pengunduran diri – ini, adalah sebuah tujuan revolusioner yang berangkat dari kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan. Hal ini akan kita ketahui sebentar lagi.
Namun konsekuensi yang lebih penting dari kemenangan FMLN barangkali efeknya akan menipu sebagian Amerika Tengah dan Mexico. Presiden Honduras Manuel Zelaya, karena masalah kenyamanan dan pertimbangan demagogi, tengah bergerak ke lingkaran Chavez; Ortega di Nikaragua menjadi bagian lingkaran, sebagaimana kedekatan penduduk dengan Alvaro Colom di Guatemala. Jika kita memasukkan El Salvador ke daftar ini, hanya Kosta Rika dan Panama di bagian selatan yang tertinggal, meninggalkan Mexico di utara yang semakin terekspos.
Tentu saja negara-negara Amerika Tengah tidak mempunyai pengaruh besar di Mexico; jika ada pun, ini di luar perhitungan. Tetapi kelompok kiri Mexico, tidak lagi lemah setelah kekalahannya tahun 2006, dan tengah membutuhkan sebuah model pembangunan. Simpati lebih besar akan didapatkan Chavez, Presiden Bolivia Evo Morales, Kuba, Sandinista, dan sekarang FMLN ketimbang kelompok kiri moderat di Chile, Brasil, Uruguai dan Peru.mMereka akan membaca kemenangan Fune sebagai satu lagi contoh kebangkitan “rakyat” dan pencabutan lagi rambut Paman Sam. Membatalkan kemenangan historis FMLN sebagai sebuah tindakan keadilan seperti halnya kembali ke jaman terbelakang alias sebuah tindakan sembrono.
Di El Salvador, untuk pertama kalinya di Amerika Latin, sebuah bekas organisasi politik militer mencoba berkuasa tidak melalui berondongan senjata namun melalui kotak suara. Meski Front Sandinista di Nikaragua memenangkan pemilu 1984, mereka baru meraih kursi kekuasaan lima tahun lebih setelah penggulingan diktaktor Somoza. Tahun 2006, saat Daniel Ortega terpilih kembali, Front Sandinista lama yang terbentuk tahun 1979 sudah sulit dikenali.
Front Pembebasan Farabundo Marti (FMLN) di El Salvador dibentuk tahun 1980, melalui fusi dari lima kelompok gerilya yang didukung Kuba dan Nikaragua. FLMN mencalonkan seorang kandidat aktraktif, Maurico Funes, pada pemilu presiden hari Minggu. Dan, Funes nampaknya memimpin 10 poin saat penghitungan pemilu malam hari, menunjukkan sebuah kemenangan telak.
Partai konservatif ARENA, yang telah memerintah El Salvador sejak 10 tahun setelah perang sipil berakhir tahun 1992, melakukan segala cara untuk mencegah kemenangan FMLN. Salah satunya dengan cara, sekali lagi, mengenakan cap merah seperti tertuang di buku tipuan. Menurut kampanye negatif ARENA, kemenangan FMLN akan membawa negara itu ke komunisme, dan membawa Hugo Chavez dan Catro bersaudara ke El Salvador.
Tapi taktik menakut-nakuti itu tidak ampuh saat ini. Ini merupakan pelajaran berharga yang bisa dipetik gerakan politik sayap kiri dan kelompok gerilya di Amerika Latin. Partai Sosialis di Chile, Partai Buruh di Brasil, Front Umum di Uruguay, termasuk juga Chavez di Venezuela dan PRD dan FSLN di Mexico dan Nikaragua. Mereka dapat melihat bahwa, setelah bertahun-tahun menanti, kelompok sayap kiri dapat memenangkan pemilu di Amerika Latin.
Perbedaan antara kemenangan kelompok kiri dan FMLN El Salvador akan dikenang saat karakter lama FMLN sebagai sebuah gerakan bersenjata berubah dalam keseharian saat mereka mulai memerintah. Meski Maurico Funes bukan gerilyawan tua, wakil presidennya, Salvador Sanchez Caren, dan kebanyakan pimpinan FMLN adalah pimpinan gerilyawan dan kader Castro. Merekalah, bukan Funes, yang mengontrol organisasi FMLN. Pimpinan FMLN yang berpikir terbuka, demokratis, modern dan cerdas –Facundo Guardado, Joaquin Villalobos, Salvador Samayoa, Ana Guadalupe Martinez, dan Ferman Cienfuegos– telah meninggalkan partai itu.
