Kalian sudah tahu tentang kasus Wikileaks kan? Itu lho kasus pembuplikasian dokumen rahasia Amerika serikat di khalayak lewat internet melalui situs Wikileaks. Ternyata selain dokumen-dokumen rahasia milik Amerika serikat, Wikileaks ternyata juga menyimpan data konspirasi-konspirasi dunia yang sangat rahasia lho. Setelah diterbitkan oleh Wikileaks, konspirasi ini menjadi terkenal dan bukan menjadui sebuah rahasia lagi.
Berikut ini adalah 10 konspirasi dunia paling menghebohkan yang dibocorkan oleh Wikileaks :
1. Proyek Nuklir Iran
Seperti yang telah banyak kita ketahui, ternyata banyak sekali para pemimpin negara-negara timur tengah yang khawatir dengan proyek mega besar milik negara bekas Persia tersebut. Bahkan Raja Saudi Arabia king Abdullah secara rahasia telah berdiplomasi dengan pemerintah Amerika serikat untuk untuk menyelesaikan masalah nuklir ini. Nuklir, kau memang penuh pesona.
2. Politik Diplomat Amerika untuk memusuhi para pemimpin dunia
Dalam beberapa forum dunia dikemukakan bagaimana perlakuan para diplomat amerika dalam menyerukan suaranya terkait dengan figur tokoh-tokoh dunia. suara para diplomat ini seolah-olah ingin sekali memusuhi para tokoh penting dunia. Sudah banyaks ekali pemimpin dunia yang secara tegas telah disindir oleh para diplomat Amerika seperti presiden sarcozy, Silvio Berlusconi, hingga Moamar Gadhafi.
3. Penyitaan HEU (Uranium) milik Pakistan oleh Amerika serikat
Seolah mengulangi langkah yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Iran, Amerika serikat seolah takut dengan apa yang namanya Nuklir (tentunya yang bukan milik sekutunya). hal ini terbukti dengan adanya upaya penyitaan Uranium milik Pakistan oleh Amerika serikat dengan dalil keamanan dunia serta dengan “menyewa” forum Nuclear security Summit di Washington beberapa eaktu yang lalu. Berani apa Takut?
4. Pertukaran Tahanan Penjara Guantanamo
Sebagai penjara dengan tingkat level pengamanan yang masksimum dan juga terkenal dengan “Kekejamanya” (menurut banyak pihak). Pemrrintah Amerika serikat berusaha meyakinkan pada negara-negara dunia bahwa kini Amerika sudah berbenah dan sudah bisa memperlakukan tahanan dengan baik. hal ini dilakukan dengan cara propaganda ringan pertukaran tahanan Slovenia dan Kiribati dengan Tahanan dari Guantanamo. kalo Gayus masuk Guantanamo, mungkin udah Kurus badanya (Dan tentunya ga bisa liat Tenis di Bali, hehehe).
5. Dugaan Korupsi Ahmed Zia Massoud, Wakil Presiden Afghanistan
Dalam salah satu Channel Wikileaks, tersebar tuduhan kepada wakil presiden Afghanistan dalm dugaan kasus korupsi. Wakil presiden ini diduga menggelapkan uang sebesar $52.000.000 dalam kunjunganya ke Uni Emirat Arab. Arab kok korupsi, Apa kata Dunia?
6. Trio Aliansi China, Amerika serikat, dan Korea Selatan
Walaupun dalam perjanjinya 3 aliansi ini menggunakan label bisis dan trading ekonomi, namun tak dapat dipungkiri bahwa ada kasus terselubung yang akan diselesaikan oleh 3 aliansi ini. besar kemungkinanya adalah kasus nuklir yang sedang dikembangkan di Korea Utara. Kok seperti mengenang era Triple Entente ya ?
7. Dukungan Tentara Suriah pada Hizbullah
Walaupun Presiden Suriah Bashar Al-Assad sudah bersumpah untuk menghentikan bantuan kepada Hizbullah, nmaun nyatanya masih tetap ada celah pasokan senjata yang diberikan oleh Suriah kepada Hizbullah. Tapi belum jelas pihak mana yang berdiri di belakang pemasokan senjata ini. hayo, mana yang benar?
