Kekayaan memang tidak selamanya menjamin hidup bahagia. Kekayaan tidak sepenuhnya adalah jaminan kebahagiaan. Tidak semua orang kaya bahagia. Tidak semua orang yang kaya raya juga bisa hidup tenang dan bahagia. Kekayaan dan kekuasaan mungkin adalah dua hal yang paling dicari dalam sejarah peradaban umat manusia di seluruh dunia. Tapi dua hal itu jugalah yang seringkali merusak dan menghancurkan peradaban manusia.
Kekayaan yang diperoleh dengan jalan yang keliru, dan juga tidak dimanfaatkan dengan benar akan berujung pada kesia-siaan. Seorang filsuf terkenal bernama Aristoteles pernah mengatakan bahwa setiap warga negara harus diperkenankan untuk memiliki harta dan kekayaan pribadi. Tapi yang dipersoalkan Aristoteles adalah dengan cara bagaimanakah kekayaan itu diperoleh? Apakah upaya untuk memperoleh kekayaan itu sesuatu yang alami atau tidak? Apakah upaya memperolehnya sesuai dengan kodrat atau tidak? Lalu pertanyaan selanjutnya kita munculkan, apakah kekayaan yang diperoleh sudah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin?
Di dunia ini banyak sekali orang kaya. Orang kaya sudah berganti-ganti sepanjang sejarah umat manusia. Tapi faktanya juga adalah bahwa orang miskin masih sangat jauh lebih banyak dibanding mereka yang kaya. Dari sejak dulu manusia-manusia paling kaya di dunia sudah bermunculan. Lalu siapa manusia paling kaya yang pernah hidup dan kekayaannya tercatat? Mungkin ada yang bilang tentu saja Raja Salomo atau Raja Daud, tapi menurut beberapa catatan bahwa Rameses II, yang sekarang rangka dan patungnya menjadi tontonan di Museum Kairo dan pernah dipajang di iklan rokok, adalah pernah menjadi manusia terkaya yang dijuluki “miliuner sepuluh kali lipat.” Ford, Rockefeller, Croesus tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan “kegemilangan matahari terbenam dari dinasti kerajaan di Mesir” ini.
Firaun yang paling terkenal ini menaklukkan seluruh raja dari Nubia hingga Suriah dan mengambil upeti yang besar dari mereka. Ia mengeksploitasi tambang emas Nubia demi kantungnya atau orang Manado bilang popoji-nya sendiri selama kurun waktu 67 tahun.
Lalu siapa manusia berpendapatan terbanyak pertahun? Upah terbanyak yang pernah diterima oleh siapa pun adalah upah almarhum Franz Joseph I, seorang Kaisar Austria. Jumlahnya mencapai $4.412.000 atau 22.060.000 Kronen per tahunnya. Itu barulah upahnya, belum termasuk pendapatan-pendapatan dari sumber lain. Seumur hidupnya, Franz Josef berhasil menarik $274.600.000 dari negara Austria. Jumlah tersebut adalah lebih banyak 25 kali lipat daripada upah gabungan seluruh Presiden Amerika Serikat yang pernah ada.
Nah, kalau masa kini kira-kira siapakah orang paling kaya? Memang benar ada Carlos Slim, Bill Gates, dan Warren Buffet. Tapi pernahkah terpikir tentang seorang bernama Muammar Khadafi? Seseorang yang telah memunculkan ‘citra’ baru di negara yang dipimpinnya. Bahwa Khadafi adalah Libya, tapi Libya juga adalah Khadafi. Negara itu seakan-akan adalah miliknya. Tidak boleh ada seorang pun yang menentangnya atau berbicara tentang demokrasi di negaranya itu.
Seperti apa sesungguhnya kekayaan Khadafi ini? Memang ada banyak versi tentang kekayaan Khadafi. Mari kita lihat beberapa di antaranya. Koran Belanda De Volkskrant dengan Rp.729,4 triliun. Serta 40 Miliar USD atau sekitar Rp. 352,7 triliun kekayaan tersebut ada di bumi Libya.