Kekhawatiran kedua adalah hubungan FMLN dengan Kuba dan Venezuela. Setidaknya setahun lalu, setiap orang yang mendatangi markas besar FMLN di San Salvador untuk wawancara, sebagai contoh, akan menemui Ceren, sang sekretaris jendral, yang berdandan mirip Chavez: kaos merah, baret merah, lengkap dengan kutipan ajarannya.
Chavez menolong FMLN dengan memberi minyak murah dan gratis di cabang-cabang utama negara, dan kemungkinan (karena belum bisa dibuktikan) penyaluran dana, meski jumlahnya kecil, untuk biaya pemilu. Kehadiran Kuba juga kuat, meski situasi politik sekarang dengan Raul Castro membuat orang sulit mengetahui secara persis siapa bekerja untuk siapa. Ramiro Abreau, orang yang “menjalankan” Departemen Kuba untuk El Salvador di Amerika Latin tahun 1980 dan 1990an, masih tetap aktif. Tapi sekarang dia lebih menjadi pebisnis dan negarawan senior ketimbang sebagai seorang pimpinan operasi Kuba.
Namun pengaruh Kuba atas pimpinan tua FMLN tetap utuh. Keterlibatan Kuba dan Venezuela dalam partai politik di Mexico atau Brasil, sebagai contoh, tidak terbantahkan, tetapi tidak kemudian amat relevan. Di sini terdapat negara besar dengan skala ekonomi besar, di mana konspirasi dan rejim boneka tidak efektif. Tetapi El Salvador, seperti Nikaragua, Bolivia dan Ekuador, adalah cerita lain.
Faktor ketiga menimbang dalam keseimbangan analisis bahwa pemerintah FMLN dalam jangka pendek akan mengantarkan krisis ekonomi di kawasan Amerika Latin. Untuk sesaat, amat tidak mungkin menerima ketika resesi dapat memprovokasi sebuah radikalisasi kiri di kawasan, yang dipromosikan oleh Chavez, atau menginduksi moderasi melalui pengunduran diri – ini, adalah sebuah tujuan revolusioner yang berangkat dari kondisi ekonomi yang tidak menguntungkan. Hal ini akan kita ketahui sebentar lagi.
Namun konsekuensi yang lebih penting dari kemenangan FMLN barangkali efeknya akan menipu sebagian Amerika Tengah dan Mexico. Presiden Honduras Manuel Zelaya, karena masalah kenyamanan dan pertimbangan demagogi, tengah bergerak ke lingkaran Chavez; Ortega di Nikaragua menjadi bagian lingkaran, sebagaimana kedekatan penduduk dengan Alvaro Colom di Guatemala. Jika kita memasukkan El Salvador ke daftar ini, hanya Kosta Rika dan Panama di bagian selatan yang tertinggal, meninggalkan Mexico di utara yang semakin terekspos.
Tentu saja negara-negara Amerika Tengah tidak mempunyai pengaruh besar di Mexico; jika ada pun, ini di luar perhitungan. Tetapi kelompok kiri Mexico, tidak lagi lemah setelah kekalahannya tahun 2006, dan tengah membutuhkan sebuah model pembangunan. Simpati lebih besar akan didapatkan Chavez, Presiden Bolivia Evo Morales, Kuba, Sandinista, dan sekarang FMLN ketimbang kelompok kiri moderat di Chile, Brasil, Uruguai dan Peru.mMereka akan membaca kemenangan Fune sebagai satu lagi contoh kebangkitan “rakyat” dan pencabutan lagi rambut Paman Sam. Membatalkan kemenangan historis FMLN sebagai sebuah tindakan keadilan seperti halnya kembali ke jaman terbelakang alias sebuah tindakan sembrono.
Langganan:
Postingan (Atom)