8. Mata-mata Hillary Clinton
Hillary Clinton disebut-sebut telah mengirimkan banyak mata-mata untuk menyelidiki negara-negara prospek seperti Iran, Rusia, Pakistan dan Korea. Termasuk dengan proses terpilihnya Ban Ki Moon sebagai Jenderal besar PBB. Hati-Hati, barangkali Blog ini juga dimata-matai oleh Hillary Clinton. hahahaha.
9. Qatar enggan terlibat dalam proses pemberantasan Terorris
Entah karena wilayahnya jarang terlibat dengan kasus teror atau memang pendirian Qatar yang dibilang “Au Ah Gelap”, Nyatanya dalam berbagai forum dunia, Qatar terlihat enggan dan kurang antusis dalam pembahasan pemberantasan Teroris di seluruh dunia. Cuek nih ceritanya!
10. Persahabatan Putin dan Berlusconi
Si Presiden Italia yang juga Pemilik Klub Ac Milan, Silvio berlusconi digadang-gadang memiliki persahabatan yang erat. Konon persahabatan ini hanya sebatas pertukaran Hadiah, namun ternyata menurut banyak sumber sudah mencakup area politik yang luas yang mempengaruhi Rusia dan Italia. Hayo, ketahuan nih yeehh
Jumat, 31 Desember 2010
Rabu, 29 Desember 2010
Liga Primer Indonesia (LPI) Gebrakan Sensasional Jalur Kiri
Sebuah paket kompetisi sepakbola 'saingan' Liga Super Indonesia ini sudah resmi diluncurkan, dan akan memulai musim kompetisi pertamanya di awal tahun 2010 yaitu pada 8 januari 2011. Liga Primer Indonesia ini tidak termasuk dalam struktur bagian dari induk organisasi sepakbola tanah air, PSSI.
Liga Primer Indonesia sifatnya independen atau berdiri sendiri dan terpisah dari PSSI, kompetisi ini diadopsi dari Liga Primer Inggris. Sosok dibalik Liga Primer Indonesia adalah seorang pengusaha kondang, Arifin Panigoro.
Kompetisi Liga Primer Indonesia atau biasa disingkat LPI ini menggunakan sistem kompetisi penuh atau double round robin. Sebuah sistem pertandingan home and away.
Berikut ini adalah 19 tim yang berlaga di Liga Primer Indonesia :
1. Aceh United
Pelatih: Lionel Charbonnier (Prancis)
Stadion: Harapan Bangsa, Banda Aceh (40.000)
2. Bali De Vata
Pelatih: Willy Scheepers (Belanda)
Stadion: Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (25.000)
3. Bandung FC
Pelatih: Nandar Iskandar
Stadion: Siliwangi, Bandung (25.000)
4. Batavia Union
Pelatih: Roberti Bianchi (Brasil)
Stadion: Tugu Jakarta (20.000)
5. Bogor Raya
Pelatih: John Arwandy
Stadion: Persikabo, Bogor (15.000)
6. Cendrawasih Papua
Pelatih: Uwe Erkebrecher (Jernabm)Stadion: Mandala Jayapura (30.000)
7. Jakarta 1928
Pelatih: Bambang Nurdiansyah
Stadion: Lebak Bulus (25.000)
8. Kabau Padang
Pelatih: Divaldo Alves (Portugal)
Stadion: Agus Salim, Padang (28.000)
9. Ksatria XI Solo
Pelatih: Branko Babic (Serbia)
Stadion: Manahan Solo (24.000)
10. Makassar City
Pelatih: Michael Feichtenbeiner (Jerman)
Stadion: Andi Mattalata, Makassar (20.000)
11. Manado United
Pelatih: Muhammad Al Hadad
Stadion: Klabat, Manado (20.000)
12. Medan Chiefs
Pelatih:Jorg. Steinebruner (Jerman)
Stadion: Teladan, Medan (20.000)
13. Medan Bintang
Pelatih: Rene Van Eck (Belanda)
Stadion: Teladan, Medan
14. Persebaya
Pelatih: Aji Santoso
Stadion: Gelora 10 Nopember, Tambaksari (35.000)
15. Persema
Pelatih: Timo Scheuneman (Jerman)
Stadion: Gajayana, Malang (30.000)
16. Persibo
Pelatih: Sartono Anwar
Stadion: Latjen Haji Sudirman, Bojonegoro (15.000)
17. Real Mataram
Pelatih: Jose Basualdo (Argentina)
Stadion: Maguwoharjo, Yogyakarta (30.000)
18. Semarang United
Pelatih: Edy Paryono
Stadion: Jatidiri, Semarang (25.000)
19. Tangerang Wolves
Pelatih: Paulo Camargo (Brasil)
Stadion: Benteng (25.000)
Liga Primer Indonesia sifatnya independen atau berdiri sendiri dan terpisah dari PSSI, kompetisi ini diadopsi dari Liga Primer Inggris. Sosok dibalik Liga Primer Indonesia adalah seorang pengusaha kondang, Arifin Panigoro.