Khadafi mempunyai sejumlah saham di Belanda, diantaranya adalah di perusahaan minyak Tamoil. Perusahaan ini memiliki 160 SPBU yang tersebar di kota-kota di negara Belanda. Tamoil meraih laba bersih 26 Juta Euro di tahun 2009 lalu.
The Guardian menyebutkan bahwa kekayaan Khadafi mencapai 61,8 Miliar Poundsterling atau setara dengan Rp.876,6 triliun dalam bentuk asset yang tersebar di seluruh dunia. Sementara WikiLeaks menulis bahwa Khadafi mengontrol asset likuid, artinya bisa dipergunakan kapan saja ia mau senilai 32 miliar USD (200-an triluan lebih). Khadafi itu luar biasa kaya. Hasil yang diperoleh selama menjadi diktator di Libya, dalam kurun waktu 42 tahun.
Tidak hanya itu, menurut catatan juga adalah bahwa khadafi ternyata memiliki saham di bank terbesar di Italy yaitu Unicredit. Ia juga punya saham di pabrik peralatan perang Finmeccanica. Masih belum cukup, keluarga Khadafi ternyata juga memiliki saham di salah satu klub sepakbola raksasa di Italy, Juventus. Cakarnya menggurita kemana-mana dan kekayaannya terus menumpuk.Bisa jadi, ia orang paling kaya di dunia ketika masih di tampuk kekuasaannya.
Pertanyaan yang kembali muncul, apa gunanya kekayaannya itu ketika ia sendiri akhirnya tidak merasakannya dan menikmatinya secara normal, wajar, dan langgeng? Ia yang begitu kaya akhirnya harus “menikmati” peperangan demi peperangan yang berupaya menggulingkan kekuasaannya. Ia kemudian kalah dan terusir. Di tengah-tengah kegemilangan kekayaannya yang menumpuk—bayangkan saja ratusan triliun!— tapi harus lari ke sana-sini demi menyelamatkan diri. Hidup di goa dan gorong-gorong bawah tanah supaya tidak tertangkap.
Hidup seperti hewan tanah yang bersembunyi di lobang-lobang bawah tanah. Kebahagiaan apalagi yang mau dikecap kalau sudah begitu keadaannya? Merana di tengah harta yang melimpah. Kaya tapi miskin. Kaya harta miskin kebebasan. Tidak lagi ada freedom to live.Saya tidak ingin membahasnya dari segi politik, tapi dari sudut pandang yang lain. Bahwa ada pelajaran berharga bagi semua kita yang berprinsip menimbun kekayaan sebanyak-banyaknya. Apalagi kalau itu diperoleh dengan jalan yang tidak benar. Ingatlah bahwa itu semua hanya sementara. Tidaklah kekal dan abadi.
Puncaknya adalah ia harus mati terbunuh. Kekayaannya tidak mungkin lagi ia bawa mati. Triliunan hartanya boleh saja membuat kuburannya menjadi yang termegah di dunia. Terbuat dari emas, intan, dan permata. Tapi semuanya sia-sia, ia tidak bisa lagi menikmatinya. Itu pun kalau harta melimpahnya tidak diambil alih oleh negara. Kita jadi kembali teringat apa yang dikatakan Aristoteles tentang bagaimanakah cara harta kekayaan itu diperoleh? Lalu kita bertanya apa yang sudah dilakukan dengan harta kekayaan yang diperoleh itu? Ketika Tuhan menitipkan kekayaan melimpah kepada kita, tentu IA juga meminta pertanggungjawaban kita atas titipannya itu. Yang pasti, kalau kekayaan itu diperoleh dengan jalan tidak benar, itu tentu bukan titipan Allah, tapi kita merampok, mencuri, mengorupsinya.
Sabtu, 22 Oktober 2011
Libya dan Ketergantungan Minyak Eropa
Libya tercatat sebagai salah satu pemasok minyak penting bagi Eropa. Gangguan keamanan akibat munculnya pemberontak Libya sebelum meninggalnya pemimpin Libya, membuat sejumlah fasilitas minyak terhenti dan berdampak pada melonjaknya harga minyak mentah dunia beberapa waktu lalu.
Kini, meninggalnya Muammar Khadafi diharapkan bisa mengakhiri semua ketidakpastian di negeri yang sarat minyak tersebut. Para ahli menilai, tewasnya Khadafi akan memiliki dampak langsung yang sedikit terhadap harga minyak, namun bisa menghapuskan ancaman harga minyak kedepan yang sudah lama menggantung.
"Ini sebenarnya berarti sedikit untuk pergerakan harga minyak mentah hari ini, namun telah menghapuskan satu dari serangkaian faktor risiko ke berlanjutnya produksi minyak Libya," ujar Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/10/2011).
Reaksi pasar terhadap meninggalnya Khadafi seperti diprediksi tidak terlalu besar. Pada perdagangan Kamis (20/10/2011), minyak WTI pengiriman November turun 81 sen menjadi US$ 85,30 per barel. Minyak Breng pengiriman Desember naik 1,38 dolar menjadi US$ 109,76.
Belajar dari kasus di Irak yang kisru setelah perang, pasar justru khawatir tewasnya Khadafi akan membuat konflik berkepanjangan yang bisa membekukan produksi minyak di Libya.
"Kerusakan ekonomi dari isu keamanan kronis yang sangat beragam di beberapa produsen telah mengganggu pasar minyak dalam beberapa waktu terakhir," jelas Eagles.
"Produksi di Irak setelah perang kedua, di Nigeria dan Kolombia, diantara mereka, semuanya telah diganggu oleh aktivitas pemberontak, sehingga pemusnahan kaum protagonis itu telah memberikan kenaikan keamanan yang tinggi," imbuhnya.
Sebelum revolusi yang dimulai pada Februari tahun ini, produksi minyak mentah di Libya tercatat sebesar 1,4-1,6 juta barel per hari untuk jenis light sweet. Namun jenis minyak di Libya kualitasnya cukup bagus dan jarang ditemui. Sekitar 85% produksi minyak Libya diekspor ke Eropa, dan berkurangnya ekspor akibat gangguan pemberontakan tersebut telah membuat harga minyak Brent melonjak tajam dibandingkan jenis WTI.
Sementara fasilitas di hulu sudah berada di tangan National Transitional Council dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah ladang minyak yang tersebar di seluruh gurun sangat banyak dan tidak terkontrol.
"Dengan kepergian Khadafi, kaum loyalis kemungkinan menjadi tidak bermoral dan mengabaikan akibatnya. Hal ini sebaliknya, bisa membuat perusahaan minyak internasional lebih mudah untuk kembali ke area yang sudah dipandang secara khusus bergejolak karena kehadiran pasukan pro-Khadafi,"ujar analis dari Barclays.
Namun ada peringatan dari bank yang berbasis di London tersebut. "Kami percaya bahwa tantangan keamanan yang serius hadir di Libya yang dapat mengganggu upaya memulihkan produksi minyak di Libya secara penuh," tegas mereka.
Pejabat Perdana Menteri Libya Mahmud Jibril sebelumnya meyakini produksi minyak mentah negara tersebut bisa dipertahankan antara 500.000-600.000 barel perhari hingga akhir tahun, dan meningkat lagi pada kuartal I tahun 2012.
Libya, dengan produksi rata-rata sebesar 1,3 juta barel per hari, merupakan pemasok 2% dari total minyak di dunia. Namun hanya beberapa negara yang bisa menyuplai minyak setara dengan tingkatan jenis light sweet, yang banyak digunakan untuk sebagian besar kilang di dunia.