Kompetisi Liga Primer Indonesia atau biasa disingkat LPI ini menggunakan sistem kompetisi penuh atau double round robin. Sebuah sistem pertandingan home and away.
Berikut ini adalah 19 tim yang berlaga di Liga Primer Indonesia :
1. Aceh United
Pelatih: Lionel Charbonnier (Prancis)
Stadion: Harapan Bangsa, Banda Aceh (40.000)
2. Bali De Vata
Pelatih: Willy Scheepers (Belanda)
Stadion: Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (25.000)
3. Bandung FC
Pelatih: Nandar Iskandar
Stadion: Siliwangi, Bandung (25.000)
4. Batavia Union
Pelatih: Roberti Bianchi (Brasil)
Stadion: Tugu Jakarta (20.000)
5. Bogor Raya
Pelatih: John Arwandy
Stadion: Persikabo, Bogor (15.000)
6. Cendrawasih Papua
Pelatih: Uwe Erkebrecher (Jernabm)Stadion: Mandala Jayapura (30.000)
7. Jakarta 1928
Pelatih: Bambang Nurdiansyah
Stadion: Lebak Bulus (25.000)
8. Kabau Padang
Pelatih: Divaldo Alves (Portugal)
Stadion: Agus Salim, Padang (28.000)
9. Ksatria XI Solo
Pelatih: Branko Babic (Serbia)
Stadion: Manahan Solo (24.000)
10. Makassar City
Pelatih: Michael Feichtenbeiner (Jerman)
Stadion: Andi Mattalata, Makassar (20.000)
11. Manado United
Pelatih: Muhammad Al Hadad
Stadion: Klabat, Manado (20.000)
12. Medan Chiefs
Pelatih:Jorg. Steinebruner (Jerman)
Stadion: Teladan, Medan (20.000)
13. Medan Bintang
Pelatih: Rene Van Eck (Belanda)
Stadion: Teladan, Medan
14. Persebaya
Pelatih: Aji Santoso
Stadion: Gelora 10 Nopember, Tambaksari (35.000)
15. Persema
Pelatih: Timo Scheuneman (Jerman)
Stadion: Gajayana, Malang (30.000)
16. Persibo
Pelatih: Sartono Anwar
Stadion: Latjen Haji Sudirman, Bojonegoro (15.000)
17. Real Mataram
Pelatih: Jose Basualdo (Argentina)
Stadion: Maguwoharjo, Yogyakarta (30.000)
18. Semarang United
Pelatih: Edy Paryono
Stadion: Jatidiri, Semarang (25.000)
19. Tangerang Wolves
Pelatih: Paulo Camargo (Brasil)
Stadion: Benteng (25.000)
Setelah Wikileaks, Kini Ada Indoleaks
Indoleaks adalah Wikileaks nya Indonesia, hmmm. Situs yang beralamat di www.indoleaks.org ini muncul seiring pemberitaan yang semakin heboh mengenai Wikileaks. Ikut-ikutan tenar juga ato gimana yah, yang jelas Indonesia memang orangnya kreatif-kreatif. Seperti diketahui Wikileaks adalah situs yang memberitakan semua dokumen-dokumen rahasia berbagai negara termasuk Indonesia.
Dari informasi yang saya baca di Detik.com, Indoleaks ini mengaku ikutan nongol sebagai jawaban atas kebuntuan informasi. Terutama informasi yang berpeluang menjadi bumerang bagi penguasa, politisi dan kaum jahat lainnya di Indonesia.
"Indoleaks berusaha memilah dan memilih dokumen yang seharusnya diketahui publik, dari ratusan koleksi Indoleaks. Kami akan terus mendobrak kebuntuan informasi, dengan mempublikasikan hak kita yang bernama informasi," diambil Detik.com dari situs Indoleaks.
Yang menarik lagi, Indoleaks ini menerima kontribusi dari pengunjung untuk membeberkan informasi yang terbilang 'rahasia'. Dengan persyaratan sebagai berikut :
* Dokumen harus ORISINIL, tanpa ada opini pengirim di dalamnya.
* Indoleaks.org akan menyebutkan sumber dokumen adalah ANONIM.
* Dokumen yang dipublikasikan adalah dokumen yang MEMILIKI kepentingan publik.
* Indoleaks.org TIDAK akan mempublikasikan informasi yang terkait dengan rekening bank, medical record, dan rahasia pribadi lainnya.
* Indoleaks.org TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan dokumen yang dipublikasikan.
Ok deh, kita tunggu saja, seperti apa sih gebrakan dari situs Indoleaks ini? Apa hanya ingin mencari sensasi? Tampaknya menarik kita tunggu!
Dari informasi yang saya baca di Detik.com, Indoleaks ini mengaku ikutan nongol sebagai jawaban atas kebuntuan informasi. Terutama informasi yang berpeluang menjadi bumerang bagi penguasa, politisi dan kaum jahat lainnya di Indonesia.
"Indoleaks berusaha memilah dan memilih dokumen yang seharusnya diketahui publik, dari ratusan koleksi Indoleaks. Kami akan terus mendobrak kebuntuan informasi, dengan mempublikasikan hak kita yang bernama informasi," diambil Detik.com dari situs Indoleaks.
Yang menarik lagi, Indoleaks ini menerima kontribusi dari pengunjung untuk membeberkan informasi yang terbilang 'rahasia'. Dengan persyaratan sebagai berikut :
* Dokumen harus ORISINIL, tanpa ada opini pengirim di dalamnya.
* Indoleaks.org akan menyebutkan sumber dokumen adalah ANONIM.
* Dokumen yang dipublikasikan adalah dokumen yang MEMILIKI kepentingan publik.
* Indoleaks.org TIDAK akan mempublikasikan informasi yang terkait dengan rekening bank, medical record, dan rahasia pribadi lainnya.
* Indoleaks.org TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan dokumen yang dipublikasikan.
Ok deh, kita tunggu saja, seperti apa sih gebrakan dari situs Indoleaks ini? Apa hanya ingin mencari sensasi? Tampaknya menarik kita tunggu!
Dokumen Rahasia Indonesia di Wikileaks
Wikileaks sedang jadi perbincangan hangat. Situs yang mendedikasikan dirinya sebagai "ember" itu, lagi-lagi, merilis sejumlah dokumen rahasia. Kali ini, wikileaks.org mempublikasikan dokumen-dokumen kawat diplomatik yang bersumber dari 274 kedutaan besar Amerika Serikat di berbagai belahan dunia, termasuk dari Departemen Luar Negeri AS. Jumlah dokumennya ada 251,287 buah dan, hingga hari ini, yang dirilis belum sampai 300 dokumen.
Dalam pernyataannya di situsnya, Wikileaks mengaku sengaja mencicil publikasi dokumen itu, agar masing-masing tema mendapat perhatian publik yang memadai. Bila dilepas sekaligus, rahasia negara yang penting bisa terlewatkan dari perhatian.