ENI (Italia), BP (Inggris), Total (Prancis), Repsol YPF (Spanyol) dan OMV (Austria) sebelumnya merupakan produsen minyak terbesar di Libya, hingga pemberontakan terjadi. Sejumlah perusahaan Amerika seperti Hess, ConocoPhillips dan Marathon juga membuat kesepakatan dengan rezim Khadafi. Menurut NY Times, Libya hanya memasok kurang dari 1% kebutuhan impor minyak AS.
Italia dalam beberapa tahun terakhir tergantung dari Libya, dengan 10% impor berasal dari negara tersebut. Prancis, Swiss, Irlandia dan Austria juga tergantung pada Libya, dengan impor mencapai 15% dari kebutuhannya sebelum konflik melanda Libya.
Pentingnya Libya bagi Prancis ditunjukkan saat Presiden Nicholas Sarkozy mengundang pempimpin pemberontak dari national transitional council, Mustafa Abdel-Jalil ke Paris untuk konsultasi beberapa bulan lalu.
Sementara meski ketergantungan AS terhadap minyak dari Libya sangat sedikit, namun pengurangan produksi minyak dengan kualitas tinggi di pasar dunia telah mendongkrak harga minyak dan bensin di AS.
Kini, meninggalnya Muammar Khadafi diharapkan bisa mengakhiri semua ketidakpastian di negeri yang sarat minyak tersebut. Para ahli menilai, tewasnya Khadafi akan memiliki dampak langsung yang sedikit terhadap harga minyak, namun bisa menghapuskan ancaman harga minyak kedepan yang sudah lama menggantung.
"Ini sebenarnya berarti sedikit untuk pergerakan harga minyak mentah hari ini, namun telah menghapuskan satu dari serangkaian faktor risiko ke berlanjutnya produksi minyak Libya," ujar Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (21/10/2011).
Reaksi pasar terhadap meninggalnya Khadafi seperti diprediksi tidak terlalu besar. Pada perdagangan Kamis (20/10/2011), minyak WTI pengiriman November turun 81 sen menjadi US$ 85,30 per barel. Minyak Breng pengiriman Desember naik 1,38 dolar menjadi US$ 109,76.
Belajar dari kasus di Irak yang kisru setelah perang, pasar justru khawatir tewasnya Khadafi akan membuat konflik berkepanjangan yang bisa membekukan produksi minyak di Libya.
"Kerusakan ekonomi dari isu keamanan kronis yang sangat beragam di beberapa produsen telah mengganggu pasar minyak dalam beberapa waktu terakhir," jelas Eagles.
"Produksi di Irak setelah perang kedua, di Nigeria dan Kolombia, diantara mereka, semuanya telah diganggu oleh aktivitas pemberontak, sehingga pemusnahan kaum protagonis itu telah memberikan kenaikan keamanan yang tinggi," imbuhnya.
Sebelum revolusi yang dimulai pada Februari tahun ini, produksi minyak mentah di Libya tercatat sebesar 1,4-1,6 juta barel per hari untuk jenis light sweet. Namun jenis minyak di Libya kualitasnya cukup bagus dan jarang ditemui. Sekitar 85% produksi minyak Libya diekspor ke Eropa, dan berkurangnya ekspor akibat gangguan pemberontakan tersebut telah membuat harga minyak Brent melonjak tajam dibandingkan jenis WTI.
Sementara fasilitas di hulu sudah berada di tangan National Transitional Council dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah ladang minyak yang tersebar di seluruh gurun sangat banyak dan tidak terkontrol.
"Dengan kepergian Khadafi, kaum loyalis kemungkinan menjadi tidak bermoral dan mengabaikan akibatnya. Hal ini sebaliknya, bisa membuat perusahaan minyak internasional lebih mudah untuk kembali ke area yang sudah dipandang secara khusus bergejolak karena kehadiran pasukan pro-Khadafi,"ujar analis dari Barclays.