[Klik juga: Tentang Wikileaks]
[Lihat: Berita seputar Wikileaks di Yahoo! Indonesia]
Sejak Wikileaks merilis kawat-kawat rahasia itu, media sedunia berpesta pora memberitakannya. Berita-berita seksi bertaburan. Misalnya soal Belanda yang menyimpan nuklir titipan Amerika Serikat; Raja Arab Saudi meminta AS menyerang Iran; pendapat dan prediksi negarawan senior Singapura Lee Kwan Yew tentang Korea dan masa depannya; dan lain-lain. Tak kurang Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kebakaran jenggot (meski tentu ia tak berjenggot), dan mengecam pembocoran dokumen-dokumen itu.
Julian Assange, pendiri Wikileaks, juga mulai diincar. Sebelum ini, dia pernah dicoba dijerat dengan tuduhan asusila. Itu tak membuat Wikileaks goyah. Yang membuat situs itu goyah justru adalah serangan maya ke server mereka. "Serangan DDOS kini melebihi 10 gigabit per detik," demikian pernyataan Wikileaks di Twitter, Selasa (30/11) malam waktu Jakarta.
Serangan DDOS (distributed denial of service) adalah ketika server Wikileaks dibanjiri trafik dari berbagai arah, yang bertujuan menghabiskan sumber daya server sehingga situs Wikileaks tak bisa diakses. Siapa pelakunya, wah, tak jelas.
Nah, lalu apakah ada dokumen rahasia terkait Indonesia yang dirilis Wikileaks? Jawabannya: ada. Kawat diplomatik yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta jumlahnya total ada 3059 buah. Dokumen aman alias tak rahasia jumlahnya ada 1510 buah. Sisanya adalah dokumen rahasia, dengan kategori "confidential" 1451 buah, dan kategori "secret" ada 98 buah.
Sejauh ini, dokumen yang menyebut Indonesia barulah yang "menyerempet" saja. Salah satunya adalah dokumen tentang seorang direktur di Departemen Pertahanan AS yang bertemu dengan asisten Menteri Luar Negeri AS, membicarakan situasi pascakunjungan Hillary Clinton ke Jakarta, 2009 lalu. Clinton sempat mengatakan AS mempertimbangkan menyediakan "payung pertahanan" bagi negara-negara Arab moderat untuk menghadapi nuklir Iran.
Dalam dokumen yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Tel Aviv itu, berklasifikasi "secret", bertanggal 30 Juli 2009, pejabat Dephan AS agaknya sedikit mempermasalahkan pernyataan Hillary Clinton di Jakarta itu. Asisten Clinton lalu meluruskan, bahwa pernyataan bosnya bukan mengindikasikan perubahan kebijakan soal menghadapi Iran. Asisten itu juga menyalahkan para jurnalis peliput yang dianggap melebih-lebihkan pernyataan Clinton.
Nah, lalu kapan ribuan dokumen dari Kedutaan Besar AS di Jakarta dibuka, dan apa isinya? Mari kita tunggu cicilan dokumen dari Wikileaks.
Dalam pernyataannya di situsnya, Wikileaks mengaku sengaja mencicil publikasi dokumen itu, agar masing-masing tema mendapat perhatian publik yang memadai. Bila dilepas sekaligus, rahasia negara yang penting bisa terlewatkan dari perhatian.
[Klik juga: Tentang Wikileaks]
[Lihat: Berita seputar Wikileaks di Yahoo! Indonesia]
Sejak Wikileaks merilis kawat-kawat rahasia itu, media sedunia berpesta pora memberitakannya. Berita-berita seksi bertaburan. Misalnya soal Belanda yang menyimpan nuklir titipan Amerika Serikat; Raja Arab Saudi meminta AS menyerang Iran; pendapat dan prediksi negarawan senior Singapura Lee Kwan Yew tentang Korea dan masa depannya; dan lain-lain. Tak kurang Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton kebakaran jenggot (meski tentu ia tak berjenggot), dan mengecam pembocoran dokumen-dokumen itu.
Julian Assange, pendiri Wikileaks, juga mulai diincar. Sebelum ini, dia pernah dicoba dijerat dengan tuduhan asusila. Itu tak membuat Wikileaks goyah. Yang membuat situs itu goyah justru adalah serangan maya ke server mereka. "Serangan DDOS kini melebihi 10 gigabit per detik," demikian pernyataan Wikileaks di Twitter, Selasa (30/11) malam waktu Jakarta.
Serangan DDOS (distributed denial of service) adalah ketika server Wikileaks dibanjiri trafik dari berbagai arah, yang bertujuan menghabiskan sumber daya server sehingga situs Wikileaks tak bisa diakses. Siapa pelakunya, wah, tak jelas.
Nah, lalu apakah ada dokumen rahasia terkait Indonesia yang dirilis Wikileaks? Jawabannya: ada. Kawat diplomatik yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta jumlahnya total ada 3059 buah. Dokumen aman alias tak rahasia jumlahnya ada 1510 buah. Sisanya adalah dokumen rahasia, dengan kategori "confidential" 1451 buah, dan kategori "secret" ada 98 buah.
Sejauh ini, dokumen yang menyebut Indonesia barulah yang "menyerempet" saja. Salah satunya adalah dokumen tentang seorang direktur di Departemen Pertahanan AS yang bertemu dengan asisten Menteri Luar Negeri AS, membicarakan situasi pascakunjungan Hillary Clinton ke Jakarta, 2009 lalu. Clinton sempat mengatakan AS mempertimbangkan menyediakan "payung pertahanan" bagi negara-negara Arab moderat untuk menghadapi nuklir Iran.
Dalam dokumen yang berasal dari Kedutaan Besar AS di Tel Aviv itu, berklasifikasi "secret", bertanggal 30 Juli 2009, pejabat Dephan AS agaknya sedikit mempermasalahkan pernyataan Hillary Clinton di Jakarta itu. Asisten Clinton lalu meluruskan, bahwa pernyataan bosnya bukan mengindikasikan perubahan kebijakan soal menghadapi Iran. Asisten itu juga menyalahkan para jurnalis peliput yang dianggap melebih-lebihkan pernyataan Clinton.
Nah, lalu kapan ribuan dokumen dari Kedutaan Besar AS di Jakarta dibuka, dan apa isinya? Mari kita tunggu cicilan dokumen dari Wikileaks.
Jumat, 24 Desember 2010
Anggota DPR Komentar Revitalisasi Benteng Somba Opu, Tapi Yang Dia Maksud Rotterdam, Payah!
Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat, Jafar Hafsah, menilai proyek pembangunan taman air Gowa Discovery Park bukan di kawasan Benteng Somba Opu. Menurut Jafar yang terpilih dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II itu, taman itu dibangun di atas tanah tumbuh.
"Proyek itu jauh dari benteng, di atas tanah tumbuh karena pantai bertambah," kata Jafar. "Di antara tanah tumbuh dan bekas benteng itu ada jalan," kata Jafar kepada VIVAnews, Selasa 21 Desember 2010.
Di deretan proyek itu, kata Jafar, sudah berdiri sejumlah fasilitas seperti hotel dan objek wisata lain. Sementara kawasan Benteng Somba Opu yang menjadi saksi sejarah rakyat Gowa melawan kolonialisme Belanda berada di seberang jalan.
Proyek itu kini memjadi sorotan pemerhati budaya dan ahli sejarah karena dikhawatirkan akan merusak situs sejarah di sana.
Jafar bahkan menyebut, sejumlah bangunan publik seperti Gedung RRI, Bank dan Kantor Bulog berdiri di atas lahan Benteng. Jafar mengusulkan, jika memang ingin melestarikan Benteng Somba Opu, gedung-gedung itu harus dibebaskan. "Untuk dijadikan keseluruhannya sebagai Benteng Somba Opu," kata Jafar yang juga aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu.