Namun ada peringatan dari bank yang berbasis di London tersebut. "Kami percaya bahwa tantangan keamanan yang serius hadir di Libya yang dapat mengganggu upaya memulihkan produksi minyak di Libya secara penuh," tegas mereka.
Pejabat Perdana Menteri Libya Mahmud Jibril sebelumnya meyakini produksi minyak mentah negara tersebut bisa dipertahankan antara 500.000-600.000 barel perhari hingga akhir tahun, dan meningkat lagi pada kuartal I tahun 2012.
Libya, dengan produksi rata-rata sebesar 1,3 juta barel per hari, merupakan pemasok 2% dari total minyak di dunia. Namun hanya beberapa negara yang bisa menyuplai minyak setara dengan tingkatan jenis light sweet, yang banyak digunakan untuk sebagian besar kilang di dunia.
ENI (Italia), BP (Inggris), Total (Prancis), Repsol YPF (Spanyol) dan OMV (Austria) sebelumnya merupakan produsen minyak terbesar di Libya, hingga pemberontakan terjadi. Sejumlah perusahaan Amerika seperti Hess, ConocoPhillips dan Marathon juga membuat kesepakatan dengan rezim Khadafi. Menurut NY Times, Libya hanya memasok kurang dari 1% kebutuhan impor minyak AS.
Italia dalam beberapa tahun terakhir tergantung dari Libya, dengan 10% impor berasal dari negara tersebut. Prancis, Swiss, Irlandia dan Austria juga tergantung pada Libya, dengan impor mencapai 15% dari kebutuhannya sebelum konflik melanda Libya.
Pentingnya Libya bagi Prancis ditunjukkan saat Presiden Nicholas Sarkozy mengundang pempimpin pemberontak dari national transitional council, Mustafa Abdel-Jalil ke Paris untuk konsultasi beberapa bulan lalu.
Sementara meski ketergantungan AS terhadap minyak dari Libya sangat sedikit, namun pengurangan produksi minyak dengan kualitas tinggi di pasar dunia telah mendongkrak harga minyak dan bensin di AS.
PetroChina Temukan Cadangan Gas Besar di Papua
Ladang gas baru ditemukan di Sorong, Papua oleh perusahaan migas PetroChina International. Jumlah cadangan gas mencapai 5,867 juta kaki kubik per hari.
Dalam keterangan perseroan yang dikutip, Jumat (21/10/2011), selain gas ladang tersebut juga menghasilkan kondensat sebesar 137 BCPD (barel kondensat per hari). Sumur tersebut dibor Juni 2011 dan diselesaikan September 2011.
Penemuan cadangan baru tersebut akan menambah jumlah produksi gas yang dihasilkan PetroChina dari Blok Kepala Burung PSC, yang saat ini besarnya sekitar 7 ribu setara barel minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD).
Penemuan ini akan menambah jumlah produksi gas dan minyak nasional, terutama menambah pasokan atas kebutuhan gas regional yang kian meningkat.
Temuan lapangan North Klalin ini berada pada lokasi berdekatan dengan lapangan produksi lainnya, sehingga dapat diharapkan terjadi percepatan produksi dan pengembangan lapangan ini. Diharapkan lapangan ini mulai berproduksi awal tahun depan.
Dalam keterangan perseroan yang dikutip, Jumat (21/10/2011), selain gas ladang tersebut juga menghasilkan kondensat sebesar 137 BCPD (barel kondensat per hari). Sumur tersebut dibor Juni 2011 dan diselesaikan September 2011.
Penemuan cadangan baru tersebut akan menambah jumlah produksi gas yang dihasilkan PetroChina dari Blok Kepala Burung PSC, yang saat ini besarnya sekitar 7 ribu setara barel minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD).
Penemuan ini akan menambah jumlah produksi gas dan minyak nasional, terutama menambah pasokan atas kebutuhan gas regional yang kian meningkat.