Meski disebut Jafar jauh dari Benteng, pada Rabu 15 Desember lalu, dalam penggalian pondasi proyek Gowa Discovery Park ditemukan benda-benda bersejarah. Wadah berupa kendi besar tersebut ditemukan saat para pekerja menggali pondasi yang akan dijadikan taman gajah, berjarak sekitar 70 meter dari situs inti Benteng Somba Opu.
Pantauan VIVAnews, benda yang ditemukan ini memiliki bibir berdiameter 60 centimeter (cm), dengan ketebalan 1,5 cm. Benda tersebut ditemukan sekitar 40 cm dari permukaan tanah persis di lokasi penggalian pondasi. Bentuknya bundar dan memiliki pinggir yang agak tebal.
Seorang dosen arkelogi Universitas Hasanuddin (Unhas), Arismunandar yang langsung mendatangi lokasi belum menyimpulkan benda tersebut sebagai barang peninggalan atau artefak. Namun ia menyebut benda itu berupa gerabah atau kendi besar.
“Kami hanya sebatas menduga, tapi bukan tidak mungkin memang peninggalan abad ke-15 karena terletak tidak jauh dari pusat Benteng Somba Opu (BSO),” kata Arismunandar.
Selain taman air, di kawasan ini juga dibangun taman gajah, taman burung, dan tree toop. Proyek ini sendiri sempat mendapat tentangan dari para arkeolog dan masyarakat yang peduli pada situs sejarah. Alasannya, pembangunan tersebut bisa merusak situs Benteng Somba Opu.
"Proyek itu jauh dari benteng, di atas tanah tumbuh karena pantai bertambah," kata Jafar. "Di antara tanah tumbuh dan bekas benteng itu ada jalan," kata Jafar kepada VIVAnews, Selasa 21 Desember 2010.
Di deretan proyek itu, kata Jafar, sudah berdiri sejumlah fasilitas seperti hotel dan objek wisata lain. Sementara kawasan Benteng Somba Opu yang menjadi saksi sejarah rakyat Gowa melawan kolonialisme Belanda berada di seberang jalan.
Proyek itu kini memjadi sorotan pemerhati budaya dan ahli sejarah karena dikhawatirkan akan merusak situs sejarah di sana.
Jafar bahkan menyebut, sejumlah bangunan publik seperti Gedung RRI, Bank dan Kantor Bulog berdiri di atas lahan Benteng. Jafar mengusulkan, jika memang ingin melestarikan Benteng Somba Opu, gedung-gedung itu harus dibebaskan. "Untuk dijadikan keseluruhannya sebagai Benteng Somba Opu," kata Jafar yang juga aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia itu.
Meski disebut Jafar jauh dari Benteng, pada Rabu 15 Desember lalu, dalam penggalian pondasi proyek Gowa Discovery Park ditemukan benda-benda bersejarah. Wadah berupa kendi besar tersebut ditemukan saat para pekerja menggali pondasi yang akan dijadikan taman gajah, berjarak sekitar 70 meter dari situs inti Benteng Somba Opu.
Pantauan VIVAnews, benda yang ditemukan ini memiliki bibir berdiameter 60 centimeter (cm), dengan ketebalan 1,5 cm. Benda tersebut ditemukan sekitar 40 cm dari permukaan tanah persis di lokasi penggalian pondasi. Bentuknya bundar dan memiliki pinggir yang agak tebal.
Seorang dosen arkelogi Universitas Hasanuddin (Unhas), Arismunandar yang langsung mendatangi lokasi belum menyimpulkan benda tersebut sebagai barang peninggalan atau artefak. Namun ia menyebut benda itu berupa gerabah atau kendi besar.
“Kami hanya sebatas menduga, tapi bukan tidak mungkin memang peninggalan abad ke-15 karena terletak tidak jauh dari pusat Benteng Somba Opu (BSO),” kata Arismunandar.
Selain taman air, di kawasan ini juga dibangun taman gajah, taman burung, dan tree toop. Proyek ini sendiri sempat mendapat tentangan dari para arkeolog dan masyarakat yang peduli pada situs sejarah. Alasannya, pembangunan tersebut bisa merusak situs Benteng Somba Opu.
Langganan:
Postingan (Atom)