Temuan lapangan North Klalin ini berada pada lokasi berdekatan dengan lapangan produksi lainnya, sehingga dapat diharapkan terjadi percepatan produksi dan pengembangan lapangan ini. Diharapkan lapangan ini mulai berproduksi awal tahun depan.
Kronologi Penangkapan dan Penembakan Khadafi
Setelah melakukan pelarian selama berbulan-bulan, Muammar Khadafi akhirnya berhasil ditangkap dalam keadaan tewas. Khadafi harus mengakhiri hidup setelah diserang pasukan revolusioner di Sirte, yang merupakan tempat kelahirannya.
Berikut ini adalah kronologi kejadian penangkapan dan penembakan Khadafi, menurut Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, seperti dilansir CNN, Jumat (21/10/2011).
- Setelah mengambil alih kota Bani Walid pada awal pekan ini, pasukan Dewan Transisi Nasional Libya mengalihkan perhatian mereka ke kota Sirte.
- Jet tempur Prancis dan sebuah pesawat tak berawak menembakkan rudal Hellfire. Namun seorang pejabat mengatakan bahwa Khadafi selamat dari serangan.
- Sekitar tengah hari pada Kamis, pejabat Dewan Transisi Libya mengumumkan bahwa para pejuang mereka telah menguasai Sirte.
- Pada siang harinya, Khadafi ditangkap hidup-hidup dan dalam kondisi sehat di Sirte. Dia tidak melalukan perlawanan ketika ditangkap.
- Pada saat ditangkap, Khadafi mengenakan kaos dan celana panjang sambil membawa pistol.
- Ketik hendak dibawa dipindahkan ke dalam kendaraan yang akan membawanya ke Misrata, Khadafi ditembak di lengan kanan.
- Pasukan Dewan Nasional Transisi memasukkan Khadafi ke dalam kendaraan. Terjadi baku termbak antara pasukan dewan dan pasukan loyalis Khadafi.
- Terperangkap dalam baku tembak tersebut, Khadafi ditembak di kepala. Khadafi meninggal beberapa saat sebelum tiba di rumah sakit.
- Di rumah sakit, diambil sampel DNA yaitu darah dan air liur. Kemudian dinyatakan bahwa orang yang tewas tersebut adalah Khadafi.
- Dewan perwakilan Libya memberitahukan kabar tersebut kepada Mahkamah Pidana Internasional, yang mendakwa kejahatan perang Khadafi. Setelah mengirim foto dan laporan dari seorang ahli forensik, pengadilan memberikan izin kepada pihak berwenang di Libya untuk menguburkan Khadafi.
- Setelah pasukan istirahat pada Kamis sore, kerumunan orang di seluruh Libya bersorak-sorak dan larut dalam perayaan kematian Khadafi.
Berikut ini adalah kronologi kejadian penangkapan dan penembakan Khadafi, menurut Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, seperti dilansir CNN, Jumat (21/10/2011).
- Setelah mengambil alih kota Bani Walid pada awal pekan ini, pasukan Dewan Transisi Nasional Libya mengalihkan perhatian mereka ke kota Sirte.
- Jet tempur Prancis dan sebuah pesawat tak berawak menembakkan rudal Hellfire. Namun seorang pejabat mengatakan bahwa Khadafi selamat dari serangan.
- Sekitar tengah hari pada Kamis, pejabat Dewan Transisi Libya mengumumkan bahwa para pejuang mereka telah menguasai Sirte.
- Pada siang harinya, Khadafi ditangkap hidup-hidup dan dalam kondisi sehat di Sirte. Dia tidak melalukan perlawanan ketika ditangkap.
- Pada saat ditangkap, Khadafi mengenakan kaos dan celana panjang sambil membawa pistol.
- Ketik hendak dibawa dipindahkan ke dalam kendaraan yang akan membawanya ke Misrata, Khadafi ditembak di lengan kanan.
- Pasukan Dewan Nasional Transisi memasukkan Khadafi ke dalam kendaraan. Terjadi baku termbak antara pasukan dewan dan pasukan loyalis Khadafi.
- Terperangkap dalam baku tembak tersebut, Khadafi ditembak di kepala. Khadafi meninggal beberapa saat sebelum tiba di rumah sakit.
- Di rumah sakit, diambil sampel DNA yaitu darah dan air liur. Kemudian dinyatakan bahwa orang yang tewas tersebut adalah Khadafi.
- Dewan perwakilan Libya memberitahukan kabar tersebut kepada Mahkamah Pidana Internasional, yang mendakwa kejahatan perang Khadafi. Setelah mengirim foto dan laporan dari seorang ahli forensik, pengadilan memberikan izin kepada pihak berwenang di Libya untuk menguburkan Khadafi.
- Setelah pasukan istirahat pada Kamis sore, kerumunan orang di seluruh Libya bersorak-sorak dan larut dalam perayaan kematian Khadafi.
Setelah Libya, Giliran Iran Jadi Target NATO & AS
Tewasnya Muammar Khadafi mengakhiri pemerintahan Libya yang anti Amerika Serikat dan negara-negara barat. Krisis Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut. AS dan negara-negara barat lain diperkirakan mengincar Iran yang juga anti Amerika.
"Secara umum dinamika Timur Tengah mengalami perubahan besar dengan tumbangnya satu per satu rezim. Saat ini masih terbatas di Timur Tengah yang di bagian utara Afrika, seperti Libya, Mesir dan Tunisia. Selanjutnya menyebar ke wilayah yang disebut bulan sabit subur seperti Iran dan Syria. Baru selanjutnya ke Semenanjung Arab," ujar Pengamat Timur Tengah dari UI, Yon Mahmudi kepada detikcom, Sabtu (22/10/2011).
Diperkirakan pihak barat tidak akan mengerahkan pasukan sevulgar di Irak dan Libya untuk menjatuhkan Ahmadinejad di Iran. AS dan sekutunya akan mencoba menggoyang negeri itu dari dalam.
"Mereka akan coba memperkuat oposisi, aktivis wanita, dan media. Media akan terus mengkritisi HAM dan demokratisasi," tambahnya.
Namun, Yon menilai posisi Ahmadinejad saat ini masih belum bisa digoyang. Memang oposisi mulai tumbuh, tetapi Ahmadinejad masih didukung sebagian besar warga Iran. Terutama dukungan dari pemimpin revolusi Iran, Ayatullah Khomaeni membuat posisi Ajmadinejad masih kuat.
"Saat ini posisi Ahmadinejad masih kuat," jelas Yon.
"Secara umum dinamika Timur Tengah mengalami perubahan besar dengan tumbangnya satu per satu rezim. Saat ini masih terbatas di Timur Tengah yang di bagian utara Afrika, seperti Libya, Mesir dan Tunisia. Selanjutnya menyebar ke wilayah yang disebut bulan sabit subur seperti Iran dan Syria. Baru selanjutnya ke Semenanjung Arab," ujar Pengamat Timur Tengah dari UI, Yon Mahmudi kepada detikcom, Sabtu (22/10/2011).
Diperkirakan pihak barat tidak akan mengerahkan pasukan sevulgar di Irak dan Libya untuk menjatuhkan Ahmadinejad di Iran. AS dan sekutunya akan mencoba menggoyang negeri itu dari dalam.
"Mereka akan coba memperkuat oposisi, aktivis wanita, dan media. Media akan terus mengkritisi HAM dan demokratisasi," tambahnya.
Namun, Yon menilai posisi Ahmadinejad saat ini masih belum bisa digoyang. Memang oposisi mulai tumbuh, tetapi Ahmadinejad masih didukung sebagian besar warga Iran. Terutama dukungan dari pemimpin revolusi Iran, Ayatullah Khomaeni membuat posisi Ajmadinejad masih kuat.
"Saat ini posisi Ahmadinejad masih kuat," jelas Yon.
Langganan:
Postingan (Atom)